di sebuah kerajaan terdapat putri yang cantik dan anggun tetapi di balik semua itu sebenarnya diri nya seseorang yang tomboy
kini dirinya sedang berada di kerajaan lain atau bisa di sebut ia sedang menyamar dan menyelinap ke markas musuh
putri tersebut bernama tiara putri yang mudah menyamar ke tempat musuh itu lah tiara
sebelum kejadian itu di mulai mari kita flashback terlebih dahulu agar kalian mengerti alur nya
' pagi hari di ruangan singgasana '
"ada apa papa memangil saya" begitulah ucap nya sambil membungkuk seperti ala tuan Putri
"ah tidak ada aku memangil mu kemari karna aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu putri ku" kata yang mulia kaisar
Tiara yang mendengar hal itu pun hanya menganggukkan kepalanya
"jadi papa ingin membicarakan apa" tanya Tiara penasaran karena enggak biasanya papa nya ingin membicarakan sesuatu dengan nya
"ya kita tunggu dulu kakak mu karena kita akan membicarakan ini bertiga" ucap yang mulia
"eh bukan nya kakak masih berada di Medan perang ya pa" ucap ku bingung karena seingat ku kakak ku sedang berperang
ya kakak ku kakak ku orang yang baik tapi sayang nya dia benar benar seperti laki laki padahal diri nya itu perempuan
dia lebih tomboy dari ku tapi dia juga cantik kakak ku sama sekali tidak mau ikut kelas untuk perempuan tetapi dia malah ikut kelas berpedang dia juga punya julukan khusus yaitu 'malaikat kematian di Medan perang'
setelah kematian ratu atau sebut saja ibu kami kakak ku berubah total dari yang tadinya ceria menjadi dingin
pintu terbuka terlihat lah seorang perempuan cantik yang masih memakai pakaian berperang nya juga sebuah pedang yang masih berlumuran dengan darah para musuh
ya siapa lagi kalau bukan kakak ku dia kakakku yang baru kembali dari Medan perang dia bernama vega
kerajaan kami adalah kerajaan sihir putih dan kakak ku sedang berperang dengan kerajaan sihir biru untuk memperebutkan wilayah kerajaan
"ada apa menyuruh ku cepat cepat untuk datang yang mulia" ucapnya dengan dingin sambil memasukkan pedang nya kedalam sarung nya
"ayolah jangan dingin dingin putri ku" ucap yang mulia
"iya kak papa benar masa di depan keluarga sendiri harus dingin" begitulah kata ku
"terserah buruan langsung ke topik utama nya aku harus kembali ke Medan perang" ucap kakak ku lagi kini dia terlihat sudah mulai kesal
"ya pa langsung ke intinya saja aku masih ada kelas setelah ini" ucap ku karena aku sudah di kejar oleh waktu
"baiklah kalian akan papa suruh untuk menyelinap ke kerajaan musuh juga secara diam diam membunuh semua yang terkuat atau semua petinggi" ucap raja
"ya terserah aku akan menyelinap besok" ucap kakak ku yang mau pergi dari ruangan
"hey kakak tungguin oh ya papa aku akan ikut kakak besok!" ucap ku sambil menyusul kakak ku yang mulai jauh
"kenapa anak anak ku pada gak sopan" itu lah gumam papa kami