Halo namaku si mager itu adalah nickname ku, baik lah ini adalah cerita kisah nyata tentang diriku yang dulu pernah menjadi seorang indigo.
Malam semakin larut keheningan di dalam kesyuian ini harusnya membuat para penduduk desa ini terlelap kecuali di salah satu rumah paling ujung dari desa ini.
“ayo ndok kau harus tarik napas..” pinta mbok rasi yang membantu persalian ku “A Aaa.. oek oek oek!” ya akhirnya aku lahir kedunia ini setelah 10 bulan lebih aku berada dalam kandungan perut ibu ku tercinta.
“ndok selamat ya bayi mu perempuan..” kata mbok saat dirinya sudah selesai membersihkan tubuhku lalu aku pun di berikan pada ibuku yang tampak bahagia karena aku telah lahir kedunia dalam keadaan selamat dan sehat.
Aku yang sejak kecil di tinggal ayah ku merantau hanya tinggal bersama ibuku di rumah ini dan sejak aku berumur 10 tahun kejadian di luar nalar selalu terjadi contohnya malam ini aku sedang tidur bersama ayah dan ibuku tiba tiba di dapur aku bisa mendengar dengan jelas suara berisik orang yang seperti sedang rewang di jahatan pernikahan.
suara orang memasak, adapun seorang yang yang sedang mengobrol semua terdengar jelas di telingaku namun saat aku ceritakan hal itu pada kedua orang tua ku mereka tidak pernah menanggapinya dengan serius.
Waktu terus berjalan hingga sekarang aku menginjak usia remaja yaitu 16 tahun masa masa indah saat SMA.
sekarang ayah ku sudah tidak merantau lagi sehingga aku mengira setiap malam ayah ku itu selalu berjalan menyeret kakinya di semen yang menjadi lantai rumahku namun lagi lagi aku salah itu suara kaki orang lain karena ayahku tidak pernah bangun tengah malam begitupun dengan ibuku.
Kini aku sudah berangkat sekolah aku duduk sendiri karena terlalu pagi datangnya “wos wos wos..” mata ku bisa melihat dengan jelas bayangan hitam itu berjalan cepat kearah depan teman ku yang sedang berjalan kearahku “kau gak lihat tadi ada kayak kabut hitam di depan mu?” teman ku itu langsung menggelengkan kepalanya.
“kau jangan nakut nakuti sih aku itu parnoan tahu..” aku langsung menganggukan kepalaku dan kami pun akhirnya masuk kekelas dan pelajaran kedua adalah olahraga sehingga selesai pelajaran aku dan teman teman pun meneduh di pohon sambil mengobrol tiba tiba mataku menatap kakak kelas yang juga sedang asik mengobrol di ujung kelasnya.
“lihatlah mereka berlima asik banget yang ngobrolnya?” kataku pada teman ku yang membuat kepala mereka menoleh kearah kakak kelas itu.
“woy itu tuh Cuma 4 orang, kok kau bilangnya 5 sih dasar rabun” mendengar itu aku kembali memperhatikan kakak kelas itu dan memang benar hanya 4 orang di sana.
“masak aku tadi salah lihat? Jelas jelas tadi di sampingnya ada cewek lagi.. is masak iya ada hantu di siang bolong?” kata hatiku yang membuat ku termenung.
Malam ini seperti biasa aku kembali kesulitan tidur padahal tubuhku lelah “deg..” mataku membelalak saat menatap jendela yang kordennya tidak tertutup sempurna, mataku bisa menatap dengan jelas sosok yang aku tidak ketahui tiba tiba lewat di jendela itu dengan lambat.
“hah apa itu tadi?” aku memang ketakutan setengah mati namun karena aku juga penasaran akhirnya kau berlari kearah dapur yang bergandengan dengan kamarku.
“cetek..” aku memencet saklar lampu “gak ada siapa siapa? Hah jangan jangan tadi hantu..” aku memang bodoh karena baru menyadarinya akhirnya sampai pagi aku tidak bisa tidur.
“ibu ibu semalam aku lihat sosok aneh jalan di jendela tahu?” mendengar itu ibuku tampak terkejut dan untuk pertama kalinya dirinya merespon aduanku sehingga ibu memanggil pamanku yang seorang indigo untuk menginap di rumah ku.
Semalam aku di buat tidak tidur kembali karena merasa takut jika sosok yang aku lihat kemarin benar benar hantu kini ibu dan paman sudah selesai berbicara sehingga aku menghampiri mereka.
“ndok benar sosok yang kau liha itu kuntilanak..” aku tertentu langsung tersentak kaget dan benar benar tidak bisa berkata apapun “dek apa kamu sering telindihan, dan bermimpi melihat ular?” aku langsung menganggukan kepalaku untuk menjawab pertanyaan paman.
“hmm begitu, kalo kau lihat yang aneh aneh lagi tenang lah mereka gak akan bisa menggangumu, mereka gak akan bisa merasuki mu?” tambah paman lagi yang membuatku kembali menganggukan kepalaku dan kini aku langsung masuk kekamar ku lalu duduk di tempat tidur.
“aku memang gak pernah kerasukan tapi kenapa aku bisa melihat mereka?” Tanya hatiku sungguh aku pun ingin hidup dengan normal namun lagi lagi itu mustahil dan memang saat aku menolong teman ku yang kerasukan masal.
tiba tiba aku seolah tersetrum lalu tubuhku terpental namun aku tidak kerasukan namun aku bisa mendengar dan melihat bahkan merasakan keberadaan mereka yang tidak terlihat oleh mata manusia.
Disaat kemampuan indigo ku semakin menjadi kini mimpi mimpi ku menjadi banyak yang menjadi kenyataan contohnya saja aku memimpikan sosok perempuan dan laki laki meninggal dan tidak lama kemudian ke 2 kakak kelasku meninggal.
aku juga memimpikan adiku saat bertanding voli kakinya terkilir dan mimpi itu kembali menjadi kenyataan dan malam ku semakin seram karena aku juga sering mengalami telindihan.
Seperti malam ini aku memang tertidur tetapi aku merasakan kakiku di raba seseorang lalu seseorang juga membisikan namaku di telinga ku.
Pada akhirnya aku masih belum sembuh dan hidupku semakin jauh dari kata normal membuat ku yang baru saja masuk kuliah harus ketar ketir karena tinggal di lingkungan baru yang masih asing bagiku.
“woy ayo kita berangkat?” teriak teman ku dari lantai 2 sedang aku di lantai 3 ya malam ini adalah malam renungan malam yang diadakan di kampus sehingga aku dan ketiga teman ku pun berjalan bersama dan memang jalan yang kami lintasi di pinggirnya ada pemakaman.
“Aaa..” aku tiba tiba berteriak yang membuat kedua teman ku tersentak “hei ada apa?” Tanya teman ku panic.
“ah gak apa apa ayo kita jalan lagi?” aku dan teman temanku langsung mempercepat jalan kami sungguh tadi itu pertama kalinya aku melihat sosok besar yang aku rasa itu adalah gonderuwo karena memiliki tubuh raksasa dan memiliki aora yang sangat kuat.
Ternyata setelah kejadian itu aku semakin sering melihat sosok yang di namakan hantu itu bahkan tidak jarang di tempat ramai pun mereka menampakan diri seperti sore ini.
aku hendak pulang bersama teman temanku yang selesai berlatih sepak bola wanita tiba tiba di pinggir lapangan itu aku melihat sosok seperti pria besar berwarna hitam pekat
“itu bapak bapak ngapa malah berdiri di situ?” kata ku yang membuat temanku terperanjat “ais udah lagi kau ngomong yang aneh aneh ayo pulang” temanku itu langsung menggeret lengan ku supaya aku dan dirinya tidak ketinggalan teman teman yang pulang menggunakan motor.
Aku pada akhirnya mulai muak dengan kehidupan yang aku jalani, rasanya lelah takut dan juga panic setiap kali berada di tempat manapun karena aku bisa merasakan sosok kasap mata itu sehingga aku pun mulai belajar agama dan rajin merukiah diri sendiri.
hingga umurku 19 tahun aku pun memutuskan untuk berhijab dan semakin dalam belajar agama itulah yang membuatku bisa sembuh dari indigo karena aku berlindung kepada allah tuhan ku.
yang maha kuat walau pun setelah aku tidak bisa melihat dan merasakan atau mendengar mereka aku sering mengalami lucid dream setiap malamnya namun lagi lagi aku terus berusaha untuk melawanya dengan bantuan dari tuhan allah aku pun sembuh total.
“wahai setan, hantu kalo kalian berani sini hadapi aku..” sekarang aku bisa mengucapkan kalimat itu tanpa rasa takut sedikit pun karena setelah mendengar ceramah dari ustad adi kalau setan itu hanya berani bisik bisik setelah di bacakan ta aud pun mereka langsung musnah.
Itulah cerita tentang diriku yang aneh ini, merasa tidak normal hidupku selalu penuh misteri seperti saat aku sedang sangat focus aku bisa mendengar suara detak jantungku yang beraturan dan bisa mengendalikan mimpiku.
Kalian jika bernasib sama dengan ku jangan menyerah karena allah itu maha baik minta tolong lah kepadanya supaya kau di sembuhkan.
"SELESAI"