PENCULIKAN
DAY 16
4 NOVEMBER
“Kenapa mbrot?“ ujar temannya yang melihat Gembrot seakan bingung sembari mengelus-elus bibir.
“Gua bingung dah.“
“Kenapa rupanya?“
“Ini. Gua digetok oleh sekelompok orang tak dikenal. Bahkan sampai terjerembab. Dan gigi depan gue sampai perdarah akibat menimpa benda keras, di jalanan. Lalu ditinggal begitu saja. Tanpa kejelasan yang berarti.“ Gembrot bercerita panjang lebar kali berat tubuhnya. Berharap banyak orang yang memahami akan penderitaannya. Sebab kali ini dirasa aneh.
“Ya kali lu mau di culik.“
“Lalu?“
“Karena tubuh lu berat maka lu tak jadi di bawa akibat mereka tak kuat mengangkat kau.“
“Sembarangan! Kurang ajar sekali mereka itu. Meskipun gua kaya tapi kan mamak gua belum tentu mau menebus gua.“
“Ya lah malahan bersyukur kali. Nasi sebakul aman kan.“
“Bukan itu. Jangan ngeremehin dong. Hal itu kan wajar saja. Tapi mereka beranggapan kalau semua itu Cuma sia-sia. “
“Sebabnya? “
“Orang nggak diculik juga gua pergi sendiri.“
Itulah musim serba susah. Jangankan orang. Kucing saja diambil. Lalu dijual. Kalau kucing jenis khusus akan laku. Luayan buat para pengambil itu. La ini orang. Paling minta tebusan. Kalau di jual jelas tak laku. Kalau dibiarkan bakalan merepotkan. Dibunuh juga sia-sia. Akan berurusan dengan yang lebih berat. Makanya secara serampangan saja bakalan mengambil segala sesuatu yang bisa laku. Sebab kalau mencuri sudah tahu resikonya. Pasti hanya akan digebukin jika tertangkap. Dan merampok urusannya lebih parah lagi. Korban sebisa mungkin akan melawan. Walau mahluk seksi paling lemah sekalipun, jika sesuatu yang menjadi miliknya diambil tentu akan melawan. Baik itu Cuma menggumam, minta tolong atau bahkan yang ikut bela diri bakalan membela dirinya dengan segenap kemampuan yang dimiliki nya itu.
“Kalau begitu kita musti hati-hati nih. “
“Lagi rawan yang begituan. “
“Masa kita kan sudah besar-besar. “
“Ya kali kalau orangnya besar tuntutannya juga besar. “
Merekapun menunggu. Sembari memancing dengan pancingan si Gembrot. Siapa tahu bakalan ada penculik datang lagi. Jika saja kala itu belum kapok, dan bakalan mengulang kisah pilu mereka. Sebab yang menjelang berhasil adalah mendapatkan manusia aneh itu. Tentu untuk berikutnya akan mengulangi dengan catatan yang dibawa serta segala perlengkapannya mesti lebih dipersiapkan. Itu yang sangat dikawatirkan oleh anak-anak remaja sekolah itu. Tak ingin mereka celaka, teman atau juga kerabat yang kerap dating tak diundang serta perginya tiba-tiba. Kini mesti dihadapi dengan sedikit keberanian. Supaya yang belum kapok, akan jera. Serta yang baru mulai akan batal. Sebab hal demikian kurang baik. Bagi mereka juga semua. Yang diculik juga rugi sana-sini. Sedangkan yang menculik, uangnya juga tidak berkah, dan akan menghambur-hamburkan demi tujuan tak jelasnya itu.
Dan benar, tak berapa lama, datang satu mobil putih, dengan banyak orang.
Mereka turun dan menghampiri Gembrot.
Tentu saja Gembrot panik. Kali ini jumlah mereka banyak. Kalau main getok, lalu mengangkat tubuhnya sudah pasti kuat.
Melihat itu teman-teman nya pada keluar dari persembunyiannya. Dan bersiap menghadapi segala kemungkinan.
Melihat jumlah musuh banyak, sekelompok itu mengurungkan niatnya. Akan sia-sia kalau dilanjutkan. Belum lagi kalau mereka melakukan perlawanan. Bahkan berteriak yang membuat tambah ramai suasana.
Makanya mereka segera kembali ke dalam mobil.
Merekapun pergi.