Kenapa semua orang melihat ke arahku. Aku tidak nyaman dengan semua tatapan itu. Tolong, hentikan.. ! Aku takut dengan tatapan itu. Ada banyak sekali orang yang mengerumuni ku..! Nafasku sesak.
"Hei, kamu."
Nada suara yang lembut. Menghilangkan semua orang-orang menyeramkan itu. Uluran tangan yang ia berikan kepadaku. Membawaku pergi ke suatu tempat yang jauh dari semua kerumunan itu.
Tempat yang begitu indah. Membuat hati sejuk. Aku tidak tahu di mana ini, tapi.. ini sangat damai..
Eh.
Badan yang terbaring tepat di samping kakiku. Lumuran darah yang mengalir kemana mana di atas rerumputan. Membuat warna rumput yang semulanya hijau berubah menjadi merah darah.
Kepala yang terpisah dari badannya, tergeletak tepat di samping sungai. Bergelinding ibaratkan sebuah bola, terjatuh ke dalam sungai. Warna merah darah yange begitu segar, meluas di dalam air sungai.
Teriakan ketakutan yang aku keluarkan. Tidak ada satupun orang di sekitar. Hanya ada aku, dan tubuh mayat tanpa kepala ini. Semua berubah menjadi gelap. Halaman yang hijau, kini menjadi tandus. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di sini. Kecuali aku seorang. Aku menangis meraung-raung tanpa adanya yang mendengar.
Bagaimana ini. Aku di mana. Aku harus bagaimana. Kepala ku sakit. Aah, aku tidak tahan!!
"Bagaimana dengan kondisi anak ini, dok?"
Terdengar suara dari balik pintu kamar.
"Dia sudah dalam kondisi kritis.
Gangguan jiwanya, tidak bisa di kontrol. Di tambah lagi, halusinasi nya semakin menjadi-jadi. Ini akan menjadi sangat sulit untuk di tangani. Kita butuh seorang dokter psikolog handal."
Ada orang, ada orang di sana! Siapapun kalian, tolong bantu aku keluar dari sini. Aku sudah tidak sanggup!
"Baik dok."
Kedua orang itu berjalan ke arahku. Berharap mereka adalah pahlawan yang menolong ku dari dunia yang gelap nan suram ini.
Tidak. Bukan ini yang ku harapkan. Mengapa mereka mengikat tangan dan kakiku di atas ranjang yang tipis ini. Aku ingin keluar dari sini! Tolong mengerti lah..!!
Catatan penulis:
Gomen, ceritanya bosenin.
Terimakasih sudah membaca.