Panggil saja aku rose, Aku salah satu member Blackpink yang sangat tersakiti, di setiap perkumpulan aku selalu menjadi yang terkucilkan, namun itu aku anggap biasa saja, tapi demi berjalan nya waktu, semua itu semakin menjadi-jadi, Aku di perlakukan layaknya seperti asistennya, suruh itu suruh ini sesuka hatinya mereka, tanpa mengenal lelah nya diriku.
Saat itulah dimana aku merasa kesal dan tidak bisa memaafkan mereka lagi, aku ingin membalasnya namun aku takut jika mereka akan membunuhku lebih dulu, tapi aku tidak akan putus asa, aku akan menjadi diriku sendiri.
Diriku yang Yang Antagonis 😈.
Tidak akan ada orang jahat jika tidak ada orang baik, di sini aku akan menjadi orang jahatnya.
...
Di sebuah Kafe yang sering mereka kunjungi, setiap apa-apa pasti tempat berkumpulnya adalah kafe.
Lisa, Jennie, dan Ji-soo sudah berada di kafe tersebut, kini mereka tinggal menunggu ku Rose.
Dengan langkah ku yang kecil ini akan menjadi langkah pertama memulai aksiku, dengan raut wajah yang ceria, ku pasangkan senyuman manis untuk mereka pandang memulai aksinya.
Trak,, trakk trakk,,
Anggap saja sepatu hak tinggi punya rose berbunyi seperti itu, berjalan menghampiri temannya yang sudah terduduk santai di kursinya masing-masing.
"Hey, kalian udah nyampe duluan, maaf ya aku telat" Ucap Rose sembari tersenyum sopan, namun semua itu tidak menjadi obat untuk mereka memaafkannya, ini malahan menjadi sebuah amarah bagi Lisa.
"Dari mana aja si Lo, kita udah nunggu lama di sini, hampir aja pa*tat ku akaran" Nada tinggi Lisa keluar, lalu di sambung oleh Ji-soo.
"Sepertinya dia mau bikin masalah sama kita, dia nelat-nelatin diri biar kita bisa beli sendiri, dan gak minta dia yang bayarin, iya kan Rose!!" Tanya kesal Ji-soo semakin di perkuat oleh Jennie.
"Sudah bilang saja jika kau tidak mau membayar makan dan minuman yang akan kami beli" Ucap Jennie mengikuti temannya yang memarahi rose.
"Bukan seperti itu teman-teman, aku telat karena tadi aku.." Ucapannya terpotong oleh Lisa yang langsung menyahut nya.
"Sudah jangan banyak alasan, pesankan kami makanan dan minuman, kamu pasti sudah tahu apa yang di suka kami" Dengan sangat santainya Lisa berkata itu, dan tanpa menyuruh duduk terlebih dahulu.
Meski kakinya merasa pegal karena sepatu hak nya, tapi rose masih bisa menahan amarahnya, ia mencoba tersenyum kembali dan menyimpan tas kecilnya di meja.
"Sudah cepat sana, kami udah laper nih" Sambung Jennie yang selalu menjadi penguat di setiap kata-kata Lisa dan Ji-soo.
Dengan Senyuman manis yang aslinya kesal, rose segera pergi memesankan makanan dan minumannya, dengan lenggak-lenggok kakinya saat kembali lagi ke tempat duduk. Lisa yang berada di dekat kursi yang akan di duduki rose, tiba-tiba kakinya rose tersandung dan jatuh ke lantai, karena kaki Lisa yang sengaja ia halangan agar rose terjatuh.
Bugghh..
"Aw." Rengek rose yang sudah terjatuh di lantai dengan posisi menangkub, dan merasa kesakitan di bagian dadanya, Jiwa dendamnya semakin memuncak ia semakin ingin Cepat-cepat melenyapkan mereka semua, namun ini belum waktunya, rose mencoba bangkit dari jatuhnya itu.
"Aduh rose kalo jalan lihat-lihat dong jadi kan ke sandung" Ucap Ji-soo peduli bohong, lalu Lisa berpura-pura membela rose di depan mereka.
"Aduh kalian udah dong jangan salahin rose, dia gak salah, aku yang salah, harusnya aku tau kalo rose mau berjalan lewat sini" Ucap Lisa sambil membantu rose bangun dan membantu rose duduk di kursinya.
Lalu rose masih saja menampilkan senyumannya dan pura-pura tidak merasakan sakit di dadanya.
"Tidak apa, ini sebuah kecelakaan, aku yang salah tidak melihat dulu jalannya".
Senyuman licik mereka keluar dan saling tatap tatapan seperti melakukan hal yang aneh, rose melihat tingkah lakunya merasa curiga, dia mencoba mencari apa yang sedang mereka rencanakan, ketika rose ingin menggeser kan badannya, tiba-tiba dirinya merasa tidak bisa bergerak dari kursi itu.
"Kenapa ini, kenapa gak bisa di gerakin!!" Gumamnya dalam hati sambil mencoba bangkit membuktikan, dan ternyata mereka sudah menjahilinya, mereka menaruh lem di kursinya rose sehingga rose tidak bisa kemana-mana dari kursi itu.
"Mereka bener-bener keterlaluan, dia memperlakukan ku seperti pada hewan, aku tidak terima, sekarang aku akan membunuhnya" Gumamnya lagi dalam hati sambil mengepalkan tangannya kesal menatap Lisa yang masih tersenyum-senyum dengan Ji-soo dan Jennie.
Ketika tangan rose ingin di angkat kan, tiba-tiba saja mbak pelayanan nya datang membawa makanan dan minuman, lalu amarah rose sedikit mereda dan menurunkan kembali tangannya.
"Maaf ya kak, ini pesannya, selamat menikmati" Ucap Mbak itu menaruh makanan dan minumannya, lalu bergegas pergi.
Lagi-lagi Lisa memancing amarah Rose, dia berpura-pura tidak menyukai kopi hari ini, dia ingin sebuah minuman dingin saja.
"Rose kamu gimana sih, cuaca seperti ini enaknya minum yang dingin-dingin bukan kopi seperti ini, kamu mau bikin aku kepanasan, Udah ah aku gak mau" Menyiramkan air kopi pans itu ke badan rose, dan membuat rose kepanasan dan tidak bisa berdiri keluar dari kursi itu.
"Aw panas, apa yang kamu lakukan, kopi itu masih panas Kenapa kau Menyiramkan pada tubuhku!!" sangking kesal dan panasnya rose berbicara dengan nada yang tinggi.
"Wah sudah berani ya bentak aku" Ucap Lisa menantang rose, lalu mengambil makanan dan melemparnya pada wajah rose, Ji-soo dan Jennie melakukan hal yang sama pada rose, sampai rose tidak bisa lagi bersabar.
Ia segera Mengepalkan tangannya kesal dan langsung mengangkatkan kepalanya dan mengeluarkan wajah kesal dan pscycopat nya.
"Kalian pikir aku akan diam terus, aku tahu apa yang sudah kalian lakukan, kalian menaruh lem di kursi ku kan, tapi itu bukanlah hal yang rumit, banyak orang yang melakukan pembullyan seperti itu, dan sangat mudah melepaskannya" Langsung menyobek kan baju nya yang terkena lem itu, Dengan suara lantangnya rose mengatakan itu, membuat mereka terkejut dan melohok.
Srtt,, Baju yang di kenakan rose yang menjadi penutup Pa*tat nya, kini ia sobekan dengan sangat mudah dan terbebas dari lem yang menahan badannya.
Kini rose bangkit dengan baju yang robek belakang nya dan untung saja rose memakai celana sehingga dirinya tidak merasa malu saat atasan bajunya ia sobekan pas di bagian belakang yang menjulur lumayan panjang, dan kini hanya tersisa beberapa Centimeter saja.
Bughh💢🤬
Sebuah tangan mendarat keras di meja dan kini Rose mulai tidak bisa menahan emosinya.
"Kalian pikir diriku tidak kesal, tidak marah.." Terhentikan dengan sangat cepat oleh Lisa.
"Cukup, sekarang kamu sudah berani pada kami, kamu mau Jika kami mengeluarkan kamu dari grup kami, hah!! mau" Tantang Lisa yang tidak mempan sama sekali untuk rose takuti.
"Silahkan saja aku tidak takut, karena aku!!" Berhenti sejenak mengambil sebuah pisau yang tersedia di sebuah makanannya, lalu dengan cepat menodongkan ke leher Lisa.
"Yang akan pertama mengeluarkan mu" Mata iblis nya keluar dari wajah rose dengan bibir sedikit tersenyum licik, layaknya pembunuh sejati.
Ji-soo dan Jennie melihatnya sangat terkejut dan ingin membantu menarik tangannya rose dari leher Lisa, namun rose dengan sigap mengambil garpu dari makanan nya oleh tangan sebelah lalu menodongkannya ke Ji-soo yang mencoba membantu Lisa.
"Rose apa yang kamu lakukan, turunkan garpu dan pisau itu, kau tidak boleh seperti ini" Ucap takut Jennie yang tidak berani menghampiri rose, hanya dengan lisan saja ia berani melawan.
"Kenapa tidak boleh, kalian juga boleh terhadap ku, apa bedanya, tidak ada bedanya kan!!" Ucap rose berkuasa, lalu Lisa menyempatkan untuk berteriak minta tolong dan mereka yang mendengarnya langsung berdatangan dan menatap Lisa yang ingin membunuh temannya sendiri.
"Tolong dia akan membunuh ku, tolong" Ucap Lisa menatap mereka yang sudah berdatangan melihat.
"Ooh jadi gitu ya, tidak bisa lawan sendiri minta bantuan dari mereka, oke aku tidak takut" Ucap rose semakin membuatnya kuat dan merasa sangat menantang.
"Hey lepaskan dia, kalau tidak kami.." teriak salah satu orang yang melihatnya, namu terpotong oleh rose.
"Apa!! melapor polisi, haha jagonya cuman keroyokan" Tawa rose membuat yang melihatnya ikutan kesal, lalu orang tersebut berteriak kembali.
"Diam kamu, tidak punya sopan santun sekali terhadap orang tua" Rose sangat kesal mereka rasa bahwa dirinya paling jahat, rose tidak suka, dengan sigap Rose melepaskan garpu dan mengambil pestol dari selipan bajunya, lalu tanpa aba-aba rose langsung menembak ibu-ibu itu.
Dorr 🔫
Hanya satu tembakan saja ibu itu langsung terjatuh dan meninggal, darahnya berceceran di lantai, orang yang melihatnya terkejut dan mundur menjauhi mereka.
"Banyak omong, siapa lagi yang nasibnya mau seperti dia, ayo angkat tangan!! atau kalian semua akan aku bunuh bersamaan!" Ucapan rose membuat semua orang berlarian keluar meninggalkan mereka berlima bersama ibu-ibu yang sudah meninggal di tempat.
"Sekarang giliran siapa!! kau Ji-soo!! atau kau Jennie!!"
"Tidak rose, jangan lakukan itu aku minta maaf, aku hanya mengikuti apa yang Lisa katakan jangan bunuh aku" Ucap Jennie ketakutan, lalu di sambung oleh Ji-soo yang ikut-ikutan melangkah sedikit-sedikit mengikuti Jennie.
"Iya rose, kami hanya mengikutinya, aku minta maaf"
"Apa yang kalian katakan, ini semau rencana kalian juga, kena.."
"Diam" semakin menempelkan pisau itu pada lehernya Lisa, Lisa sangat takut, dia hanya bisa terdiam dan menangis, jika sampai dia bergerak pisau itu akan menggores lehernya.
"Kami" Serempak mereka terus berjalan mundur, karena rose tahu mereka akan kabur dengan sigap rose mengangkatkan pistol itu dan menembak mereka berdua.
Dorr,, Dorr,, 🔫
"kebanyakan bacot" Ucap rose kesal, dirinya benar-benar bukan seperti rose, hari ini dia berbeda dan tidak jauh seperti iblis, Lisa melihatnya sangat ketakutan, ia memohon-mohon pada rose untuk tidak membunuhnya.
"Rose jangan lakukan itu padaku, aku benar-benar minta maaf aku.."
Srtt,, Pisau itu berhasil menghentikan ucapan Lisa sampai Lisa terjatuh dan darah bercucuran dari lehernya, senyum gila rose keluar menatap Lisa yang masih hidup belum sepenuhnya meninggal.
"Kau, benar-benar bukan sahabat ku" Ucap Lisa terpatah-patah karena merasa sakit di lehernya, lalu rose menjongkok dan dan mengangkat dagunya dan menatap mata Lisa yang berkaca-kaca menangis.
"Uuh kamu menangis, biar ku hapus air matamu" Sambil menghapus air mata nya Lisa dengan lembut, lalu melanjutkan perkataannya lagi.
"Sekalian juga menghapus hidup mu" Mendorong Lisa sampai tertidur tidak berdaya, lalu rose berdiri dan menatap Lisa dari atas.
"Rose tolong bebaskan aku, aku mohon" Lisa masih kuat berbicara meski lehernya sangat kesakitan, rose malah semakin kesal saat mendengar perkataan itu, dia langsung menginjak telapak tangannya Lisa sampai Lisa terjerit-jerit kesakitan.
"A,,a,, Cukup rose, cukup, sakit!!" Teriak Lisa sangat kesakitan, tangannya yang di injak oleh sepatu hak nya rose yang lumayan tajam dan sampai mengeluarkan darah dari tangannya, membuat rose semakin senang dan tertawa seperti orang gila, namun matanya mengeluarkan air mata.
"Rasa sakit yang kau derita sekarang, tidak kalah sakitnya saat kau memperlakukan aku seperti hewan, ataupun memperlakukan aku seperti penjahat, semua yang sudah kau lakukan akan ku balas juga sekarang"
"Rasa sakit di tanganmu sepadan dengan tamparan keras dari kau dan merek berdua" Menunjuk Jennie dan Ji-soo yang sudah terbujur kaku dengan darah yang terus mengubah warna bajunya.
"Hiks,, hiks,, lepaskan kakimu dari tangan ku" Ucap Lisa terus meminta pada rose, kali ini rose mewujudkannya ia menarik kembali kakinya yang sudah memberi ciri di telapak tangannya Lisa.
"Sudah aku wujudkan dan sekarang kau wujudkan juga keinginan ku" Menodongkan pistol itu ke kening Lisa.
"Apa yang kamu inginkan!!"
"Membunuhmu, hahahaha" Tawa itu bukanlah tawa asli rose, dia benar-benar sudah di rasuki iblis beserta syetan Sehingga dirinya tidak bisa mengontrol emosi nya.
"Jangan rose, jangan lakukan itu, aku masih mau hidup"
"Tidak, aku tetap akan membunuhmu, hahahahhahahaha. cepat katakan apa yang akan menjadi kata-kata terakhir mu, ayo cepat katakan"
"Jangan bunuh aku"
"Kata-kata yang lain" Teriak rose sedikit bergetar kesal dan kasihan dengan air mata yang terus berjatuhan.
"Itulah kata-kata terakhir ku"
"A, dasar kau" Teriaknya sangat kesal dan penuh tenaga, lalu menembakan peluru itu ke dadanya Lisa.
Dorr..🔫
"Eugghh" Nafas terakhir Lisa dan menutup matanya meninggal dengan percikan darah di mana-mana.
Rose melihatnya menangis dan berteriak menyesal, lalu menjongkok dan menundukan kepalanya sambil kedua tangannya yang ia lingkarkan di kedua kakinya.
"Kenapa aku melakukan ini.. Hikss,, Hikss,, Hikss,," Teriaknya sangat menyesal, lalu melihat di sekelilingnya para sahabatnya terbujur beku dengan penuh darah gara-gara nya.
"A..A.." Teriaknya kembali sambil mencabik-cabik rambutnya kesal pada diri sendiri.
..
Maaf ya ini hanya cerita saja, bukan bermaksud apa-apa, jika salah atau tidak melanggar, saya mohon maaf.
~Orang jahat terlahir dari Orang baik yang tersakiti~