pagi ini saat aku membuka jendela kamarku tidak pandanganku selalu tertuju kepada sosok cowok yang berada disebrang rumahku yang diam- diam aku selalu memerhatikan nya
namu pagi ini tanpa aku sadari dia juga memandang ke arahku dengan wajah malu aku segera menutup kembali jendela kamarku,aku menyandarkan tubuhku dibalik jendela dengan jantung yang berdetak kencang
setelah menetralkan jantungku aku segera berjalan untuk membersihkan diri serta bersiap- siap sekolah
setelah siap aku bergegas keluar kamar menuju ruang makan
setelah menyelesaikan sarapan aku berpamitan kepada kedua orangtuaku,aku berjalan keluar menuju halaman rumah karna sekolah tidak terlalu jauh seperti biasa aku berjalan kaki
"kamu Tania kan" ucap suara belakangku
aku memberanikan diri menoleh kearah belakang seketika aku mematung melihat sosok yang menyapaku
" i- ya" jawabku sambil menundukkan kepala
" kenalin aku Aditya " ucap cowok hadapanku sambil mengulurkan tangannya
" aku Tania " sambil menjabat tangannya
setelah berkenalan Aditya mengajakku berangkat bersama dengan jantung yang berdetak kencang aku mengikuti langkah Aditya tanpa berani menoleh kearahnya
" aku duluan ka" aku berkata kepadanya karna sudah sampai depan gerbang sekolah
" iya,nanti pulang sekolah aku tunggu disini" jawab aditya seraya tersenyum kepadaku
aku berjalan masuk kedalam sekolah dengan hati berbunga- bunga karna untuk pertama kalinya cowok yang diam- diam aku perhatiin merespon ku hingga tanpa aku sadari tubuhku menabrak tubuh Rio hingga aku terjatuh
" kamu gak apa- apa" tanya Rio sambil mengulurkan tangannya membantuku untuk berdiri
" gak apa- apa" ucapku seraya meraih tangan Rio
" kamu lain kali hati- hati kalau jalan" ujar Rio seraya melepaskan tangannya
" maaf aku gak sengaja" aku merasa tak enak karna tanpa sengaja menabrak Rio
Rio hanya menggunakan kepalanya sebagai jawaban atas perkataan aku,aku segera berjalan melewati Rio yang masih berdiri ditempatnya,entah mengapa aku merasa ada yang aneh dengan sikap Rio terhadapku mungkin itu hanya perasaan aku saja
jam pulang sekolah tiba aku bergegas berjalan meninggalkan kelas menuju ke arah gerbang sekolah seketika aku dibuat terpaku melihat Aditya sudah berdiri di depan gerbang dengan langkah pelan aku menghampirinya
" kakak disini" tanya aku sambil menghampiri sosok Aditya
" iya kita pulang bareng, lagian rumah kita satu arah" jawab aditya dengan menyunggingkan senyum di wajahnya
aku segera mengangukan kepala segera mengikuti langkah Aditya selama perjalan aku hanya bisa menatap punggung Aditya aku masih mengira ini mimpi sampai aku mencubit tanganku pelan ternyata semuanya nyata hingga tanpa sadar aku sudah sampai didepan rumahku
" sudah kamu masuk" titah Aditya menyadarkan lamunanku
" aku masuk dulu ka" pamit aku kepada aditya segera beranjak masuk kedalam sesekali aku menoleh ke arah Aditya yang sudah menjauh
semenjak itu aku dan aditya semakin dekat namun aku tak pernah mengutarakan perasaanku mungkin aku terlalu malu untuk mengatakannya,sampai suatu ketika aku mendengar kabar tentang kepindahan Aditya yang tiba- tiba tanpa memberi tahu aku
aku merasa sedih terpuruk setelah kepergian Aditya,aku merasakan hancur karna kehilangan cinta pertamaku mungkin semua salahku karna tidak pernah mengatakannya tapi semua sudah terjadi dan aku tak bisa menyesalinya
Lima tahun berlalu aku selalu menutup diriku sendiri bahkan aku menutup hatiku karna aku berharap cinta pertamaku kembali namun harapan itu sia- sia karna Aditya tidak pernah kembali dari situ aku belajar bahwa kita harus bisa mengungkapkan apa yang kita rasakan sebelum orang itu pergi dan tak kembali sekarang aku belajar melanjutkan hidup dengan cara melupakan cinta pertamaku dan memulai hidupku tanpa bayang- bayang itu
ini ceritaku semoga kalian suka