Tidak heran lagi mendengar kata Menejer, pasti orang nya sangat berwibawa dan tak kalah kaya, mungkin bisa jadi tipe-tipe seperti dia menyukai wanita yang sopan dan ramah terhadap orang lain, atau mungkin juga menyukai wanita yang parasnya cantik, jika Menejer nya seorang laki-laki.
Tapi tak heran juga jika Menejer nya seorang perempuan, Iya dia adalah Nanda si wanita cantik yang sangat sopan terhadap orang lain, dan tidak pernah membeda-bedakan orang lain.
..
Di sebuah Toko yang baru saja di bangun, Para pegawainya masih baru dan belum pernah bertemu dengan menejer Toko Kopi teresebut, membuat semuanya ingin bertemu dengan Menejer tersebut.
Namun karena kesibukannya Nanda jadi tidak bisa melihat bagaimana perkembangan Toko kopinya, Tapi demi Para pegawainya ia meluangkan waktu untuk berkunjung ke tokonya.
Nanda orangnya tidak royal terhadap pakaian dan juga make up, kemana-mana dia hanya memakai bedak tipis dan liftin yang berwarna tidak terang.
dengan gaya rambutnya yang ia ikat dan pakaian kasualnya, membuat orang memandangnya seperti orang yang tidak punya, atau lebih di katakan miskin.
Namun Nanda tidak pernah kesal dan marah terhadap mereka yang selalu memandang dirinya yang bawahan, karena memang tampilan dia seperti itu dan lebih nyaman seperti ini.
...
#Di sebuah Toko kopi#
Nanda mencoba masuk kedalam toko tersebut layaknya pembeli, dia melirik-lirik tokonya dan tersenyum, kemudian menghampiri salah satu pekerja di toko kopi itu.
"Maaf kak, Saya minta kopinya satu" Dengan sopan Nanda berbicara, namun kakak itu memandang Nanda dengan sebelah mata, ia melirik-lirik Nanda dengan sinis dan menjawab dengan nada yang tinggi.
"Apa sih, di sini kami tidak berbagi kopi gratis, jangan mentang-mentang baru buka jadi minta seenaknya aja, harus bayar"
"Ooh iya kak, Saya minta maaf" Masih sopan dan tersenyum jawaban Nanda, lalu bergumam dalam hatinya.
"Tidak punya tatak Rama sekali, tidak sopan terhadap pembeli, aku tidak suka pada orang seperti ini, ini tidak boleh di biarkan". Pura-pura mencari uang di tasnya dan tidak ada.
"kak saya boleh minta tolong gak, saya haus, boleh minta air nya gak!!"
"Iih Dasar gak bermodal, kalo mau ke sini itu bawa duit dong, di sini tempat orang kaya yang mampu beli kopi, bukan pengemis seperti anda yang bisanya minta-minta. sudah sana pergi jangan ganggu, nanti para pembeli gak jadi beli gara-gara gembel kayak kamu ada di sini"
Ucap Pegawainya itu, membuat Nanda menggelengkan kepalanya dan sudah tidak bisa di biarkan, masih dengan cara sopan Nanda menjawabnya.
"Maaf ya kak, bukannya saya sok tahu, tapi cara kakak itu sangat tidak sopan terhadap pembeli, kakak mengeluarkan kata-kata yang sangat tidak di sukai, kakak memandang orang dari penampilan, bukan dari hatinya, belum tentu yang kakak lihat itu sama dengan faktanya, banyak sekarang yang biasa-biasa saja tapi jabatannya besar"
"Ih sok cerdik banget, udah sana pergi suka-suka saya, lagian ini toko baru dan mewah gak mungkin bisa menerima gembel seperti anda yang hanya ingin beli air saja, namun pengen gratis" Ucapan sudah sangat keterlaluan Nanda merasa kesal pada kakak itu.
"Memangnya kenapa kak, air putih saja tidak boleh jika saya minta, hanya air putih kok bukan kopi"
"Tetap aja sama, kopi juga kan butuh air dan kalo gak ada air bukan kopi nanya, tapi bubuk kopi"
"Itu Kakak tahu, Begitupun dengan kakak yang tidak punya sopan santun terhadap orang lain, Hewan saja bisa sopan terhadap orang, ini kakak manusia terkalahkan oleh hewan" Jawab Nanda yang sudah tidak suka terhadap kata-kata kakak perempuan itu.
"Hey udah keterlaluan ya kamu, kamu nyamain aku dengan hewan, awas saja nanti aku bilang pada temanku, dia sahabat dari Menejer kopi ini, biar kamu di penjara atas pencemaran nama baik" Jawab kesal kakak itu, lalu di balas dengan senyuman manis oleh Nanda.
"Silahkan panggil temannya, saya tidak takut"
Tantang Nanda masih tersenyum, lalu kakak itu Jeles dan sinis, kemudian memanggil sahabat Nanda itu, kakak ini tidak tahu bahwa yang dia ancam itu adalah Menejer nya sendiri.
..
Lalu sahabatnya Nanda datang dan belum sadar ada Nanda di sana.
"Ada apa Na, kok panggil-panggil" Tanya Sara (sahabatnya Nanda), kepada Nana si kakak yang tak punya sopan santun itu.
"Ini nih, ada pengemis yang sok jenius, minta air tanpa membayarnya, eh malah ceramahin aku, kamu tolong bilang dong sama Menejer toko ini, biar dia di penjara atas pencemaran nama baik"
Ucap Nana sangat kesal, sara yang melihatnya tidak aneh, meski Nanda menunduk tidak memperlihatkan wajahnya tapi sara sudah mengenali nya.
"Tunggu bentar, sepertinya aku kenal dengan nya" Gumam sara memperhatikan Nanda yang masih tertunduk, lalu mendekati Nanda dan Nanda mengangkat kepalanya dan tersenyum pada sara.
"Nanda!!" Gumam sara terkejut, lalu Nana melirik sinis sara dan bertanya. "Kamu kenal dengan wanita gembel ini??".
"Nana cukup, dia bukan gembel, dia adalah Menejer toko ini, dia pemilikinya" Ucap sara membuat Nana terkejut dan melirik balik Nanda malu.
"Apa maksudnya jadi dia Menejer toko ini??, kenapa penampilan nya seperti itu!!" Bisik nya yang terdengar oleh Nanda, dan dengan sigap Nanda menjawab.
"Penampilan tidak wajib bagi kehidupan, yang wajib itu Tatak Rama dan sopan santun, jika kamu memandang orang dari penampilan, orang miskin juga bisa membuat dirinya berpenampilan seperti orang kaya, Jadi jangan sampai salah lagi memilih orang dari penampilan nya"
Ucap Nanda tegas dan berwajah sedikit kesal.
"Aduh Nanda aku minta maaf atas teman ku ini, dia memang seperti itu, saya selaku temannya minta maaf" Ucap sara bersalah, sambil menundukan kepalanya meminta maaf atas kesalahan Nana temannya.
"Saya minta Maaf kak, saya tidak tahu, kalo kakak Menejer toko ini, saya minta maaf sebesar-besarnya" Sambung Nana ikut minta maaf dengan kepala yang sesekali melirik Nanda dan menunduk.
"Sudah tidak apa, yang lalu biarlah berlalu, aku sudah memaafkan mu, tapi maaf aku tidak bisa menerima kamu bekerja di sini, saya membutuhkan pegawai yang bisa sopan santun terhadap orang lain, dan tidak memandang dari segi apapun nya".
"Sara pecat dia, dan cari orang yang lebih sopan dan ramah terhadap orang lain, Jangan mentang-mentang dia teman mu jadi kamu memohon-mohon padaku" Ucap Nanda sinis lalu pergi masuk ke ruangan pribadinya yang ada di toko itu.
"Aduh sara aku bener-bener gak tahu, aku minta maaf, aku sangat membutuhkan pekerjaan ini, jangan pecat aku, tolong" Nana memohon mohon pada sara untuk tidak memecatnya, namun di sini sara bukan lah pemiliknya dia hanya di tugaskan untuk menjaganya, jadi dia tidak berhak apapun dalam toko ini, mau tidak mau sara memecat Nana meski dia teman dekatnya.
"Maaf Nana, aku tidak bisa membantu mu, Nanda sudah tidak suka padamu, aku sudah pernah bilang padamu, jangan pernah memandang orang dari penampilan, belum tentu itu sama dengan faktanya, aku hanya bisa mengatakan, SABAR pada mu, dan ubah dulu sikapmu jika kamu mau di hargai juga oleh orang lain" Ucap sara mengusir Nana dengan cara halus.
Namun Nana tidak mau, dia berusaha untuk meminta maaf lagi pada Nanda Menejer nya, namun sara menghalangi langkah Nana.
"Gak bisa Nana, sudah kamu pergi saja, jangan buat Nanda membencimu, sudah sana pergi"
Sekuat tenaga menghalangi langkahnya.
"Ra aku benar-benar gak tau"
"Iya udah sana pergi" Ucap sara yang sudah sangat kewalahan menahan Nana, sangking kewalahan nya sara mengatakan kata-kata itu dengan nada tinggi.
"Kamu jahat sara" Ucap sedih Nana lalu membuka celemek dan berjalan pergi dari tempat itu dengan rasa sedih dan menyesal.