Pada zaman dahulu,hiduplah seorang anak yang bernama jaka.Jaka itu sangat bodoh tapi sangatlah giat dan tekun dalam belajar,dan dia mempunyai suatu cita" yaitu menjadi ustad atau orang alim yang disegani.
Dan dia seorang diri bertekad menduduki sebuah pasantren,disaat dia dipasantren dia belajar dan belajar tapi tak pernah paham apa yang dipelajarinya,perkataan guru nya yang mudah dipahami murid lain tapi tak bisa dipahami olehnya,hafalan yang mudah saja sangat susah buatnya.
Hingga akhirnya membuat guru sampai" bosan memukulnya dan memberi dia hukuman,dia pun sangat giat hingga dia mendalami hukum" 40 tahun lamanya tanpa keluar dari pasantren,jaka pun menyerah dan ingin pulang ke kampung halamannya.
Pada saat perjalanan pulang,diperjalanannya turun lah hujan sampai" dia berteduh di suatu gua,sesampainya dia berpikir" ilmunya kanapa mereka bisa kanapa saya enggak katanya ,dia sudah putus asa,dan diliat lah dia setetes" air yang jatuh dari atas puing" gua yang jatuh ke atas batu yang besar, dan batu itu sedikit demi sedikit retak.
Pada suatu ketika tersadarlah jaka,kalau setetes air demi setetes bisa merusak batu pasti sedikit demi sedikit ilmu ku pasti meningkat saya pasti bisa,dan dia tal jadi pulang berbaliklah ia ke pasantren.
Dan 2 tahun kemudian dia memahami yang hilang dari 40 tahun dia mendalami kitab" akhirnya dia menjadi zholim,dan menjadi ulama yang besar Subhanallah
TAMAT