Persahabatan yang sejati antara laki-laki dan perempuan memang sangat susah untuk mengunci hati, apalagi jika perlakuannya layaknya seorang ratu baginya, setiap apa-apa pasti akan di lakukan, setiap yang di minta akan di kasih, dan setiap main bersama pasti menaruh perhatian dan harapan.
Sarah Salsabila adalah perempuan yang berharap mendapatkan cinta sejati dari Dafa sahabat lelaki nya, Sudah tiga tahun mereka tidak bertemu, saat mereka keluar SMA mereka berbeda universitas, Dafa melanjutkan pendidikannya ke Universitas yang ada di Jogja, sedangkan Sarah dia tetap di Jakarta di Universitas Indonesia.
Hari ini adalah pelulusan mereka, dan Sarah beserta Dafa pernah berjanji, suatu saat nanti ketika pelulusan tiba, aku ingin bertemu dengan mu di sini, tepat di sini, di sebuah taman indah yang terletak di Jakarta.
Dulu pertemuan terakhir Dafa dan Sarah di taman tersebut, dan sekarang sudah waktunya mereka bertemu lagi, Dafa pernah sempat berbicara pada Sarah yang membuat Sarah berharap tinggi.
Dafa pernah berkata," Tunggu kabar bahagia ku di sini, dan jadilah yang pertama aku temui" Kata-kata itu yang selalu melingkari otaknya selama tiga tahun, dan hari ini Sarah sudah tepat di sebuah taman itu dengan berpakaian yang sangat cantik untuk menyambut kedatangan Dafa.
Dan berharap dirinya mendapat kan kabar gembira yang bisa menguras air mata bahagianya.
"Aku tidak sabar ingin segera bertemu dengan nya, kabar gembira apa yang akan Dafa katakan, semoga saja kabar gembira itu adalah harapan ku yang selama 3 tahun ini ku nanti-nanti kan" Senyuman bahagia Sarah terpancar lebar di wajahnya, meski belum tahu kabar gembira apa yang akan Sarah dengar nanti.
Tidak lama dari hanyalah Sarah, tiba-tiba seseorang mengagetkannya dari belakang.
Bwaa..
Benar-benar membuat Sarah kaget lalu dengan cepat orang tersebut mengumpat di belakangnya Sarah setiap Sarah mencarinya.
"Hey, aku sudah tahu, pasti kau Dafa kan!! aku masih tahu bagaimana caramu mengagetkan orang, ayo cepat keluar, tampak kan wajah mu aku sudah lama ingin menatap wajahmu, ayo cepat"
"Bwaa.. [Menampakkan dirinya]. Cie yang kangenin sahabatnya, udah 3 tahun gak ketemu, sampai segitunya" Kata-kata itu sedikit menciutkan ekspresi Sarah.
"Tentu saja aku kangen padamu, aku sedang menunggu kabar gembira itu yang pernah kamu katakan padaku!!" Senyuman itu kembali lagi menghias wajahnya, berharap sekali di hari ini dan di menit ini, Dafa memberitahukan masa depannya.
"Ooh masih ingat ya, tapi kalo sekarang kayaknya belum tepat deh, nanti aja sambil nunggu sesuatu yang akan membuatmu bahagia"
"Hmm apa sih bikin aku penasaran" Senyuman bahagia nya mulai muncul lagi, sepertinya harapan Sarah sebentar lagi terwujud.
"Dafa kapan kebahagiaan itu datang!! aku sudah tidak kuat ingin melihatnya"
"Bentar dulu Sarah, kau dari dulu sampai sekarang tidak berubah-ubah ya, masih aja suka buru-buru, mendingan kamu beliin aku minum dulu gih, aku haus lumayan cape juga perjalanan tadi"
"Hem kamu juga sama tidak pernah berubah, masih aja suka nyuruh-nyuruh aku, tapi gak papa demi kamu😅, aku akan membelikan minum untuk mu, tunggu sebentar di sini ya, tunggu" Ucap Sarah berlari dengan pandangan yang tidak mau berpaling dari Dafa, Dafa yang melihatnya tersenyum menatap Sarah.
"Masih aja bikin ngangenin tingkahnya" tersenyum menatap kepergian Sarah.
ketika Sarah masih berlari dan belum kabur pandangan, Sarah tidak sengaja'menyenggol salah satu perempuan yang sedang berjalan itu.
Bugg..
"Eh maaf kak, saya gak sengaja" Ucap Sarah sangat sopan, lalu wanita itu malah membalas nya dengan senyuman dan menjawab dengan sopan juga.
"Tidak apa-apa de, ini sebuah ketidak sengajaan"
"Makasih kak, ya udah saya pamit pergi dulu ya, mari" melanjutkan jalannya dan segera membeli air minum yang berada di warung sebrang taman.
...
Sarah sudah membeli minum beserta makanan untuk Dafa, kini ia kembali lagi ke tempat itu, setiba di tempat itu wajah yang tadinya berseri kini berubah setelah melihat wanita yang ia tabrak tadi berada bersama Dafa.
"Kakak bukanya yang tadi ya, kok bisa di sini!!" Tanya bengong Sarah menghampiri mereka, lalu Dafa terkejut dan sedikit tersenyum.
"Kamu udah kenal sama Fanny!! bagus dong kalo gitu" Ucap Dafa tersenyum senang karena sahabatnya sudah tahu dengan Fanny.
"Iya tadi kami gak sengaja ketemu di depan sana, ternyata ini sahabat perempuan kamu" Tanya Fanny yang belum tahu status nya apa dengan Dafa.
"Jadi Dafa sering ceritakan aku sama kakak, dia suka cerita apa tentang aku!!" Sarah merasa senang ketika mendengar kata-kata itu di telinganya, ternyata Dafa ceritain dirinya pada kak Fanny ini, namun dari kesenangan Sarah ada rasa ingin tahu dengan status Fanny terhadap Dafa.
"Ooh iya kak kalo boleh tau, kakak siapanya Dafa!?" Tanya itu membuat Dafa tersenyum dan Fanny tidak bisa menjelaskan.
"Biar Dafa saja yang menjelaskan" Ucap Fanny menyerahkan semua perkataannya ada Dafa, lalu Dafa mulai berbicara.
"Sepertinya ini waktunya, kenalin dia Fanny dia adalah wanita yang sangat baik dan sopan, seperti tipe yang kau katakan dulu padaku, aku juga ingin meminta restu padamu kalo bulan depan kami akan menikah, saat kami tunangan, kami sempat menghubungi kamu Sarah tapi, kamu tidak menjawabnya"
"Jangan lupa datang ya Sarah di hari pernikahan kami, jangan sampai lupa ya" Sambung Fanny membuat Sarah terkejut dan sedih mendengarnya, namun harus bagaimana lagi takdirnya bukan bersama sahabatnya, dan harus mengikhlaskan Dafa di genggaman orang lain.
karena Dafa melihat Sarah terbengong sehingga dia menyadarkan dia dengan memanggil namanya.
"Sarah!! kamu kenapa malah diam saja, kamu pasti datang kan!!"
"Hah, iya aku pasti datang, selamat ya, semoga lancar sampai hari H nya" Senyum bohong keluar dari wajah Sarah, harus bagaimana mana lagi tidak mungkin dia menjadi pelakor bagi Fanny dan sahabatnya.
"Ya udah Dafa, aku pulang dulu ya, aku mau ngerjain tugas dulu, Ya udah assalamualaikum" Ucap Sarah merasa sangat sedih dan benar-benar harapannya selama 3 tahun sia-sia, dan sampai kapanpun aku tidak akan bisa mendapatkan dia.