16 NOVEMBER 2021
(DAY 28)
JUMAT YANG SURAM
Ini malam jumat.
Suasananya kelewat mencekam.
Tak terkecuali dengan sudut sekolah di desa kabut yang populer akan keangkerannya itu.
Dan pada satu keremangan yang demikian meremang, nampak satu sosok yang gendutnya luar biasa. Tengah berjalan menembus pekatnya malam menantang dinginnya suasana.
Hihi....
Terdengar satu suara yang tidak asing lagi.
Hihi...
Si Gembrot penasaran. Dia menajamkan pandangannya. Dia tajam kan pula pendengarannya.
Suara demikian sudah sangat familiar sebagai sesuatu yang demikian menakutkan. Apalagi daerah ini terkenal akan keangkerannya. Dan berikutnya nampak putih-putih yang bergerak mendekat dan sangat menakutkan.
Makanya mau tidak mau, dia mesti berteriak....
“Tolong!” Dengan sekencang-kencangnya.
“Ada Hantu!”
Dia pun berlari sekencang-kencangnya melebihi kencang suara tadi.
Dan langkahnya yang berat itu terus menembus pekatnya malam, dan menghilang di suasana kelam.
Hahaha....
Anak-anak pada senang melihat anak bertubuh gembrot itu lari tunggang langgang. Mereka segera melepaskan pakaian putih penutup seluruh tubuh.
Pagi harinya setelah suasana malam mencekam itu,
“Heh Mbrot! Sini deh Mbrot.” Anak-anak memanggil si Gembrot. Dia tengah santai di teras kelas. Yang rupanya sudah berusaha melupakan segala kejadian buruk yang menimpa nasib buruk tubuh nya itu.
“Brat brot Brat brot! Sopan dikit napa?”
“Lah namamu siapa?“
“Wotita Insiano.“
“Alias....“
“Ta’i.“
“Sialan! Dasar bedebah kalian! Kalau memotong singkatan nama itu, paling depan, apa paling belakang. Jangan gitu dong.“
Si Gembrot marah, sedikit ngambek, seraya merajuk.
“Tahu tak, kalau kemarin itu kau kita kerjain alias di bully?“
“Tak....“
“Makanya kita kasih tahu nih,“ ujar anak-anak dengan pede nya dan berharap si gembrot akan marah seraya menjadi langsing.
“O yang jadi hantu itu kalian pade.“
“Hooh.“
“Wah sialan campuran keparat dong kalau gitu!“
Hehe....
“Ngekek lu!“
“Makanya, kita mau ngajak anda yang gembrot itu makan. Mau tak? “
“Kemana?“
“Kantin kita yang sangat kita banggakan itu dong.“
“Ogah. Disana menu nya palingan makan geprek doang.“
“Lo lo... Jangan sembarang. Kita sudah pesan banyak makanan hanya untuk mentraktir anda yang kelewat gembrot itu. “
“Boleh lah. “
“Ayo ke kantin kalau demikian. “
Di kantin banyak makanan yang nikmat dan aneh-aneh hanya demi satu orang Gembrot itu saja.
Ada spageti, sudah pasti, lalu burger. Tacco, bergedel, sukiyaki, susshi, kentucky, serta tahu bulat kering. Minumannya juga keren, es teh sama jus jambu biji. Serta air putih karbonasi.
“Ayo habiskan,” ujar temannya saat melihat si Gembrot baru menghabiskan spaghetti dan burger saja.
“B.. bentar. Keseretan gua,“ ujarnya gelagapan.
Setelah menghabiskan semuanya, mereka jalan-jalan ke kolam renang. Yang ada ombak buatannya itu.
“Help... Hleb. Tolong gua tenggelam!“
Perahu karet yang dinaiki si Gembrot rupanya tak kuasa menahan berat badannya. Yang membuat seakan tumpah ruah saja.
“Wah perahunya nggak kuat.“
“Kita tarik, entar mati lagi. “
Merekapun menyeret si Gembrot ke tepian. Berikutnya naik perahu mainan yang lebih besar dengan santainya.
Sembari mendorong – dorong perahu besar yang dinaiki Gembrot, berkeliling kolam.
Si Gembrot merasa terhibur, dan senang sekali.
Mungkin karena Jumat ini, Jumat yang asik.