"Kumpulkan PR kalian," ucap Guru matematika.
Hana mencari-cari buku PR matematika di tasnya. Ia sudah susah payah mengerjakannya.
Eh? Kok nggak ada.
Hana mencoba mencari-cari lagi di tasnya. Ia bahkan mengeluarkan semua isi tasnya.
Mungkin terselip.
Tapi buku PR nya tetap tidak ada.
Apa ketinggalan di rumah?
Tapi tadi pagi aku yakin sudah masukin ke tas.
"Siapa yang belum mengumpulkan, berdiri di samping pintu kelas."
Hana terpaksa berdiri di samping pintu kelas. Ia malu. Tapi mau bagaimana lagi. Buku PR nya tidak ada.
Ternyata ia tidak sendirian. Ada Joshua, si juara kelas, yang selalu ranking satu yang menemaninya.
"Kau juga lupa kerjain PR?" Hana bertanya. Walau hal itu sangat tidak mungkin.
"Buku PR ku ketinggalan di rumah." Joshua beralasan. Sebenarnya ia sudah mengerjakan PR nya. Buku PR nya juga ada di tasnya bersama buku PR milik Hana. Ia yang mengambil buku PR milik Hana.
Joshua sebenarnya ingin berbicara berdua dengan Hana tapi Hana selalu bersama temannya. Jadi, ia menyembunyikan buku PR Hana dan beralasan belum mengerjakan PR.
Pulang sekolah hukuman menanti Hana dan Joshua. Mereka dihukum membersihkan toilet.
Hana mulai memakai masker dan sarung tangan. Ia mulai bekerja.
Tapi Joshua masih sibuk dengan sarung tangannya. Ia kesulitan membenarkan posisi sarung tangannya.
Hana yang melihatnya membantu Joshua. Jarak Hana dan Joshua terlalu dekat. Jantung Joshua berdetak lebih kencang dari biasanya.
Mereka lalu membersihkan toilet.
Setelah selesai Joshua memberanikan diri untuk mengajak Hana makan dengan alasan perutnya lapar.
"Kau yang traktir?"
"Iya."
Hana akhirnya pergi makan bersama Joshua.
"Hana ... Apa kau mau tambah lagi?"
"Boleh?"
"Boleh. Makan sepuasmu."
"Apa kau nanti tidak dimarahi mamamu?"
"Aku pakai uangku sendiri. Hadiah lomba." Joshua sering mengikuti lomba antar sekolah dan sering menang.
Hana memesan lagi makanan yang ia mau.
"Joshua ... Terima kasih buat traktirannya. Sering-sering, ya." Hana tersenyum.
"Aku akan mentraktirmu seumur hidupku. Dengan satu syarat."
"Apa?" Hana penasaran. Ia bisa makan gratis.
"Jadilah ibu dari anak-anakku."