Waktu terus berjalan, ia berjalan tanpa menengok kebelakang, kadang kitalah yang selalu menengoknya, sehingga ia (waktu itu) terasa tertinggal, padahal ia telah meninggalkan kita.
Sesungguhnya yang tertinggal hanyalah kenangan, kenangan yang kita buat sendiri, kenangan yang kita sendiri putuskan, apakah ingin mengingatnya ataukah melupakannya.
Kenangan yang kita putuskan itu pun, apakah kenangan yang baik ataukah kenangan yang buruk? Kadar baik dan buruk pun biasanya juga berbeda bagi setiap orang, tapi itu tidak lah penting dalam hal ini, yang terpenting adalah tentang bagaimana diri ini menerima kenangan tersebut, apakah menerima sebagai suatu kenangan yang baik atau kah buruk, kenapa? Karena diri ini lah yang menyimpan kenangannya bukan mereka.
***
Jikalah kenangan itu adalah baik, maka itu adalah hal positif, dan tak mengapa kau menyimpannya sesuai dengan kadarnya, karena ia adalah kenangan dan kenangan tetaplah kenangan, ia tetaplah sesuatu yang telah berlalu. Jangan lah sampai kau tenggelam didalamnya dan mengabaikan masa sekarangmu.
***
Sedangkan untuk kenangan buruk yang kau simpan, ia bisa kau jadikan pelajaran. Pelajaran berharga agar kau tak perlu mengulanginya dan bisa menjadi lebih baik, memang terdangar klise, tapi memang seperti itulah adanya. Janganlah berlarut-larut dengannya, cukupkan saja sesuai dengan kadarnya, jadikanlah ia temanmu, teman dalam pelajaran hidupmu. Baiknya kenangan buruk yang berkonotasi negatif itu bisa kau jadikan suatu hal yang positif.
SEMANGAT!
***
Ingatlah, apa yang telah berlalu, ia tetap akan berlalu, ia tidak akan pernah tinggal, karena waktu terus berjalan, yang tertinggal hanyalah kenangan yang kau putuskan. Jadikanlah kenangan itu selalu positif untukmu, karena itulah yang terbaik untuk kamu agar terus tegak menjalani hidup.
***
TERIMAKASIH.
TAMAT.