Suatu hari di SMK Swasta bernama SMK `Kejayaan Putra-putri` terdapat siswi baru yang bernama Clarissa Tamara. Ia anak pindahan dari SMK xxx. Sebenernya bukan pindahan, melainkan dikeluarkan dari sekolah. Ia dikeluarkan karena bertengkar di sekolah dan suka melanggar aturan sekolah.
Saat hari pertama Clarissa masuk di SMK itu, guru memberikan tugas kerja kelompok yang beranggotakan tiap kelompok dua orang.
"Anak-anak, tugas kali ini adalah tugas kelompok, yaitu teks observasi mengenai hewan maupun tumbuhan. Lalu tulislah di kertas Folio. Hari Jumat presentasi di depan sini". Ucap guru yang tak lain adalah Pak Budi.
"Bapak pilihkan ya untuk kelompok nya, masing masing beranggotakan 2 orang." Sambung Pak budi
"Baik pak" ucap siswa siswi dengan kompaknya.
Pak Budi pun membagikan kelompok. Setelah sebagian murid dipanggil, lalu nama Clarissa pun di Panggil. Iya tidak terima dikarenakan sekelompok dengan Tia Agustinasari. Siswi yang berkacamata bulat dan ikat kepang dua yang setia di sebelah kanan kirinya yang mengakibatkan iya terlihat lusuh dan culun.
Pak Budi pun tak mau tahu keputusan untuk membagikan kelompok tidak dapat diubah atau di ganggu gugat. Clarissa pun kesal dan ada kemunculan ide jahat di benaknya.
Keesokan harinya, Tia menghampiri Clarissa yang sedang duduk di bangku sekolah.
"H-hai Clarissa, kapan ya kita mulai kerja kelompok nya?" Ucap Tia dengan sedikit gugup
"Heh! kamu suruh aku buat kerja kelompok sama kamu?Jangan harap!" jawab Clarissa Tamara dengan sinis nya.
Karena Clarissa tidak mau mengerjakan tugas kelompok itu, akhirnya Tia memutuskan untuk mengerjakan tugas kelompok itu sendiri.
Hari pun berlalu, hingga waktu nya hari Jumat. Hari dimana terakhir untuk presentasi tugas dari pak Budi.
Pak Budi pun menyuruh untuk setiap muridnya untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok itu.
Sampai akhirnya kelompok Tia dan Clarissa dipanggil. Dan ditanyainya kepada Tia dan Clarissa apakah mengerjakan tugas itu bersama atau sendiri. Lalu Tia pun menjawab bahwa dia mengerjakan tugas itu sendiri. Clarissa pun kesal dan mengumpat dalam hati.
"Awas kamu Tia, akan ku balas!" Umpatnya dalam hati.
Istirahat pun tiba, Clarissa masuk di toilet dan dihampiri nya si Tia itu.
"Hei gadis cupu! kenapa kamu bilang ke Pak Budi kalau aku gak ikut kerja kelompok!" tanya Clarissa sambil menjambak rambut Tia.
"Aghhgg-- sakit tolong lepaskan" rengek Tia menjerit kesakitan karena dijambak.
"JAWABB!" bentak Clarissa sambil menjambak rambut Tia semakin keras.
Tia pun menjawab bahwa iya takut untuk berbohong, karena berbohong adalah perbuatan dosa.
Hari pun berlangsung bulan berganti bulan, Tia terus-terusan dibully oleh Clarissa. Mulai dari disuruh beli di kantin, dibajak, disuruh mengerjakan PR, dan bahkan dipukul. Iya benar benar di siksa. Tak ada satu pun yang menolong Tia.
Sampai pada akhirnya ada siswa bernama Rian Anjasmara yang tak tahan dengan perilaku Clarissa yang terus-menerus membuli Tia. Rian pun melawan Clarissa sehingga keributan pun terjadi dan ketua kelas di kelas itu mengadu pada guru Bk. Hingga akhirnya Tia, Rian, Dan Clarissa dipanggil ke ruang BK.
"Tia, apa bener kamu telah di buli oleh Clarissa?" Tanya guru untuk memastikan
"Emmm.." jawab Tia ragu sambil memperhatikan Clarissa dengan takut.
"saya saksi Bu, ia membuli Tia Bu! Saya sudah tidak tahan dengan perilaku nya!" Ucap Rian membela Tia sambil menunjuk Clarissa.
"Apa benar itu Clarissa apa yang diucapkan Rian?!"
"B-benar Bu" Jawab Clarissa sambil menunduk
Saat sedang berunding panas, tiba- tiba ayah Clarissa datang ke ruang BK itu. Ayah Clarissa menampar pipi Clarissa dengan keras.
"Mengapa kamu buat ulah terus Clarissa! Bikin malu keluarga tau gak!".
Ayah Clarissa pun membawa Clarissa pergi.
Setelah kejadian itu, Clarissa tak pernah muncul lagi. Kabarnya iya telah pindah dan sekolah di Jepang. Dua tahun pun berlalu.
Clarissa datang ke Indonesia, iya berniat pergi kerumah Tia dengan tujuan untuk meminta maaf padanya.
"Tok tok tok" Clarissa mengetuk pintu rumah Tia
"Iya, bentar!" Jawab Clarissa ingin membukakan pintu.
"C-clarissa!" Ucap Tia yang terkejut melihat Clarissa
"Hiks hiks maafkan aku Tia! Aku kena karma nya!" ucap Clarissa sambil memeluk Tia.
"Apa yang telah terjadi?" Tanya Tia binggung dan iya melihat di tangan nya dipenuhi bekas luka.
Clarissa menceritakan yang telah terjadi padanya. Bahwa dia di Jepang telah dibuli oleh satu kelas. Clarissa meminta maaf kepada Tia dan iya berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Tia memafkan Clarissa dan akhirnya mereka pun sahabatan.