Banyak orang bilang, seleraku itu aneh. Padahal aku sangat menyukainya. Jika biasanya anak-anak remaja sepertiku, akan menyukai seseorang yang good looking dan good rekening, serta masih seumuran mereka juga.
Namun, tidak begitu denganku. Aku justru menyukai seseorang yang mungkin seperti onii-chan, hmm bukan. Otou-san lebih tepatnya.
Dia.. ehm.. aku tak mau menyebutkan namanya. Akhir-akhir ini aku seperti tergila-gila dengannya. Terobsesi.
Dia good looking, good rekening, baik, ramah, senyumannya mampu melelehkan hati ku yang sebelumnya membeku.
Mungkin aku menyukainya karena dia bisa membuatku move on dari seseorang. Dulu aku tak mengenalnya, dan dulu aku menyukai kakak kelasku yang sudah tidak single lagi. Ketika aku melihatnya bergandengan dengan kekasihnya, hatiku terasa teramat sakit. Hampir dua tahun aku belum bisa move on dari kakak kelasku itu.
Hingga suatu saat, aku melihatnya di tv. Dia begitu tangguh mengendarai kuda besinya. Warnanya juga soft, nyaman dipandang. Dan yang paling penting, dia adalah satu-satunya, only, dari benua ini.
Ku lihat bagaimana caranya dia memacu, memiring-miringkan, mendahului orang-orang yang ada di depannya. Sejak saat itu, aku mulai bisa move on dan mulai menyukai orang itu.
Awalnya aku hanya sebagai pengagum kecil, aku ingin berterima kasih padanya karena bisa membuatku move on. Tapi, lama-kelamaan ada suatu perasaan yang mulai tumbuh dan bersemi dalam hatiku.
Aku mencoba mencari biografi dirinya di internet, dan.. menemukannya. Dia Japanese boy, dari tim satelit. Dan yang awalnya paling mencengangkan bagiku, tahun kelahirannya adalah 1992. What?!
Yah, kalian tidak salah. Tahun ini, dia berusia 29 tahun, dan sebentar lagi, usianya akan bertambah satu. Sedangkan aku.. separuhnya.
Tapi ada hal yang membuatku sedikit senang. Yakni, dia lebih mementingkan karirnya daripada.. pasangan. Yang artinya dia juga masih single sepertiku. Namun tetap saja, aku tak bisa berharap banyak. Ketika ada perlombaan, biasanya akan ada perempuan-perempuan se k si yang berdiri di sampingnya, sembari membawa payung. Entah bagaimana perasaanku ketika melihat dia yang di seperti itukan. Mungkin aku akan sangat marah, tapi aku pendam dalam dasar hati. Mau mengungkapkannya, juga siapa yang akan jadi sasaran?
Namun aku beruntung, dua tahun terakhir ini, dunia sedang pandemi. Jadi, semuanya dibatasi, termasuk mereka. Tak ada lagi yang seperti mereka. Hahahaha!
Ekhem! Kembali ke topik. Hah.. Aku masih bocil, menyukai seseorang yang usianya dua kali usiaku. Bagaimana menurutmu? Aku merahasiakannya, dan menuliskan dalam buku harianku yang ku tulis dengan huruf hiragana supaya yang membaca tidak mengerti.
Suatu saat, jika aku bertemu dengannya. Aku ingin meminta tanda tangannya, dan juga foto. Dan saat itu pula, aku ingin berbisik padanya. 'Daisuki..' ataupun 'anata ga suki', dan mungkin langsung bilang 'aishiteru'.
Haha.. ha..hiks.. Ada apa denganku? Saat membayangkan dirinya berada di sampingku, aku bisa senyum-senyum sendiri.
Waktu itu, ibuku pernah membuatku baper. Ibuku memanggilku dengan namanya, dan wajahku langsung bersemu merah, jantungku berdebar. Tapi untungnya, ibuku tidak memanggil tepat di depanku, melainkan dari ruangan lain. Aku cukup lega. Ibuku bisa saja membuatku baper..
Pernah aku membuat beberapa cerpen dan puisi tentangnya. Kuharap suatu saat nanti, dia bisa tau perasaanku. Kini aku bukan lagi seorang pengagum, tapi.. pecinta. Aku memberikan cinta padanya, yang hanya mampu ku kirim lewat doa, hanya lewat doa. Berharap..
I wish he can be mine.
Itulah isi bio beberapa akun medsos milikku. Berisi doa. Wallpaper ku bergambar dirinya, begitupun dengan wallpaper keyboard yang kugunakan untuk menulis ini, sama.
Jika aku tidak semangat belajar, maka aku akan membuat beberapa quotes dengan background nya adalah foto dia. Di buku pelajaran milikku, terutama matematika dan fisika, tersembunyi beberapa gambar lambangnya, untuk memancing semangatku. Hanya dengan melihatnya, rasa semangat mulai muncul, aku juga berdoa supaya harapanku untuk bisa bertemu dengannya dapat terwujud.
Mungkin itu saja, curahan hatiku di sini. Aku tidak mau menulis banyak-banyak. Intinya, aku tak akan mungkin mendapatkannya. Namun, hal itu dapat berbalik jika Tuhan merestui. Kuharap juga begitu.
Tidak apa-apa jika perbedaan usia yang begitu jauh. Perbedaan negara, perbedaan kasta dan kepercayaan. Dan perbedaan tempat yang begitu jauh memisahkan aku dengannya.
I wish he can be mine..