“Jadi dia yang akan menjadi Putri Mahkota?” tatap seorang wanita berambut panjang lurus hitam.
Dilihatnya seorang wanita berambut putih terbaring tidur dengan wajah yang tenang.
“Syut!”
Keesokan harinya….
Semua orang dikejutkan dengan berita kematian calon putri mahkota, padahal hari ini adalah penobatannya tetapi kerajaan malah mendapat kabar duka.
Karena hal tersebut tidak bisa ditunda lagi, membuat pihak kerajaan mengalihkan posisi putri mahkota ke putri panglima. Semua orang tahu, putri panglima sangat bijaksana, ramah kepada semua orang, dan baik hati. Namun, sebenarnya ia adalah wanita yang angkuh dan kejam. Tidak ada yang tahu kalau yang membunuh calon putri mahkota sebelumnya adalah dia. Wanita pemilik rambut panjang lurus hitam, dialah Kasuga.
•Kerajaan Oda•
“Sepertinya Tuan Putri tidak bisa diselamatkan lagi,”
Kesadaran permaisuri langsung menurun, sedangkan kaisar sangat shock. Ia memandangi wajah putrinya yang begitu pucat.
“Segera siapkan kremasi Putri Oichi!” perintah Kaisar begitu terpukul.
“Hha!” pekik sang putri.
Semua tersentak melihat putri terbangun dengan raut wajah kaget layaknya habis tenggelam.
“T-Tuan putri hidup kembali!”
Entah itu keajaiban atau apa, kaisar dan permaisuri tidak peduli, keduanya begitu bersyukur karena putri mereka satu-satunya hidup kembali. Sepertinya Tuhan masih memberinya kesempatan untuk hidup.
Semenjak hari itu, tuan putri Kerajaan Oda membuat perubahan. Semua orang tahu Putri Oichi adalah wanita yang pemalu dan sangat pendiam, setelah ia sadar dari kematiannya, Putri Oichi menjadi orang yang berbeda. Ia sangat ramah kepada orang-orang di istana, sering berlatih dan mengajari orang-orang di istana jika ada yang melakukan kesalahan.
•Taman•
“Besok, Kaisar Sanada mengadakan ulang tahun Putra Mahkota, jadi kita akan hadir di sana,” kata Kaisar Oda.
Putri Oichi langsung terhenti dari aktivitas makannya. Tangannya langsung mengepal, urat di lehernya juga sudah menegang, namun ia menahannya dengan senyuman.
“Benarkah? Kalau begitu, bisakah Ayahanda mengabulkan permintaanku?” tanya Putri Oichi.
Hari Perayaan Ulang Tahun Putra Mahkota Kerajaan Sanada....
Semua orang dari penjuru negeri hadir untuk menyambut ulang tahun putra mahkota. Karena ini pertama kalinya muncul secara langsung, membuat Kerajaan Sanada begitu dipadatkan jumlah orang.
Aula dipenuhi bangsawan tinggi, dan yang menjadi pusat perhatian adalah putri mahkota. Putri Kasuga mengenakan gaun yang terbalutkan berlian, guna menjadi yang tercantik di pesta tersebut.
Pintu terbuka, muncul Kaisar Sanada beserta Permaisuri dan sosok pria mengenakan seragam pangeran. Pria berambut putih dan kulit seputih salju dengan mata berwarna emas. Ya, dialah putra mahkota yang selama ini wajahnya tidak diketahui, Sanada Yukimura.
Rasanya seperti melihat seorang malaikat, membuat semua gadis dan wanita langsung jatuh hati. Hal ini membuat Kasuga murka, namun ia menahannya.
Kaisar Sanada membuka acara dengan mempersembahkan putra mahkota dan putri mahkota untuk berdansa. Putri Kasuga dengan sombongnya berjalan menuju aula tengah. Namun, niatnya terhenti saat Kaisar Oda datang.
Pangeran Yukimura terkesima melihat wanita berambut emas menguraikan rambut panjangnya, bermata sapphere mengenakan gaun pink terbalutkan mawar, dan mahkota kecil di kepalanya.
Kedua Kaisar bertemu, sedangkan Putri Oichi menghampiri Pangeran Yukimura. Melihat keduanya berdiri berduaan di tengah aula, membuat semua orang sadar kalau mereka berdua lebih cocok.
Pangeran Yukimura mengulurkan tangan sambil berkata, “Apakah Tuan Putri mau berdansa denganku?”.
Putri Oichi membalas uluran tangan tersebut, “Dengan senang hati, Putra Mahkota,”.
Keduanya saling memberi penghormatan, dan akhirnya berdansa. Putri Kasuga melotot, karena Kaisar Sanada tidak mempermasalahkannya, padahal tadi harusnya ia yang ada di sana.
Sambil berdansa, Putri Oichi dan Putri Kasuga bertatapan. Terukir smirk di wajah Putri Oichi membuat wajah Putri Kasuga merah padam.
Dansa pun selesai, Putri Kasuga benar-benar murka, sebab di saat Pangeran Yukimura memperlihatkan wajahnya untuk pertama kali dan dansa pertamanya langsung di rebut oleh Putri Oichi.
Putri Kasuga menghampiri Putri Oichi, “Tuan Putri, bukankah tindakan Anda ini tercela?”.
“Apa maksud Putri Mahkota?” tanya Putri Oichi.
“Seharusnya aku yang menjadi pasangan dansa dari Putra Mahkota, tapi Anda datang merebutnya, lalu senyuman tadi, apakah Putri Oichi sengaja? Anda bertindak seperti ingin merebut posisiku saja,” kata Putri Kasuga selembut mungkin.
Putri Oichi tersenyum dengan sebelah alis terangkat, “Bukankah sejak awal posisi ini adalah milikku?”.
Raut wajah Putri Kasuga langsung berubah drastis. Putri Oichi hanya tersenyum melihat wajah asli di balik topeng itu.
“Atau Putri Mahkota sesungguhnya dilenyapkan untuk merebut posisinya?”
Rasanya seperti ada petir yang mengenai tubuh Putri Kasuga. Ia mulai panik dan bingung.
“Jadi, di antara kedua pertanyaanku itu mana yang benar? Ah tidak, kurasa keduanya benar,”
“Putri Oichi, apa maksud Anda berkata seperti itu? Anda menuduhku melenyapkan Putri Mahkota dan merebut posisinya?”
“Heee, aku tidak pernah bilang kalau Putri Kasuga melenyapkan putri mahkota lalu merebut posisinya,”
Wajah Putri Kasuga sudah tidak bisa dikondisikan lagi. Ia menggertak gigi, namun ada juga rasa kecemasan.
“Dia berkata seolah-olah tahu kalau aku memang membunuh Putri Mahkota, tapi dia dari Kerajaan Oda, bagaimana mungkin dia bisa tahu?” kata Putri Kasuga dalam hati sambil melihat kepergian Putri Oichi.
“Setelah kau membunuhku malam itu dan merebut posisiku, kau pikir bisa tenang? Sayang sekali, aku datang untuk membalasmu dengan wajah yang baru ini, dan merebut kembali posisiku sebagai Putri Mahkota,” kata Putri Oichi dalam hati sambil berjalan pergi tanpa berbalik.
Semenjak hari itu, Putri Oichi sering mendekati Pangeran Yukimura, jelas-jelas Putri Kasuga ada bersama dengan mereka.
Karena tidak tahan dengan kecemburuan itu, membuat Putri Kasuga meminta kepada ayahnya untuk mempercepat pernikahannya dengan putra mahkota.
Hari Pernikahan....
“Putri Oichi, akan kutegaskan sekali lagi, aku akan menikah dengan Putra Mahkota, jadi kuharap Anda tidak mengganggu kami lagi,” kata Putri Kasuga.
“Setelah apa yang Anda lakukan terhadap calon Putri Mahkota sebelumnya, Anda tidak merasa bersalah?”
“Putri Oichi, apa maksud Anda berkata seperti itu?”
Putri Oichi tersenyum dan menggelengkan kepala. Sebelum pergi dari kamar, Putri Oichi mengajaknya minum.
“Selamat atas pernikahan Putri Kasuga,” kata Putri Oichi mengangkat segelas anggur.
Putri Kasuga bingung, baru saja wanita itu menyinggungnga, sekarang malah mengajaknya minum.
“Apakah Anda berniat meracuniku dan mengambil posisi ini?” tanya Putri Kasuga.
Putri Oichi meminum anggurnya dan tidak terjadi apapun, sehingga Putri Kasuga meraih gelas miliknya. Kedua wanita itu mendentingkan gelas lalu meminumnya.
Setelah itu, Putri Kasuga berlalu pergi. Namun, belum sempat ia mengeluari pintu, kesadarannya menurun.
•Aula Istana•
Tampak wanita mengenakan gaun secantik permata semegah berlian berjalan menyusuri karpet. Padahal, semuanya hadir kecuali Putri Oichi.
Pangeran Yukimura mencari keberadaan wanita itu tapi ia dengan terpaksa melanjutkan pernikahannya.
“Hentikan pernikahannya!”
Semua orang menoleh ke arah sumber suara. Tunggu, itu Putri Kasuga, kalau dia ada di sana berarti siapa yang menjadi memplai wanitanya.
“Ha? Putri Oichi?!”
Putri Kasuga menceritakan semuanya, kalau ia dijebak oleh Putri Oichi.
“Hikss, Putri Kasuga, apa maksudnya ini? Anda sendiri yang memintaku untuk menggantikan Anda menikahi Putra Mahkota, lalu kenapa menuduhku menjebak Anda?” isak Pitri Oichi pura-pura.
“Beraninya kau!” marah Putri Kasuga hendak menampar.
Pangeran Yukimura langsung berdiri di depan Putri Oichi.
“Dia Putri Mahkotaku, kalau kau berani menyentuhnya, maka kupastikan kematianmu hari ini,” kata Pangeran Yukimura dingin.
“P-Pangeran?” tatap Putri Kasuga dengan mata berkaca-kaca. Hatinya sungguh terluka.
“Tidak peduli aku menikah dengannya atau denganmu, faktanya pernikahan sudah diselesaikan,” kata Pangeran Yukimura.
“Putri Kasuga, akan kutegaskan sekali lagi, aku sudah menikah dengan Putra Mahkota, jadi kuharap Anda tidak mengganggu kami lagi,” kata Putri Oichi melemparkan kembali kalimat itu.
Tidak terima dengan ketidakadilan itu, Panglima memberontak dan menimbulkan kericuhan. Hal itu membuat Kaisar Sanada murka. Meskipun ini adalah kecelakaan, tapi putra mahkota sudah memutuskan memilih Putri Oichi.
Tak lama kemudian, kericuhan itu pun diatasi. Putri Kasuga menangis disela emosinya melihat Pangeran Yukimura dan Putri Oichi berlalu pergi sambil berpegangan tangan.
“Itu posisiku,” tangis Putri Kasuga dalam diam.
Putri Oichi menolehkan kepalanya ke belakang sambil tersenyum, “Saat ini aku yang menjadi antagonis,” katanya dalam hati.