30 Oktober
(Day 11)
Ada cincin dan pedang yang menusuknya.
Cincin itu cincin kenangan yang bisa jadi sebagai perlambang seseorang yang memiliki jabatan tertentu.
Setelah turun dari pesawat langsung menuju ke piramida. Jumlahnya sangat banyak. Dengan biaya pembuatan yang pastinya sangat besar untuk ukuran pada masa itu. Mungkin lebih banyak pengeluarannya dari semua harta yang Bos miliki.
Didekati piramida-piramida raksasa itu. Menurut kabar, kalau dahulu, memang bagian luar piramida juga halus, terbuat dari marmer yang indah sebagai lapisan luarnya. Sehingga nampak berkilauan kala matahari menyinarinya dan dipantulkan sinar itu menembus mata. Dari luar angkasa juga terlihat jelas.
Bahkan piramida yang terkecil dalam komplek itu saja, bisa lebih gede dari gajah bengkak sekalipun.
“Beramai-ramai dong. Kebanyakan dengan menariknya dan ada yang mendorong dengan pengungkit tapi teknologi masa itu paling dengan menarik beramai-ramai pakai tali yang dibawa jauh dari pegunungan yang sebelumnya dihanyutkan menggunakan perahu lewat sungai nil itu. Barulah setelah dekat lokasi ditarik beramai-ramai bisa jadi Jalanan Pasir Itu dikasih kayu bulat yang memudahkan jalannya batu-batu besar tadi. makanya kebanyakan piramida letaknya dibarat sungai yang tak jauh dari sungai tersebut. “
Banyak yang mati muda. Para pekerjanya itu. Sebagian besar memang dibayar terutama buat yang pandai-pandai. Namun banyak yang merupakan budak dan di paksa membantu mengerjakannya.
Banyak catatan mengatakan akan hal itu. Mereka ini orang yang kalah perang atau memang terlahir menjadi budak.
Dan para pekerja, ada yang menjadi mumi. Dari mumi inilah diketahui penyebab kematiannya, yang kebanyakan karena patah tulang belakang, atau rusaknya tulang punggung, akibat membawa beban berat.
Ruangan yang menyeramkan dan sangat lengang. Pada masa sebelum dibukanya itu. Lorongnya Panjang dan sebagian besar tidak rata. Namun diberi pegangan Untuk memudahkan Para pengunjung menyusurinya Dan tidak tergelincir Karena memang jalanan menanjak.
Banyak ruang ternyata. Selain tempat utama Untuk meletakkan mumi sang raja Juga di pakai untuk keluarganya Meskipun tak pasti Sebab para permaisuri sudah dibuatkan piramida sendiri.
Bahkan ruangan itu sengaja dibiarkan kosong agar para pemburu harta bisa terjebak. Mereka menyangka sudah menemukan tempat harta. Nyatanya kosong. Bahkan tak jarang pada satu sudutnya dipasangi perangkap. Ada yang Cuma racun biasa, atau bakteri yang bertahan ribuan tahun. Hal ini untuk mengecoh para pencuri. Yang ternyata sudah ada sejak jaman dahulu kala. Dimana selalu tumbuh. Meskipun hukuman berat juga ikut menyertainya. Bagaimana sampai ada yang dipootong tanganya, kaki serta kepalanya. Atau Cuma ditinjoki warga sampai bonyok. Tapi kejahatan kecil ini terus ada. Sepanjang manusia itu juga ada. Baru hilang setelah manusia lenyap. Atau justru sebelum manusia ada. Nyatanya mahluk lain juga berbuat demikian. Mereka akan mencuri makanan, atau mengambil suatu mangsa dari induknya yang kuat. Pencurian secara alami. Ular mencuri telur burung saat induknya pergi. Sebab kalau melawan induknya juga akan beresiko. Selain bertarung yang belum tentu menang, kalau menang akan menderita luka-luka. Seiring kuatnya sang induk untuk mempertahankan miliknya. Demikian juga dengan Baboon, kalau dia lengah, maka anaknya akan dicuri Hyena. Dan itu sangat menyakitkan.
Adanya ruang yang kosong barangkai untuk sirkulasi udara sehingga dihubungkan dengan lorong di luaran. Serta ada lubang buat ruang utama itu melihat bintang yang dibuat lurus. Seakan para raja dahulu meyakini kalau nyawanya akan menjadi kelipan bintang diatas sana, yang terus bisa memantau keberadaan keluarganya di bumi. Dengan menjadi sinar, maka keluarga akan selalu ingat padanya. Mendoakan, serta mengenang akan keperwiraan yang pernah dilakukan demi kelangsungan keturunannya itu. Serta kelip-kelip itu pertanda suatu yang abadi. Bersinar terang. Dan membuyarkan angkuhnya kegelapan malam. Diatas sana para roh menunggu yang lain untuk mengikuti jejaknya mewartakan perdamaian sehingga keabadian yang akhirnya didapatkan.
Ada ruang di bawah tanah, nampaknya belum selesai ini kelihatannya entah mau dipakai untuk apa mungkin rahasia. Bisa jadi untuk tempat sang raja sendiri atau memang untuk tempat air kala banyak curahannya yang menggenangi piramida ini juga yang mengindikasikan kalau beberapa ruangan dibuat setelah piramida jadi atau batu-batu raksasa itu telah terkumpul. Tidak pada rancangan awalnya.
Jadi mereka mengeruk batu yang telah tersusun. Dan ruang bawah tanah ini contohnya dimana belum sempurna pengerjaannya.
Saluran air ini dibuat sebagai bagian dari perjalanannya yang sebagian mungkin telah direncanakan namun yang lainnya dibuat sebagai bagian memperbaiki keadaan dimana mereka menjaga agar air tak merusak bangunan.
Daerah ini kering makanya banyak benda yang terawetkan dengan sendirinya namun suatu ketika datang hujan yang tak pasti dan airnya menggenangi bagian dalam piramida dan pada beberapa tempat pastinya tak berjalan lancar. Maka mereka membuat saluran tambahan guna membuang genangan tersebut.
Atau ruang bawah tanah itu mau dipergunakan sebagai kubur raja yang sesungguhnya. Setelah mengetahui kalau keberadaan ruang pada titik utama selalu ditembus oleh para pencuri, sehingga mesti dipindahkan ke suatu tempat yang paling rahasia. Nyatanya, pada suatu kasus, sang raja dimakamkan pada suatu lembah di tempat yang jaraknya sangat jauh. Padahal semua mengira ada di piramida besar itu. Karena bangunan sudah jadi, bekal kubur juga ada, serta perahu arwah dikubur didekat piramida yang mengangkut jaadnya tersebut. Nyatanya mumi justru didapatkan pada tempat yang sangat jauh, ratusan kilometer dari piramida. Ini membuat banyak spekulasi. Jangan-jangan mumi itu memang dahulu ada di piramida, lalu dipindahkan ke suatu lembah, karena para generasi pemujanya menginginkan lokasi suci penguburan bukan dalam piramida yang sempit dan mudah runtuh. Atau memang seperti pada pembicaraan awal, bahwa mumi itu sengaja disembunyikan agar tak ditemukan oleh para perusak. Hal ini banyak terjadi di masa lalu. Bagaimana jenghis khan mesti merahasiakan kuburnya, dengan membuatnya rata dan diinjak-injak ribuan kuda serta 3000 pengawal yang memakamkannya dibunuh untuk tak membocorkan rahasia. Atau firaun sendiri yang mesti menghapus nama serta peninggalan terdahulunya agar hilang dari sejarah. Semua ini dilandasi berbagai kepentingan. Kalau jenghis khan memang disamarkan biar kuburnya tak dirusak musuh, dan nama besarnya tak dilecehkan. Sementara para raja mesir itu menghapus mereka agar kekuasaan sang raja yang bertahta bisa langgeng dalam memerintah hingga akhir hayatnya. Demikian juga dengan firaun ini, kelihatannya untuk menyembunyikan dari para pencuri harta, ini dilihat dari kubur rahasia yang belum terpakai, lokasinya benar sangat tersembunyi, bahkan tak terdeteksi hingga tiga ribu tahun, dan dialihkan pada kubur lembah yang lain, yang justru lebih dulu ditemukan.
Kemudian menuju lembah para raja. Dimana para firaun disemayamkan pada ruangan di dalam gua-gua buatan bagi raja-raja itu. Yang dibuat menyerupai istana. Dengan bagian dasar yang kuat karena dari bebatuan alam pegunungan, membuatnya mampu bertahan hingga ribuan tahun. Serta bagian dalamnya hampir tak tersentuh, akibat banyaknya larangan, yang membuat orang-orang enggan menjamahnya, keuali para pencuri harta yang dengan teganya mengobrak-abrik seluruh ruangan demi bekal kubur yang sangat berharga itu.
“Itu di tempat panas,“ ditunjuknya suatu lokasi yang berada di tempat gersang. Tak ada tumbuhan asli. Bahkan pohon cimplukan juga tak ada. Ada palingan kalau dalam pot yang bukan dari situ. Dan sengaja dibawa untuk membuat rimbun lokasi. Jadi panasnya sedikit dikurangi. Karena lokasi ini berada di lahan gersang. Pada suatu pegunungan rendah. Meskipun berada dekat sungai Nil. Tapi lokasinya tak tersentuh air. Berada di seberangnya dahulu adalah istana. Pada timur sungai dianggap tempat kehidupan. Dan disisi barat menurut keyakinan mereka adalah daerah orang mati. Makanya kebanyakan makam berada di daerah barat sungai. Yang secara geografis juga aneh. Dengan batas suatu gurun yang sangat luas. Sehingga kalau orang dahulu berada disana, maka tak akan bertahan lama, sudah kurus kering saja, dehidrasi. Karena secara logika, daerah tersebut sangat gersang yang dengan jangkauan orang atau binatang sekalipun tak akan sanggup melintasinya. Makanya terkenal akan dunianya sebagai milik orang mati. Lain pada daerah timur sungai yang subur. Mungkin dalam jangkauan hari, atau jam saja sudah bertemu dengan perairan lain. Serta yang jelas memang dalam kepercayaan mereka yang meyakini demikian. Seiring tenggelamnya surya, maka tenggelam juga kehidupan yang hanya mengandalkan cahayanya. Sang Re.
“Iya tapi tak pernah atau jarang tergenang air. Karena memang curah hujan yang tipis. Serta kondisi tanah yang keras. “
Langsung saja mereka menuju ke makam raja itu, sesuai tujuan awalnya, untuk melihat sebagaimana mengerikannya ruangan sempit yang dahulu berisi mumi indah dan harta tak ternilai banyaknya. Mulai dari empat peti kayunya yang membungkus mumi. Serta topeng emas yang begitu indah.
Lokasi yang memang aneh. Kecil. Tersembunyi. Sudah berada di makam orang, sudah itu menurun panjang. Dimana ada empat petak lokasi. Yang keadaannya memang mirip tempat penyimpanan. Juga secara nyata. Disimpan hingga puluhan abad. Tersimpan secara abadi. Dan baru ditemukan sebagai harta karun yang mahal dan berharga. Merupakan harta dari ujung dinasti. Dan namanya terhapus sekian lamanya. Membuatnya menjadikan suatu pennggalan misterius sekaligus membanggakan seiring populernya nama yang abad ini kembali ditemukan.
Semua pekerja menderita yang kali ini mati semua. Memang sudah tua mungkn. Tapi dalam kondisi yang terjadi beberapa saat setelah ditemukan membuat spekulasi bermacam-macam. Ada yang mengira terkena bakteri. Atau terkena penyakit gurun lain. Karena tinggal pada lokasi yang berbeda dengan dunianya. Dan yang paling populer karena terkena bakteri yang terdapat dalam mumi, dan berkembang biak secara alami pada jaadnya hingga berganti ribuan keturunan tetap terperangkap didalam daguing keringnya. Dan seiring dibukanya wadah yang memperangkapnya, membuat bakteri itu mencari inang baru. Para pejerja tersebut, dan merasukinya. Untuk menjangkau bagian lemah ditubuhnya yang sudah terkena penyakit. Lalu dengan spesifiknya memakan bagian rapuh itu, serta berkembangbiak jutaan kali, untuk silih berganti hidup dan mati, hingga menuntaskan detak jantung sang inangnya. Dan berpindah pada tubuh lain sebagai inang barunya. Dan berturut pula memangsa orang-orang terpapar itu. Namun dengan adanya sang penemu yang masih hidup membuat teori kutukan sedikit melemah. Kalau ada kuukan maka semuanya mati. Tapi ini justru yang paling bertanggungjawab, malahan selamat.
Raja pada tempat ini setidaknya ada 64 firaun, dari berbagai dinasti - dinasti kuat. Terutama dinasti ke 18. Para firaun itu banyak mempunyai nama besar.
Ruangan yang dilukis indah penuh warna-warni dan gambar-gambar dimana berisi kisah hidup dan berbagai petualangan mencengangkan yang menghiasinya. Lukisan-lukisan itu yang bercerita pada generasi selanjutnya untuk dikenang. Ada gambar saat berperang melawan musuh dan kemenangan yang diraihnya.
Ada gambaran sang raja tengah berburu. Sehingga dapat dibayangkan kalau hal tersebut merupakan kebanggaan buat seorang raja, andai berhasil menangkap hewan buruan. Sehingga tanpa memperdulikan fisik lemahnya, seorang calon raja akan melakukannya dengan disaksikan rakyat untuk membuktikan kalau dia kuat. Dan hasilnya sungguh fatal. Dengan kondisi lingkungan yang tak stabil, maka goncangan kereta membuat cacat sang raja bertambah parah hingga membuat dia jatuh dari kereta. Dan menambah lukanya bertambah. Belum lagi sakit malaria yang diidapnya, karena tinggal disekitar sungai, maka nyamuk berkembang biak dengan indahnya, hingga mampu menembus istana, dan menularkan penyakit berbahaya itu padanya.
Di ruang kecil dan tersembunyi yang dikira sebagai suatu tempat tak terduga dimana kematiannya tiba-tiba akibat kecelakaan atau penyakit.
Pada ruang tak semestinya jika dibandingkan raja lain yang sangat besar dan luas. Padanya hanya satu ruangan kecil saja. Sehingga banyak yang memperkirakan kalau kematiannya mendadak, belum ada persiapan untuk 70 hari kematiannya, yang mesti dimakamkan pada kubur yang bagus, sebagai perjalanan menuju ruang abadinya.
Ditemani harta berlimpah. Mulai dari mainannya dimasa kanak-kanak, topeng milik leluhurnya, juga tongkat antik lainnya yang sangat mewah. Topeng kematiannya itu diperkirakan seorang wanita. Ini kalau membandingkan dengan patung kayunya, dan analisa wajah dengan komputer yang memperlihatkan kalau gambarannya memang sangat berbeda. Topeng wanita yang mungkin milik ibunya itu entah mengapa dipakaikan padanya disaat kematiannya. Tongkatnya dahulu juga ditemukan sangat banyak, yang dipakai untuk membantunya berjalan. Dan semua masih tersimpan baik dalam ruangan sempit itu.
Anaknya juga dimumikan, ada dua mumi bayi dan berdasarkan penelitian, itu anaknya yang bersamanya untuk bersama ke alam lain. Dan dimungkinkan anaknya tak sempat menghirup udara di luar kandungan alias mati dalam rahim. Dengan melihat kenyataan ini maka bisa diperkirakan kalau mumi bayi itu meninggal karena rentan terhadap penyakit akibat perkawinan tak sewajarnya dari satu keluarga. Sehingga kekebalan dan daya tahannya terhadap penyakit benar-benar rapuh.
Memang yang mengherankan, tak ada mumi istrinya di dalam ruangan tersebut. Yang membuat perkiraan sang istri kemudian kawin dengan firaun selanjutnya berdasar cincin yang ditemukan.
Cincin dan pisau besar.