Author: halo semuanya! sebelum membaca saya ingin meminta maaf jika cerpen ini jelek, karena ini karya cerpen pertama saya.
dan ngomong-ngomong ini semacam sisi lain dari cerita Terra-SYS, dan aku buat ini sebenarnya karena "Tugas" tapi kalo upload kesini kemauan sendiri kok. jadi... selamat menikmati!
Tahun 2160 bumi telah tak layak huni karena peperangan yang dipicu oleh keserakahan dan ketakutan koloni dari mars akan orang-orang bumi.
Hari senin, tanggal 24, bulan juli. bumi dibombardir dengan bom nuklir, semua kota besar telah hancur karena prioritas orang-orang mars, begitu pula kota di sekitarnya.
Pada hari itu orang-orang sudah tahu akhir mereka jika hanya menetap dan diam di dalam bunker pengungsian, "kehancuran manusia di bumi".
Di dalam kepasrahan orang-orang bumi, kabar dari federasi bumi berhasil membangkitkan semangat orang-orang.
Setengah dari orang-orang bumi yang tersisa akan dibawa oleh 2 pesawat induk besar dan 20 pesawat pengawalnya untuk mencari planet baru layak huni.
Dan Toby adalah salah satu orang yang beruntung, dia salah satu orang yang memiliki energi sihir yang cukup banyak di dalam kemiliteran.
5 tahun kemudian, hari rabu.
"Toby, ada rencana untuk malam ini?" Tanya seorang perempuan berambut pirang dengan kisaran umur 19 dan mengenakan sebuah seragam berwarna hitam dan rompi anti peluru yang mengikuti jalannya dari belakang.
"Tidak, ada apa?" Jawab Toby.
"Mau jalan-jalan?" Tanya perempuan itu sekali lagi.
"Maaf Reha, aku tidak bisa," Jawab Toby datar.
"Kenapa?" Tanya perempuan bernama Reha itu sekali lagi.
"Aku ada turnamen game malam ini," jawab Toby lalu berbelok ke arah sebuah pintu dan memasukan kartu pass-nya ke sebuah celah kecil antara pintu dan dinding.
Bunyi bip terdengar dan pintu pun terbuka, Toby masuk diikuti oleh Reha. Lalu Reha kembali bertanya, "tadi kau bilang tidak ada rencana apa-apa malam ini."
"Aku memang tidak ada rencana, tapi rencana di luar kamar maksudku."
Setelah itu Toby memutar gagang pintu di koridor sebelah kirinya dan masuk, dan Reha juga akan berjalan masuk mengikuti.
"Ah! Reha ini ruang ganti Pria, ruang ganti wanita di belakangmu" ucap Toby mengingatkan sambil menutupi pintu masuk.
"Oh kau benar! Maafkan aku" jawab Reha lalu mulai berjalan ke pintu di belakangnya.
Setelah itu Toby menutup pintu Ruang ganti, melepas rompi anti pelurunya juga tasnya yang berisi sebuah perisai energi juga helmnya.
"Fuh... Shift siang sampai sore adalah yang terbaik!" Gumam Toby sambil meregangkan tubuhnya.
Lalu ia mulai mengganti seragamnya dengan sebuah kaus berwarna putih polos yang dipadukan dengan sebuah jaket hijau dengan bawahan sebuah celana hitam.
Setelah selesai berganti pakaian ia mulai membereskan barang-barangnya dan membawa pistol berjenis semi otomatis beserta dompetnya. Berjalan keluar ruangan dan mulai menuju kamarnya.
Saat malam tiba ia mulai menyalakan komputernya dan siap mengikuti final dari Turnamen game bergenre FPS (First Person Shooter).
Dan setelah 1 jam lebih bermain akhirnya turnamen selesai, kemenangan tidak didapatkan oleh tim Toby tapi setidaknya mereka bersenang-senang.
Waktu menunjukan pukul 11:34 malam, dan dia baru ingat bahwa kulkasnya sedang kosong, ia segera beranjak keluar kamar dengan membawa dompet dan pistol untuk berjaga-jaga.
Dan saat Toby keluar suara alarm keamanan terdengar dan suara seorang operator wanita mulai terdengar dari speaker yang dipasang di setiap ruangan dan koridor.
"Di sini Operator tingkat 5 Shiozaki Shinobu, tim keamanan tingkat 2 telah melaporkan penyusup. jumlah yang dilaporkan berjumlah 6 orang yang diduga sebagai anggota sabotase dan spionase milik militer mars. Laporan terakhir mengatakan mereka berada di sektor 3 koridor C-6, semua personil militer diharap segera menuju lokasi."
"Sialan, mereka datang di waktu yang tidak tepat! Lebih baik memasang perlengkapan terlebih dahulu!" Gumam Toby yang kemudian mulai berlari menuju ruang ganti.
"Di sini Operator tingkat 3 Damian Esparza, tiga divisi pesawat tempur dan kapal tempur mars telah terlihat, semua pilot dan penyihir segera menuju hangar masing-masing," perintah seorang Operator dengan suara seorang pria.
"Betapa sialnya pihak bumi malam ini," gumam Toby sambil tetap berlari.
Setelah 5 menit berlari akhirnya Toby sampai di dalam ruang ganti, dan pemandangan pertama yang dilihat oleh Toby adalah mayat yang bergelimpangan juga darah yang berada di mana-mana.
Tebasan, Tusukan dari sebuah pisau atau pedang juga sebuah bekas tembakan senjata api terlihat pada mayat-mayat.
"Amisnya... aku benar-benar tidak kuat," pikir Toby lalu segera membuka lokernya dan mengambil perlengkapannya seperti tabung perisai energi, senapan pulse rifle, helm, juga sebuah rompi anti peluru.
Setelah semua perlengkapan telah ia bawa, Toby segera berlari keluar ruangan dan menuju lokasi terakhir yang diberitahu oleh Operator.
Beberapa menit berselang setelah Toby keluar, lampu di koridor mati begitu saja, dan diikuti dengan terdengarnya suara seorang Operator wanita dari speaker, kali ini sedikit patah-patah.
"Di sini operator tingkat 5 Shiozaki Shinobu. Semua personil yang tersedia segera menuju ruangan-ruangan penting seperti ruang mesin, ruang generator listrik dan perisai, juga ruang penopang kehidupan dan gravitasi buatan, sesegera mungkin."
"Malam yang sangat sibuk berjalan sendirian di lorong gelap, hah... benar-benar menyebalkan," gumam Toby sambil tetap berlari dan kemudian mengaktifkan night vision pada helmnya.
Setelah cukup lama berlari akhirnya Toby sampai di koridor C-6 sektor 3, mayat bergelimpangan di mana-mana, dan beberapa dari mereka masih hidup dan terluka sangat parah.
"Oh ya ampun apa yang terjadi di sini?" Tanya Toby lalu segera menunduk agar menyamakan tingginya dengan seorang pria yang sekarat dengan luka tembak di perut dan bahu yang sedang bersandar di dinding.
"Mereka menyapu bersih kami... salah satu dari mereka bilang akan langsung menuju ruang kokpit untuk mengambil alih seluruh pesawat," jawab pria itu lemah.
"Terimakasih informasinya, apakah ada yang bisa aku bantu?" Tanya Toby lalu kembali berdiri.
"Tidak... tidak ada," jawab pria itu.
"Baiklah, kau tidak apa-apa ditinggal di sini?" Tanya Toby sekali lagi.
"Ya, aku tidak apa-apa. pergilah," jawab pria itu.
Setelah pembicaraan singkat itu Toby segera berlari ke bagian depan pesawat untuk bergabung dengan yang lainnya.
Setelah sampai di tempat yang dituju, Toby segera mengangkat tangannya. keadaan di koridor terlihat sangat berantakan, dan di pintu masuk menuju ke area para Operator, jalan telah diblokir oleh sebuah kotak-kotak besi yang ditumpuk dan dijajarkan sedemikian rupa untuk melindungi penembak yang ada dibelakangnya.
"Jangan tembak! Aku Toby Atkinson dari divisi keamanan, personil tingkat satu."
"Bagaimana kau bisa sampai ke sini?" Tanya seorang personil lain.
"Aku tak menemui hambatan dijalan, tapi aku sempat menemui sekelompok personil tingkat 2 yang sudah dihabisi, dan salah satu dari mereka yang terluka parah bilang jika musuh ingin mengambil alih kokpit kapal ini," jelas Toby.
"Masuklah," ucap salah satu personil.
Setelah itu Toby melompat melewati kotak-kotak itu dan segera ikut berjaga sambil berlindung di antara kotak-kotak besi itu.
Beberapa menit berjaga akhirnya satu orang datang, dia terlihat menggunakan seragam divisi keamanan, lalu wanita itu berbicara "aku Katsura Reha dari divisi keamanan, personil tingkat 2."
Setelah Toby mendengar nama Reha dia segera berpindah sisi untuk melihat apa yang terjadi.
"Angkat tanganmu" perintah seorang personil sambil menodongkan senjatanya dari jauh.
"Apa? Kenapa?" Tanya Reha.
"Lakukan saja!" Bentak personil itu.
"Huf... baik~" jawab Reha lalu menangkat tangannya dan melemparkan sebuah granat tepat kedalam benteng kecil yang para divisi keamanan buat.
"Granat!" Teriak salah satu personil lalu segera melompat keluar dari dalam benteng sederhana yang mereka buat, beberapa hanya tengkurap agar mempersulit pecahan granat mengenai mereka.
Toby pun ikut melompat keluar juga agar mengurangi resiko terkena granat. dan saat Toby melihat kedepan, Reha sudah berlari sambil berteriak "semuanya maju!"
Seketika banyak pasukan mars yang berlarian sembari menembaki personil divisi keamanan.
Semua Personil divisi keamanan tidak tinggal diam, mereka balik menembaki pasukan dari mars. Bermenit-menit berlalu akhirnya lampu kembali menyala diikuti dengan seorang Operator dengan suara yang bergetar terdengar, "semua personil divisi keamanan dan operator... saya kepala Operator sekaligus kapten kapal Barett Albrecht, meminta maaf sebesar-besarnya pada kalian, kita akan mengorbankan Guardian Ship ini untuk menghancurkan kapal induk musuh dengan menabraknya dikarenakan perisai musuh yang terlalu kuat. Semua wargs sipil telah diungsikan ke planet terdekat dengan escape pod dan pesawat milik kita. kita akan menabrak dalam 2 menit."
Baku tembak masih berlanjut dan korbanpun tetap berjatuhan, tapi kedua belah pihak memiliki perasaan yang bercampur aduk, marah, sedih, dan ketakutan akan kematian.
Dari pihak divisi kemanan, mereka semua memiliki harapan yang sama, "semoga kematian mereka dapat berguna untuk menyelamatkan lebih banyak orang"