Setelah lulus SMP pada tahun 2010 aku melanjutkan pendidikan ke bangku SMK (Sekolah Menengah Kejuruan.) Awalnya aku tak ingin melanjutkan pendidikan ke bangku SMK. Tapi aku lebih memilih melanjutkan pendidikan ke bangku SMA (Sekolah Menengah Atas.)
Pada saat sebelum aku lulus SMP, sekolah yang berada di tempat tinggal aku banyak yang mengadakan Open House. Maklum aku tinggal di Kabupaten Tangerang yang memiliki beberapa sekolahan, kampus, mall dan tempat ibadah.
Saat itu aku ingin masuk ke sekolah swasta yaitu Sekolah Terpadu PAHOA dikarenakan sekolah tersebut baru buka di tempat tinggalku. Yaa, sekolah PAHOA lebih ditekankan pada Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris dikarenakan banyak guru-gurunya yang berasal dari luar negeri terutama dari Tiongkok. Aku mengetahui itu dari adikku yang memilih SMP nya di sekolah PAHOA.
Waktu itu aku sudah sempat mendaftar dan telah mengikuti ujian saring masuk (USM), tetapi sayangnya pada saat hasil pengumuman ternyata aku tidak diterima di sekolah tersebut. Pada awalnya sekolah tersebut boleh mengikuti ujian saring masuk sekali lagi, tetapi mama aku tidak mengijinkan aku untuk mengikutinya lagi. Akhirnya pilihan kedua jatuh ke sekolah aku dari TK hingga SD yaitu di sekolah Tarakanita.
Lagi-lagi kedua orang tua aku mengambil serta mengisi formulir pendaftaran untukku dan aku pun akhirnya mengikuti ujian saring masuk serta wawancara. Saat hasil pengumuman keluar ternyata aku diterima di sekolah tersebut. Aku sangat bahagia dan senang karena bisa diterima di sekolah yang menjadi impanku dari dulu. Bagaimana tidak dari TK hingga SD aku bersekolah di sana, tetapi pada saat SMP aku harus pindah ke sekolah lain karena hasil pengumumannya aku tidak diterima.
Pada awalnya aku memilih untuk sekolah di PAHOA dikarenakan pasti sebagian dari teman-temanku yang dari TK hingga SD banyak yang memilih sekolah di sana. Dan sebagiannya lagi memilih untuk sekolah di Tarakanita. Pada saat itu orang tua murid diharuskan untuk datang ke sekolah Tarakanita dikarenakan untuk membicarakan tentang proses administrasi selama di sekolah. Tetapi lagi-lagi aku harus gagal untuk bisa sekolah di Tarakanita dikarenakan pada saat itu keluargaku belum mempunyai biaya yang cukup. Yaa, biaya sekolah di Tarakanita pada saat itu sudah mencapai sekitar belasan juta. Kalau aku tidak salah ingat sudah mencapai 18 juta rupiah dan uang SPP per bulannya sudah sekitar 1 juta lebih.
Akhirnya dengan keadaan perekonomian keluarga, aku terpaksa memilih untuk mundur dari sekolah Tarakanita itu. Dan kedua orang tua aku memilih untuk mengambil formulir di Sekolah Strada. Yaa, sekolah dengan jurusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang dipilih oleh kedua orang tuaku. Jurusan yang aku ambil saat itu adalah akutansi. Jujur aku tak suka dengan hitung-hitungan dan segala hal yang berbau dengan rumus-rumusan. Hasil pengumuman di sekolah itu menyatakan aku lulus dari tes tersebut. Tapi aku malah tidak ingin untuk bersekolah di sana.
Pada akhirnya kedua orang tua aku memilih sekolah SMK Setia Bhakti yang berada di kota Tangerang dekat dengan Pasar Lama dan Klenteng Boen Tek Bio. Di mana klenteng tersebut adalah klenteng Tionghoa tertua yang ada di Tangerang. Di sana aku mengambil jurusan pariwisata. Dan akhirnya aku menerima pilihan tersebut untuk melanjutkan pendidikan di sekolah itu.
Singkat cerita setelah selesai MOS (Masa Orientasi Siswa) akan diinformasikan kami jurusan apa dan kelas apa oleh salah satu guru yang ada di sekolah tersebut. SMK Setia Bhakti membagi 4 jurusan yaitu akutansi, administrasi perkantoran, multimedia dan terakhir adalah pariwisata. Guru tersebut membacakan nama-nama murid sesuai dengan jurusan yang tadi dan terakhir nama aku disebutkan serta berada di jurusan pariwisata. Selama 3 tahun menempuh pendidikan SMK tidak ada pergantian kelas. Jadi selama 3 tahun semua teman selalu sama.
Setelah tau aku berada di jurusan pariwisata, kami semua murid baru langsung diantar oleh kakak senior menuju kelas masing-masing. Singkat cerita aku memilih bangku yang paling depan. Aku tidak suka duduk di tengah-tengah ataupun paling belakang. Saat itu teman sebangku aku berinisial W. Dan saat itu aku berkenalan dengan dua orang gadis. Dua orang gadis itu berinisial M dan A.
Gadis berinisial M ini memiliki rambut panjang, kulit putih, mata sipit dan tingginya semampai lah. Tidak seperti aku yang hanya memiliki tinggi sekitar 143 cm aja. Lalu gadis yang berinisial A ini hampir sama dengan gadis yang berinisial M. Hanya saja gadis yang berinisial A ini memiliki rambut yang lebih pendek dari sih M.
Setelah berkenalan dengan dua orang gadis itu, aku pun berkenalan dengan yang lainnya juga. Tapi entah kenapa aku lebih akrab dengan kedua gadis itu daripada dengan yang lainnya juga. Singkat cerita hari demi hari kita lalui dengan tenang di kehidupan SMK ini sampai suatu saat kelas kami kedatangan murid pindahan yang berinisial Z. Z ini bisa terbilang kulitnya sawo matang dan memiliki rambut pendek.
Akupun awalnya juga berteman dengan sih Z. Tapi entah kenapa ada beberapa pandangan yang sedikit berbeda sehingga membuat pertemanan aku dengan dia menjadi jauh. Hingga suatu saat aku kembali kedatangan seseorang yang menjadi sahabatku hingga saat ini. Sahabatku ini berinisial V. Kami sudah sekelas dari awal masuk, tetapi entah kejadian apa saat itu V menghampiri aku, M dan A ini.
Akhirnya semenjak aku berteman dengan sih M, A dan V, kami juga berteman dengan 3 orang laki-laki yang berinisial N, A dan D. Kami juga akhirnya duduk satu deret dengan mereka. Lama kelamaan kami semua menjadi dekat satu sama lainnya.
Lalu setiap kali jam istirahat temannya sih M suka mampir ke kelas kami. Dia berinisial Y. Aku pun akhirnya kenalan dengan orang yang berinisial Y ini. Entah kenapa aku juga akrab dengan sih Y ini. Tapi sangat disayangkan Y ini tidak sekelas dengan kami, sehingga aku pun tidak bisa ngobrol dan dekat seperti dekat dengan M, A dan V ini. Aku hanya mampu berbicara dengan Y ketika saat jam istirahat ataupun sewaktu pulang sekolah.
Hari demi hari dan berganti menjadi bulan serta tahun. Kami semua menjadi semakin dekat. Perhatian yang M dan V berikan kepada aku sewaktu sekolah benar-benar terbawa hingga saat ini. Semua sahabat-sahabat aku itu tau bahwa aku mempunyai fisik yang lemah dan gampang sekali sakit. Aku juga suka makan sambal banyak-banyak dan minum es gitu. Jadi mereka lah yang selalu memperingati aku hingga saat ini.
Tak terasa kami sudah ingin lulus dari bangku SMK ini. Banyak sekali yang harus kami siapkan dari mulai ujian praktek, ujian sekolah, ujian nasional hingga ujian kompetensi. Kami semua selalu belajar bersama setiap ada ujian dari dulu. Setelah selesai ujian nasional dan ujian sekolah kami ada libur untuk mempersiapkan kuliah.
Walaupun kami pada saat itu tidak bertemu, tapi kami masih berkomunikasi melalui aplikasi BBM pada saat itu. Hingga kami semua sudah kuliah dan setiap ada kesempatan, kami semua berkumpul di mall untuk jalan-jalan dan menghilangkan stress. Walaupun sih M ini kuliah di negara Tiongkok pada waktu itu, tetapi setiap kali sih M ini pulang selalu menyempatkan untuk berkumpul dengan kita.
Hingga saat ini kami semua masih berkomunikasi dan berkumpul jika ada waktu luang. Tetapi karena pada saat ini sedang ada wabah covid jadi sudah lama aku tidak berkumpul bersama dengan sahaba-sahabatku itu. Yaa, sekarang pertemanan kami sudah lama dan kami ingin sekali ngebuat sebuah gank yang diberi nama White Angel's.
Aku hanya berharap semoga persahabatan kami bisa selalu langgeng dan masih bisa berkumpul seperti sebelumnya. Aku berharap semoga disetiap tahun bisa berkumpul untuk merayakan hari ulang tahun salah satu dari kami. Aku juga berharap semoga pandemi ini segera berlalu supaya kami bisa kembali merencanakan liburan yang sudah tertunda dari tahun kemarin. Dan aku selalu berdoa agar para sahabatku selalu diberikan kesehatan dari Tuhan. Aku juga ingin berterima kasih karena mereka selalu ada disisiku dan selalu memberikan support untukku.
Itulah kisah persahabatan aku dengan teman-temanku tercinta