26 OKTOBER 2021
(DAY 7)
KAMU TIDAK PERNAH AKU DAPATKAN
Aku hanya berdiri tertegun.
Dan tak mau turun dari atas tahtaku yang mencekam ini.
Tahta yang terdiri dari lembabnya daun-daun basah.
Dari cabang-cabang pohon yang mulai lapuk.
Dan lobang bekas burung pelatuk yang kuat menembus kayu.
Disini bersama kengerian yang sudah melekat.
Hingga tak perlu takut lagi.
Dan tak usah khawatir.
Gadis itu melangkah sendirian.
Tapi aku hanya bisa meratap.
Dia jauh.
Sangat jauh.
Untuk satu keinginan yang tak bisa terlunasi.
Biarlah aku disini.
Bersama dingin malam.
Dan keriap bayang –bayang pepohonan.
Diantara lebatnya dedaunan hutan saja.
Akupun terdiam.