Kenangan menyakitkan yang akan aku ingat... sampai kapan pun,di mana aku di tuduh selingkuh atau menjadi pelakor pacar orang pada kenyataannya nol besar(salah besar).
Dia sahabat yang paling aku percaya yang selalu menjadi tempat curhat aku,berubah menjadi orang yang tidak aku kenal.Aku kecewa kenapa dia berbuat begitu terhadapku.....
Alkisah pun di mulai.....
Dia adalah ...sebutlah "Dina" teman sepermainan aku,sekaligus sahabatku. Tapi semua itu harus retak karena kehadiran seorang lelaki yang menurut ku tidak pantas untuk mendapatkan cintaku.
Kemana kami selalu berdua,di mana ada Dina pasti ada aku di situ.
Hari itu,cuaca cerah kami sepulang kuliah bermain ke kafe langganan kami "kafe djanji djiwa" tempat tongkrongan kami di waktu senggang.
Awal bertemu dengan lelaki itu di sini,lelaki yang sudah memporak porandakan persahabatan ku.
"Lu yang pesen aja Din,gue ambil tempat duduk di sana tunjuk aku," kepada Dina.
"Wokey...." jawab Dina
Dan Dina pun pergi memesan .....
"Hai...." sapa seseorang kepadaku.
Dengan refleks aku pun menoleh...
"Hai,juga... " jawabku sambil tersenyum.
"Boleh aku duduk di sini,pintanya kepadaku."
" oh,silahkan..." dan aku pun mempersilahkan.
"Boleh kenalan?"... tanya nya kembali.
"Sarah,ya..panggil saja Sarah ucapku sambil mengulurkan tanganku."
"Aku Dion jawabnya,"..panggil Dion dan dia pun membalas uluran tanganku dan sambil tersenyum,dan jujur senyumnya itu hmm seperti gula....." Maniz tiada tandingannya".
Selang berapa lama Dina menghampiri kami berdua sambil membawa makanan yang sudah di pesan.
" Siapa nih?"....tanyanya kepadaku sambil melirik kearah Dion.
"Kenalin ...ini Dion, Dion kenalin ini Dina sahabat ku," memperkenalkan mereka berdua.
Dan setelah kejadian pertemuan itu kami jadi semakin akrab,dan semakin sering bertemu dan ada satu hal yang aku tidak ketahui bahwa Dion itu mulai menjalin hubungan dengan sahabat aku ...."Dina".
Dan yang aku tahu Dian sudah memiliki kekasih hati,yah,aku mencoba mengerti kenapa dia tidak menceritakan nya kepadaku tentang hubungannya dengan Dion.Tapi itu adalah awal kesalahpahaman.
Malam itu....
"Assalamu'alaikum... terdengar suara bel rumah berbunyi,"
Dan aku pun membuka kan pintu,betapa kagetnya aku melihat siapa yang datang...
"wa'alaikumussalam...," jawabku.
"lah kak Dion?... masuk kak,ada angin apa?" tanyaku sambil mempersilahkannya masuk ke dalam rumah.
"Apa aku harus bilang dulu untuk maen ke rumahmu?"...tanyanya balik kepadaku.
"Bukan begitu maksudku,ihh kak Dion...tidak ada yang melarang,setidaknya aku mempersiapkan sesuatu lah,"jawabku sambil tersenyum semanis mungkin(kan memang harus seperti itu menyambut tamu).
"Duduk kak," pintaku pada kak Dion sambil mempersilahkannya duduk.
"Aku tinggal ke belakang buat minuman dulu," kataku padanya.
"iyaa....ucapnya manis sekali."
Tak berselang lama aku pun masuk dalam ruangan dengan membawa baki minuman dan sedikit cemilan. Kami berdua pun berbicara panjang lebar dan ternyata kak Dion itu orang asik dan smart( bukan Smartphone yah🤣).
Setelah kejadian itu aku semakin akrab dengannya tanpa tahu dia juga berhubungan dengan sahabatku.
Sebenarnya siapa di sini yang salah? aku kah? sahabat ku,Diana? atau Dion?.....atau keadaanlah yang harus di persalahkan?.
" Bip..bip.. suara telp ku berbunyi,dan aku pun mengangkatnya."
"Hallo sayang...terdengar suara di seberang telp sana,"
"Iya sayang," jawabku kembali.
"Jadikan?..hmm," tanyanya kepadaku.
"Iya ..jadi," jawabku setengah merajuk.
"Ku jemput di tempat seperti biasa,"ucapnya
"wokey..." jawabku....
Dan setelah pelajaran kelasku selesai akupun segera menemui nya.
Tetapi....
"Sarah..." panggil seseorang.
Aku pun menoleh,betapa kagetnya aku ternyata yang memanggilku ternya Dina sahabat ku.
"Bukannya kamu tidak ada kelas hari ini?" tanyaku pada Diana.
"Tidak ada sih,memang... aku menemui dosen pembimbing skripsi ku," jawab Dina.
"owh..."
"Mau ke mana?" tanyanya kepadaku.
"Menemui seseorang lah," ucap ku
"Main rahasiaan nih sekarang?" tanyanya sambil mencubit lenganku.
"aduh,sakit dong jangan di cubit," pintaku pada Dina.
"Siapa? apa aku mengenal nya?" tanya Dina beruntun kepadaku.
"Ayo,ikut.." ucapku sambil menarik lengannya.
Aku pun mengajak Dina untuk menemui Dion tanpa menyadari apa nanti yang akan terjadi.
Dan ternyata kak Dion sudah menunggu aku dan melambaikan tangannya ke arahku.
"Sayang,lihat siapa yang aku bawa?" tanyaku pada Dion.
"KALIAN...." teriak
"Ada hubungan apa kalian?"..tanyanya sambil menunjuk ke arahku dan Dion.
Jujur aku bingung kenapa Dina sampai histeris seperti itu.
"Duduk dulu,Din ..." pintaku pada Dina.
"Tak perlu duduk,ada hubungan apa kalian?" pertanyaan yang sama Dina lontarkan.
kemudian aku melirik Dion,betapa kagetnya aku...
ketika Dion mencoba memeluk Dina yang sedang marah dan histeris.
"Nanti aku jelaskan," pinta Dion pada Dina.
"Lepaskan aku,dasar kau..." ucap Dina kepada Dion
Dan...
"PLAK.." Dina menampar wajah Dion.
"DINA..." teriakku.
"Apa yang kau lakukan? Sebenarnya ada apa ini?" tanyaku kepada kedua orang di sampingku.
"Apa kau tidak tahu,Dion itu kekasih ku," jelas sekali ucapan Dina di telingaku.
Kemudian aku melirik ke arah Dion untuk meminta jawaban atas apa yang diucapkan oleh Dina.
Dan Dion pun mengangguk tanda mengiyakan.
Runtuh sudah duniaku....
"Tega kau menusuk aku dari belakang," ucap Dina kepadaku.
"Din,dengarkan dulu penjelasan aku," pintaku pada Dina.
"Aku tidak butuh penjelasan mu...sampah," ucapnya ke arahku.
Betapa kagetnya aku mendengar ucapan sahabatku.
Tanpa menunggu lama aku mengambil gelas yang masih berisi air dan menyiramkannya pada "Dion".
"Dasar "BAJINGAN" ...." ucapku kemudian aku pun berlalu dari sana dan betapa malunya aku ketika melihat banyak sekali orang yang melihat ke arahku.......
Yah,hari itu tidak pernah ku lupakan seumur hidupku.Di mana aku harus kehilangan sahabatku hanya karena seseorang lelaki bajingan dan aku menyesalinya.
Setelah kejadian itu, hubungan aku dengan Dina renggang,bahkan di kampus tersiar kabar bahwa aku perebut kekasih sahabatnya. Tapi aku berusaha tegar,aku menyelesaikan studiku hingga selesai.Dan setelah itu aku pergi ke luar kota mengikuti pamanku untuk bekerja di sana. Dan menurut ku itu adalah keputusan yang sangat tepat.
Aku merubah penampilan aku menjadi gadis yang berhijab.
Aku mulai kehidupan baruku....
Aku bekerja di sebuah perusahaan swasta dan mendapatkan jabatan yang lumayan penting dan itu semua hasil kerja kerasku.
Sudah tiga tahun aku bekerja di perusahaan tersebut....hingga hari itupun tiba....
Hari itu.. akan datang pegawai pindahan dari luar kota. Dan aku betapa kagetnya siapa pegawai pindahan itu? Dan ternyata dunia itu sempit, meskipun aku pergi ke ujung dunia sekalipun untuk bersembunyi kalau takdir berkata lain. Dan sekarang aku harus bisa menghadapinya tidak boleh seperti kemarin itu yang ada di pikiran aku.
Pagi itu dia adakan rapat dan sekaligus penyambutan untuk karyawan pindahan baru.
Aku pikir Dina akan mengenali aku , ternyata dia? tidak mengenaliku dengan busana hijab dan itu, menguntungkan menurut aku dan lebih baik seperti itu saja.
Ketika aku.. mengingat perlakuan dia kepadaku, betapa sakitnya luka lama yang sudah lama aku coba hilangkan sekarang sudah terkorek kembali😭.
Persahabatan yang aku bina hilang hanya karena seorang lelaki BAJINGAN.
Tapi maafkan aku sahabatku,Dina..aku akan memberi pelajaran sedikit untukmu....biar kamu tahu dulu apa yang aku rasakan.
Lihat saja nanti....
Aku memasuki ruangan dan melempar berkas ke mejanya Dina.
"Ini yang kau sebut proposal? yang seperti ini?" tanyaku sambil emosi
Dina mengambil berkas proposal yang dia buat
"Baik akan saya perbaiki,"...ucapnya
"Aku tunggu satu jam harus selesai perintah ku."
"Baik,"... jawabnya kembali.
Satu jam kemudian...
Tok...tok..
"Masuk ucapku dari dalam ruangan."
Dan Dina pun masuk sambil menyerahkan berkasnya.
"Taruh di atas meja dan kau, kembali bekerja," ucapku kepada Dina.
"Baik ,"jawabnya sambil berlalu dari hadapan aku.
Kemudian aku pun membaca kembali berkas tersebut dan aku jujur kecewa tidak ada perbaikan Menurutku terus terang itu membuatku marah.
"Kamu bagaimana sih? niat bekerja engga sih? masa membuat proposal seperti ini saja tidak becus? bisanya apa? teriak aku kepada Dina dan membuat karyawan lain melirik ke arah Dina."
Dina hanya menunduk saja tidak berkata sedikit pun untuk menjawab pertanyaan yang aku lontarkan.
"Baik,akan saya perbaiki lagi," ujarnya sedikit terbata
"Kalau besok tidak ada perubahan dalam proposal nya baiknya kau mengundurkan diri,"ucapku sambil berlalu dari hadapan nya.
Yah....aku jahat itu yang ada di pikiran ku.
Tapi, biarlah rasa sesak di dadaku sudah mulai berkurang. Tapi aku berbuat seperti itu mamang ada alasannya, proposal yang dia buat tidak sesuai dengan ekspektasi aku, bagaimana aku akan mempresentasikannya?. Bukan untuk membalas dendam.
Esok pun tiba...
Aku melihatnya dia bekerja lembur untuk memperbaiki proposalnya itu.
"Ini sudah saya perbaiki dan ini juga surat pengunduran diri saya,"ucap Dina sambil menyerahkan surat pengunduran diri.
"Baiklah,"..ucapku sambil mengambil berkas dan surat pengunduran diri dari Dina.
Dan aku pun membaca proposal sudah ada perbaikan... dan lumayanlah, meskipun akhirnya aku yang memperbaikinya lebih banyak.
Setelah selesai aku mempresentasikan proposal yang di buat Dina dan aku,aku kembali ke ruangan. ketika aku melewati meja Dina aku melihat meja itu kosong,aku pun bertanya kepada karyawan lain.
"Kemana karyawan yang duduk di sini tanyaku."
"oh,itu dia sudah mengundurkan diri dan tadi sudah pergi keluar," jawab salah satu dari mereka.
Dan betapa kagetnya aku...
Seketika aku pergi mengejarnya, meskipun luka lama itu belum hilang tapi aku tidak ingin kehilangan sahabat ku untuk kedua kalinya karena kebodohan yang sama.
Aku melihatnya,Dina...
"DINA... ,"teriak aku memanggilnya
Aku pun langsung memeluk nya....
"Apakah kau tidak mengenaliku,Dina?" ucapku sambil menangis tersedu...
Dina terkejut...
"Memangnya kau siapa?" tanyanya ke arah ku
"Kau benar sudah melupakan aku,"ucapku padanya.
"Kau memang sangat jahat,"ucapku padanya.
Dina pun terdiam dan dia mulai memperhatikan wajahku...dan seketika dia menangis dan langsung memeluk diriku...
"Sarah.. maafkan aku..."
"Aku sudah menerima karmanya karena perbuatan aku tuturnya."
Dan kami pun saling berpelukan dan saling memaafkan,kami berusaha untuk menjadi sahabat yang lebih baik lagi ke depannya.
________________THE END_______________
NB. Jangan karena seorang lelaki merusakkan
persahabatan yang sudah lama terbangun.
Selamat membaca.