Semua kenangan yang pernah kita ukir bersama. Sedekat apapun kita di waktu dulu. Saling pedulinya kita di masa lalu. Aku tidak pernah mendapatkan hatimu. Kita tidak di takdirkan untuk bersama.
Aku yang selalu terpaksa untuk tersenyum di depanmu, ketika kamu mengenalkan pasangan barumu. Senyum bahagiamu yang tidak kamu berikan untukku. Memberikan luka yang sangat dalam di hatiku. Perhatian lebih yang kamu berikan padanya. Membuat dadaku sesak.
Apa kau pernah memikirkan perasaanku?
Sudah bertahun-tahun kita berteman. Aku tidak ingin merusak pertemanan ini karena perasaanku. Aku lebih memilih memendam, dan menikmati rasa sakit yang mendalam ini. Aku hanya bisa mengurung diri di kamar.
Ingin rasanya aku menangis setiap kali aku mengingatmu tertawa bersamanya. Tetapi sulit rasanya untuk melakukan semua hal itu, karena kita memang tidak di takdirkan untuk bersama. Aku bertemu denganmu, hanya di tugaskan untuk menjaga mu. Tidak lebih.
Walau aku sudah pernah berjuang untuk mendapatkan hatimu. Kau selalu menganggap itu semua hanya sekedar lelucon. Aku menyerah. Aku tidak akan pernah mendapatkan hatimu.
Mulai sekarang, aku hanya akan menjagamu, dan menjadi tempat mu bersandar di kala sedih. Jangan sungkan, meski memang kita bukan pasangan, aku akan selalu ada untukmu.
Catatan penulis:
Terimakasih sudah baca.
Gomen, kata-kata kurang bagus.
Alur muter-muter.