2 NOVEMBER (DAY 14)
LIFT YANG RUSAK
“Wah gembrot.“
“Kenapa?“ ujar Gembrot terheran-heran dengan tuduhan yang dilontarkan padanya.
“Kau mesti tanggung jawab ini.“
“Lo…“
“Lift nya berhenti.“
Mereka tengah naik lift di suatu mall paling ramai di kota itu. Hendak berbelanja, shoping-shoping serta makan-makan di lantai paling atas guna memanjakan perut normal si Gembrot.
“Lift nya yang rusak kali. Gua…“
“Ya kan tahu sendiri.“
Teman-teman nya tetap meyakini kalau lift berhenti itu karena ada yang tak beres. Dan semua mata tertuju pada Gembrot.
“Kenapa ya?“
“Ya kali kurang control.“
“Atau memang sudah tua. Yang tua-tua kan demikian biasa ngadat. “
“Ya nggak pasti. Mobil tua gua nggak ngadat walau perjalanan menyusuri pantura sekalipun.“
“Ya mobil elu. Yang bukan mobil elu, ngadat lah.”
Sembari menunggu lift jalan lagi, mereka terus bercerita supaya tak jenuh dan pengap berada dalam lift tertutup yang kurang lega itu.
Memang sudah menjadi kebiasaan jika lift bisa berhenti demikian. Sebab namanya alat buatan, yang terkadang ada error nya. Dan itu seperti yang terjadi saat ini. Terkadang ada satu bagian yang tak terkontrol. Sehingga salah satu fungsi nya menjadi lemah. Meskipun sudah diketahui kalau benda itu juga belum lama sekali. Tapi tidak juga merupakan benda baru.
Ada yang berhenti di depan lift itu.
Menerobos dinding lift.
Lalu tersenyum.
Membuat semua yang ada, tercekat.