Aku Airin, Gadis dengan kelebihan khusus yang ku miliki sejak lahir.Ups🤭... Bukan kelebihan, Melainkan sebuah kutukan🎃
Ayahku seorang pengusaha, sedangkan Ibuku sudah meninggal sejak melahirkan ku. Namun,Ibuku tidak meninggalkan ku.
Ibuku selalu menemani ku di saat Ayah sibuk bekerja. Pernah suatu hari ketika aku jatuh dari tempat tidurku, Ibuku akan datang menenangkan ku hingga Ayah datang menghampiri ku.
Di saat aku terluka karena berlari, Ibu juga datang untuk meniup lukaku. Hingga Ayahku menyadari keanehan pada diriku. Ayah bertanya "Dengan siapa kamu bicara?" Namun saat aku mengatakan bahwa Aku berbicara dengan Ibu, Ayah menunjukkan ekspresi yang tidak senang.
Berulang kali Aku mengatakan "Ibu masih hidup!! Saat ini Dia menatap Kita dengan sedih!!"
Ayah semakin sedih dan terus mengatakan kepadaku "Ibu sudah tidak ada!! Dia bukan Ibumu!!"
Aku terus menentang pernyataan Ayahku, hingga suatu hari Ayah pulang membawa seorang laki-laki berjanggut yang mengaku sebagai Paranormal.
Lelaki tua itu mengatakan "Anakmu ini punya Indera Ke tujuh!! Itu tidak akan bisa di hilangkan, karena kemungkinan Indera Ke tujuh ini hasil turunan dari Ibunya"
Ayahku begitu saja mempercayai Paranormal itu, Karena ternyata memang Ibuku pernah mempunyai Indera Ke tujuh. Lelaki Tua itu semakin kelewatan, Dia mengatakan bahwa Ibuku adalah mahluk gaib yang sedang menyamar.
Entah apa yang Lelaki tua itu ucapkan, hingga suatu bayangan besar keluar dari dalam sakunya. Bayangan itu terus menerus menarik Ibuku.
Aku bisa mendengar teriakan Ibuku yang kesakitan, tapi Ayah terus menahan ku agar tak menghampiri Ibuku.
"Berhenti!! Jangan ganggu Ibuku!! Dasar Kakek Tua gak punya Otak!! Kamu bukan Paranormal!!! Kamu sendiri enggak Normal!!" berbagai macam kata-kata hujatan keluar dari mulut ku. Namun tidak bisa merubah apapun.
Ibuku telah hilang tepat di hadapan ku, Kini tak ada lagi yang akan menemani ku. Meskipun hari-hari terus berlanjut, namun aku terus berada di dalam kesepian dan ketakutan.
Sejak Ibuku menghilang, banyak mahluk halus yang terus saja mengikuti ku. Mulai dari Pocong di simpangan jalan, Kuntilanak di bawah pohon Rambutan tak ada yang tidak mengganggu ku.
Hingga aku sudah terbiasa dengan mereka, Aku tak lagi takut dengan hantu. Akan tetapi, Aku lebih takut dengan Arwah Orang yang baru meninggal. Setiap 3 hari setelah kematian, para Arwah masih berkeliaran di sekitar rumahnya.
Aku selalu menghindari acara pemakaman, juga selalu menghindari rumah sakit yang merupakan tempat paling banyak terjadinya kematian.
Hingga suatu hari di saat Aku sudah berusia 18 tahun, Aku berjalan menuju kantor Ayahku. Baru saja aku menyebrang melewati Zebra Cross. Bahkan baru saja lampu kuning menyala, sebuah tabrakan besar terjadi tepat di belakang ku.
Seketika Aku berbalik melihat kebelakang, terlihat dua mobil saling bertabrakan hingga terbalik. Asap hitam menyelimuti tempat kejadian. Sirine ambulans juga mulai terdengar berjalan mendekat. Keramaian orang yang hendak menolong semakin membuatku merasa tertekan.
Benar, apa yang ku takutkan terjadi juga. 3 Arwah keluar dari salah satu mobil. Seketika mataku bertatapan langsung dengan mereka. Aku panik, mereka berjalan ke arahku. Semakin mereka mendekat, semakin Aku tak bisa mengendalikan kakiku.
Mereka merintih meminta tolong kepada ku. Aku sangat ketakutan, hingga tanpa sadar Aku berlari secepat mungkin. Namun mereka tak mau melepaskanku. Tubuh yang penuh luka, suara serak yang hampir bisu tak menghentikan mereka untuk terus mengejar ku.Hingga akhirnya tanpa sengaja Aku menabrak seorang laki-laki tampan di depan kantor Ayahku.
"Ahh!!" Aku jatuh di dalam pelukan laki-laki itu. Seketika mata kami berdua saling menatap satu sama lain. Aku langsung memegang lengannya dan berdiri. Anehnya, semua Arwah yang tadi mengejar ku seketika menghilang.
Aku bisa bernafas lega, dan mulai merapikan pakaian ku. Namun, tiba-tiba seseorang menepuk bahuku. " Tolong... kami..."
"Ahh!!!" Aku terjingkat ke tubuh laki-laki itu karena terkejut melihat para Arwah itu di belakang ku. Namun yang lebih aneh lagi, seketika para Arwah itu menghilang sesaat setelah Aku menyentuh laki-laki itu.
Sebuah harapan muncul di benakku "Akhirnya aku menemukan obatku" Aku terus menatap laki-laki itu dengan senyuman ku yang paling bahagia.
Hingga laki-laki itu mengeluarkan perkataanya yang paling dingin "Apa sudah puas megangnya?"
Sontak kulepaskan pegangan ku. Laki-laki itu langsung masuk ke dalam kantor, dan mengabaikan ku yang menanyakan namanya. Namun aku sudah bertekad, akan ku dapatkan obatku ini bagaimana pun caranya😈