Tantri seorang wanita muda berusia 18 tahun.Dia terlihat berjalan dengan membawa tas lumayan besar menuju kosan dewi sahabatnya..
"dewi,,dewi,",kata tantri didepan pintu
dewi membuka pintu untuk sahabatnya itu..
"kamu gak bilang sama alan kalau kamu kesini" tanya dewi..
"gak,,aku gak mau lagi sama dia" tantri mengeluarkan air matanya..
"kamu jangan berani kasih tahu alan ya dew!!" kata tantri pada dewi..
Dewi tahu sahabatnya ini sedang emosi,,maka dia tidak melakukan apapun agar tantri tak bertambah emosi..
"ya sudah,,kamu istirahat saja dulu" kata dewi lembut..
Tantri yang sekarang berusia 18 tahun seharusnya masih suduk dibangku SMA seperti Dewi,,namun Tantri dan kekasihnya Alan yang sekarang telah menjadi suaminya ,melakukan hal yang seharusnya belum boleh dilakukan mereka..
Dia sempat mengandung,namun keguguran..
sifat Tantri yang masih kekanakan membuat kesalah pahaman sering terjadi antara dia dan Alan..
Alan sendiri berusia 20 tahun dia kuliah di sebuah universitas..
Alan sangat mencintai Tantri,,dia selalu bersikap lembut padanya..
Walau mereka masih sama-sama muda,,Alan bisa bersikap dewasa..
"kau !!berani kau menghamili anak gadisku hah" plaakkk ayah tantri memukul wajah Alan saat itu..
"saya akan menikahi tantri pak,,saya mencintainya"
ucap Alan..
"mau kau kasih makan apa anakku bajingan??" tambah ayah lagi..
semua kacau,,hanya ibuTantri yang lembut memberi kesabaran pada ayah..
"sudahlah pak..yang penting kita nikahkan saja mereka pak!"ibu menangis..
Acara pernikahan dilakukan dengan sederhana,,ayah Tantri seorang kepala desa yang dihormati,,sedang keluarga Alan hanyalah warga petani..
Alan membawa Tantri ikut kekota tempatnya kuliah,mereka menyewa kosan tuk berdua..
namun tak berselang hanya tiga bulan usia kandungan Tantri dia keguguran...
Dewi berkenalan dengan Tantri saat disekolah dasar,,tapi dewi pindah SMA di kota yang sama dengan Alan kuliah..
Alan sudah berkeliling mencari Tantri,,diteleponpun tak diangkatnya..dia bingung kemana istrinya itu berada..
Dia menulis pesan keponsel Tantri,kali ini dia menulis pesan yang sedikit lebih panjang dan tampak Alan meneteskan airmata...
Ditempat Dewi,Tantri memandangi ponselnya,,dia ingat kejadian tadi saat dia bertengkar dengan Alan..
"seharusnya kau bisa sedikit berhemat tri,,kau tahu aku masih kuliah,kita butuh biaya dan harus berhemat"kata Alan lembut..
"kau tahu Alan,aku ini juga wanita..ingin makan enak,memakai wewangian,memakai baju baru,,aku hanya membeli itu" ujar Tantri menangis...
Alan menghela nafas dia tahu tantri menginginkan itu,namun Alan yang kuliah sambil bekerja di SPBU
harus mengatur keuangan,,karena bantuan orang tuanya tak bisa diharapkan karena hanya petani..
Sedang ayah Tantri tak mau membantu karena tidak setuju punya menantu Alan..
Alan hanya diam,,kemudian dia berangkat bekerja...
Tantri kemudian pergi kekosan Dewi...
tenggg....bunyi pesan diponsel Tantri:
"tantri istriku, kumohon pulanglah,,aku tak marah padamu,,aku marah pada diriku sendiri yang mengecewakanmu..
Tantri,kumohon bersabarlah,aku sedang menuju jalan membahagiakanmu..
Aku telah bersumpah pada Tuhan membahagiakanmu lahir dan batin,,aku akan tepati..
Tantri istriku sayang,,kau adalah istriku sampai aku matipun akan selalu begitu..
pulanglah sayang,aku akan bekerja lebih keras lagi..
pulanglah ,,aku merindukanmu,,aku mencintaimu..
Tantri menangis membaca pesan itu,,dia teringat kembali bagaimana cinta mereka dulu,,bagaimana perjuangan mereka tuk bisa bersama..
Tantri berlari keluar kamar,,menyesal atas sifat kekanakannya,,sifat egoisnya,,dia berlari berniat mencari kendaraan umum tuk pulang..
"maafkan aku Alan,,maafkan aku suamiku,,yang aku bahkan belum menjadi istri yang baik bagimu"
batin Tantri tetap berlari dan menangis...
braaakkkk!!!!!jedaaarrr!!!
"aaaaa" teriak Tantri..
terdengar suara mibil yang mengerem...
dewi yang mengejar Tantri dibelakang teriak..
"tantriiiiiii tidaaaakk!"
Tubuh Tantri terpental,,tak ada rasa sakit yang dirasakannya,,perlahan melayang...gelaapp,,sunyi...