༒______________________________________༒
Hey kamu, iya kamu.. Ada sesuatu yang mau aku omongin nih.
"Kamu jangan pergi ya.. Tetaplah bersamaku, jangan pergi atau berpaling kelain hati. Aku sayang kamu, aku gak rela kamu dimiliki oleh orang lain. Janji sama aku, kamu selamanya punyaku."
"Ya, aku janji."
༒______________________________________༒
Bro, Sist Apa kabar? Semoga pada sehat-sehat ya.. Tentunya sehat jiwa raga, jasmani dan rohani.
Btw, gua ada pertanyaan nih..
Kalian pernah jatuh cinta kan? Kalau pernah, apa yang kalian rasakan? Apakah sama kayak gua? yang rasanya gak karuan, yang bikin mood naik turun dan bikin banyak pertanyaan bermunculan? Rasa bahagia, penasaran, deg deg'an? Ditambah kadang suka bikin halu?
Gua belum penah tau, apa aja yang dirasain orang lain ketika mereka jatuh cinta. Gak mungkin semua orang merasakan hal yang sama percis, seperti apa yang gua rasain kan? Selesai baca, kasih tau gua ya..
༒______________________________________༒
Tapi kalian pernah gak sih, merasa jatuh cinta yang luar biasa kepada seseorang? Sampai-sampai hal tersebut, bikin kalian kepikiran dia setiap saat?
Pernah, kan? Ngaku aja lah, lagian itukan sifat yang manusiawi banget.
Oke.. Mungkin gua memang gak tau apa yang dirasakan orang-orang ketika mereka jatuh cinta. Tapi, gua bisa tau hal apa yang menjadi penyebabnya dengan menganalisa, kemudian berasumsi tentang apa yang mereka lakukan atau cara apa yang dipilih orang-orang ketika mereka jatuh cinta. Tentu, setiap orang yang jatuh cinta punya beberapa pilihan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Ada yang memilih berjuang untuk mendapatkan orang yang dia suka. Bahkan ada yang memilih untuk pergi, atau mundur.
Orang yang berjuang dapetin hati orang yang disuka juga akhirnya dihadapkan oleh beberapa pilihan lainnya. Begitupun dengan yang memilih pergi, atau mundur.
Tapi saat ini, mari kita bahas untuk orang yang memilih berjuang mendapatkan hati orang yang dia suka. Tapi gimana caranya gua mempersingkat kata itu? (Memilih berjuang mendapatkan hati orang yang dia suka) kita sebut aja "Orang yang berjuang"
Kalian sadar gak? Kalau pilihan ketika kita jatuh cinta itu banyak, bahkan bercabang. Maksudnya, setelah kita memilih satu pilihan, akan ada pilihan lainnya yang perlu kita pilih. Tapi, pilihan-pilihan itu terkadang tanpa sadar kita pilih. Ngerti sampai sini?
Sebenarnya gak masalah pilihan itu dipilih tanpa kita sadari. Namun hal itu bisa aja Positif, bisa juga Negatif. Itu semua tergantung sifat dan kepribadian kalian, intinya gambling banget. Tapi jauh lebih baik ketika kita tau, apa yang kita lakukan dan tau, apa aja resikonya.
Saking banyaknya pilihan dan resikonya, gua gak bisa kasih tau semuanya. Tapi, gua akan kasih tau pendapat gua tentang salah satu pilihan untuk orang yang berjuang.
༒______________________________________༒
Pilihan yang akan gua bahas kali ini, juga pasti ada penyebabnya. Tapi, kita bahas dulu pilihannya..
Salah satu pilihan orang yang sedang jatuh cinta adalah, berjuang dengan cara yang gua sebut ngeCheat. NgeCheat yang gua maksud itu, sama dengan Cheat pada game lho ya, bukan Cheat yang berarti selingkuh.
Cheat yang dilakukan adalah, dengan cara melibatkan hal keagamaan, mistis, atau di luar nalar dan logika manusia. Ya, intinya sih ini cara yang gak biasa. Yaitu, memberikan pelet.
Bukan pelet makanan ikan atau semacamnya ya. Pelet ini mungkin hanya cara kita menyebutkannya, tapi yang sebenarnya dilakukan adalah, memaksa orang lain untuk menurut, tunduk, bahkan cinta kepada kita dengan cara yang gua juga bingung gimana jelasinnya. Menurut keagamaan, pelet adalah sihir, dan sihir datangnya dari Setan.
Entahlah, tapi hal ini sudah terbukti di banyak orang. Karena memiliki rasa cinta kepada seseorang, tapi merasa tidak bisa memiliki. Akhirnya memilih untuk memaksakan seseorang menurut, tunduk bahkan cinta kepada kita.
Ingat ya, cara memaksakannya berbeda dengan yang biasa. Kalau memaksakan orang secara biasa itu pastinya harus melalui beberapa percakapan. Kedua belah pihak sadar dan bisa menerima juga bisa menolak. Tapi memaksa yang satu ini jauh berbeda..
༒______________________________________༒
Paksaan ini hanya memiliki satu pilihan, yaitu menerima. Dengan begitu, orang yang memakai paksaan ini (pelet) akan mendapatkan apa yang dia mau dari seseorang yang dipelet, terutama mendapatkan hati orang yang disukai.
Dia mungkin melakukan itu kerena alasan cinta. Tapi, apa kalian lupa kalau memaksa orang itu gak baik? Terlebih lagi kepada orang yang jelas-jelas kita suka atau kita sayangi? Tapi kalian malah beralasan kalau itu cinta. Betapa hinanya kalian, betapa naifnya kalian jika berpikir seperti itu..
Seperti yang udah gua bilang, memaksa orang itu gak baik. Jika kalian suka, sayang atau cinta, kalian gak mungkin kasih hal yang gak baik ke orang yang kalian cinta dong? Kalian tau arti sesungguhnya dari cinta kan?
Cinta menurut pemikiran gua adalah, hal yang positif dan sebuah perasaan yang pada dasarnya itu baik. Tapi, sama halnya dengan Gadget/HP yang kalian pake sekarang, jika digunakan dengan baik, pastinya akan berdampak positif untuk kita. Sebaliknya, jika salah digunakan atau pemakaian yang berlebihan, akan mengakibatkan dampak negatif, seperti terjadinya gangguan emosi pada diri kita. Anggap aja kalau orang yang menggunakan cara paksaan (pelet) ini, kecanduan.
"Kamu ya.. Walaupun cantik/ganteng, tapi kamu itu mengandung nikotin dan kefein. Aku sampai ketagihan bagini, rasanya kalau kamu gak ada, aku bisa mati"
Itu contoh kata-kata buaya.. Tapi tidak menutup kemungkinan buaya betina bisa lebih baik. Nice try para buaya.. Wkwkwk
SKIP!
༒______________________________________༒
Ya, karena udah terlanjur kecanduan, kita cenderung jadi egois terhadap perasaan kita. Gak peduli apa yang bakal terjadi, asalkan orang yang kita cinta bisa kita miliki, segala cara akan dilakukan. Menghalalkan segala cara, bahkan membahayakan orang dan diri sendiri.
Seperti yang udah gua bilang sebelumnya, kalau pilihan ini pasti ada penyebabnya. Menurut analisa gua, seseorang memilih pilihan ini, kemungkinan besar berawal dari rasa cinta yang kemudian ditimpa oleh rasa kebencian. Tumbuhnya kebencian ini, bisa muncul dari berbagai spekulasi. Rasa benci bisa saja muncul dari orang yang kita cintai, bisa juga dari orang lain. Tapi, persentase penyebab terbesar rasa benci ini muncul menurut gua, berasal dari orang yang dicintai.
Apa kalian pernah jatuh cinta kepada seseorang, tapi orang itu tidak menganggapmu secara sadar, mulai menjauh dan menjaga jarak darimu, mulai memaki, bahkan dia membenci kalian? Kemungkinan besar hal ini menjadi salah satu penyebab seseorang menggunakan cara paksaan (pelet) supaya orang yang kalian cintai tapi membenci kalian itu, mulai mencintai kalian.
Dendam dalam hal ini pastinya terlibat, karena dibenci oleh orang yang dicintai bahkan sering kali dimaki-maki, akhirnya membalaskan dendam dengan cara memberikan pelet untuk orang yang dicintai. Dan, setelah memilih memberikan pelet, orang itu akan dihadapi oleh dua pilihan lainnya. Yaitu, antara memberi pelet karena ingin membuktikan cintanya, atau karena benci dan malah berniat jahat.
༒______________________________________༒
Semua pilihan itu memiliki resikonya masing-masing, tapi karena sejak awal sudah memilih pilihan yang gak wajar, maka resiko yang didapat juga gak wajar. Dan, pada akhirnya buat kalian yang bermaksud membuktikan cinta kalian dengan cara itu, tetap tidak berbeda jauh dengan penjahat.
Kenapa? Sejak awal udah gua kasih tau, kan? Kalau memaksa itu gak baik, ditambah hal di luar nalar dan logika yang kalian lakukan. Semua itu bukan tanda kalian cinta, tapi tanda kalian itu tega. Memberikan pelet kepada seseorang itu bukan hal baik, bukan juga tanda kalian cinta, kalau cinta ya buktikan. Apapun respon dia, berjuang dengan apa yang kita punya itu lebih memuaskan, ketika kita berhasil dapetin hatinya.
Kalau memang dia gak membalas cinta kalian, gak memperlakukan kalian dengan baik, walaupun minimal sebagai teman. Dua kata dalam bahasa Inggris, Satu kata dalam bahasa Indonesia..
FALL BACK!
MUNDUR!
Sadar woi, jangan mau kena Genjutsunya. Sadarlah, kalau dia itu gak pantas buat kalian. Dia bukan orang baik, gak pantas orang yang gak baik itu bersama orang baik seperti kalian.
༒______________________________________༒
Gimana menurut kalian? Mau nyoba cara ini gak? Ada yang penasaran mungkin? Haha..
Sebelum kalian nyoba-nyoba, gua kasih tau dulu apa yang gua tau tentang resiko memakai pelet. Tapi pertama-tama gua mau memperingatkan juga untuk kalian para badboy, badgirl, pakbouy pakgeur untuk tidak coba-coba, karena ini hanya boleh dilakukan oleh profesional. Xixixi
-Pertama, pake pelet itu DOSA!
-Kedua, pake pelet itu beresiko bikin orang yang kalian pelet jadi gila.
-Ketiga, pake pelet itu bukan cara kita buat dapetin hati seseorang sepenuhnya.
Butuh semua penjelasannya? Oke..
Pertama, pake pelet itu dosa. Kenapa? Udah jelas kan, kalau melawan hukun alam itu dosa, semua agama juga berpikir begitu. Kecuali untuk orang yang gak punya agama, atau biasa disebut Atheis.
Kedua, pake pelet itu beresiko bikin orang yang kalian pelet jadi gila. Kok bisa? Singkatnya gini, ketika seseorang dipelet, dia akan sepenuhnya menurut kepada kita, dia akan cinta mati kepada kita, karena dia sepenuhnya kita kendalikan. Ketika kita meninggalkan dia, entah itu kalian selingkuh atau kalian meninggal, dia akan gila karena kita tinggalkan. Sama halnya kayak orang yang udah kecanduan narkoba, ketika orang itu gak lagi dapet asupan narkoba untuk tubuhnya, maka tubuhnya akan bereaksi. Reaksi ini biasa disebut dengan Sakau. Tapi, untuk orang yang dipelet, reaksinya adalah rusaknya kesadaran, emosi dan kejiwaan. Jika menurut pandangan medis.
Ketiga, pake pelet itu bukan cara kita buat dapetin hati seseorang sepenuhnya. Bukannya kita jadi bisa pacaran, atau bahkan hidup selamanya sama dia? Ya, itu bisa aja. Tapi, kebahagiaan kalian kelak, bukanlah kebahagiaan yang murni. Kalian mungkin bahagia, begitu juga dia. Tapi, kebahagiaan dia itu bukanlah kebahagiaan yang murni datang dari dia sendiri, tapi dibuat oleh kalian yang kasih dia pelet. Mungkin jika dia sadar (gak dipelet) dia sama sekali gak merasa bahagia sama kalian, bisa aja dia malah menderita.
Menurut agama, memakai pelet kepada seseorang sampai menikah itu tetap sah, jika malakukannya sesuai dengan ketentuan caranya menikah. Tapi, tetap akan dosa, karena cara mendapatkannya itu salah.
Gua sebelumnya bilang, kalau seseorang dipelet, dia hanya akan memiliki satu pilihan yaitu menerimanya. Tapi sebenarnya tidak menutup kemungkinan kita untuk bisa menghindari hal tersebut. Gimana caranya? Kalau menurut gua, ketika ada orang yang suka sama kalian, tapi kalian gak suka sama dia. Bicarakan hal itu baik-baik, kalau kalian malah membencinya, bisa aja dia dendam sama kalian. Tapi beda cerita kalau kalian bicarakan itu baik-baik, dia mungkin bisa menerima keputusan kalian. Ya, itu juga tergantung orangnya, jadi harus tetap waspada. Jangan cuma cara eksternalnya aja, cara internalnya juga harus kalian lakukan, yaitu berdoa kepada Tuhan. Mintalah perlindungan darinya, karena tempat kita meminta hanya padanya.
Terakhir, gua mau kasih saran buat kalian yang lagi jatuh cinta. Janganlah terlalu berharap kepada seseorang (Ngarep) karena jika realita gak sesuai dengan ekspektasi, kalian bisa kecewa kemudian sakit hati. Inget, penyakit hati itu susah diobatin.
Kalau suka, sayang, cinta. Buktikan bro/sist! Buktikan dengan kemampuan yang kalian punya dan terus semangat!
Intinya jangan terlalu ngarep ya sama orang. Karena terlalu ngarep itu bahaya.. Kalau kalian mau tau apa bahayanya terlalu ngarep. Mampir juga di Diskusi gua yang sebelumnya. Gua yakin kalian gak akan nyesel bacanya, sama halnya kalian baca diskusi tentang Pelet ini.
Mungkin segitu aja dari gua, kalau ada kata-kata yang menyinggung, atau yang gak kalian pahami, gua mohon maaf. Pertanyaan gua yang diawal bisa kalian kasih tau gua di kolom konentar ya.
Bye..
༒______________________________________༒
Writer : Sultan Ibnu Rayhan
Follow me on Instagram
@rayy_hann