entah kenapa aku terlahir seperti ini
sejak lahir mataku yang sebelah kanan berwarna biru sedangkan yang kiri berwarna coklat,
aku sering menjadi bahan tertawaan, oh ya namaku Nia
" hahaha kamu itu monster bukan manusia " kata anak pembully
" aku bukan monster " marah Nia
" kalau kamu bukan monster kenapa matamu seperti itu " tambah anak pembully
" stop, hei kamu anak yang suka membully, pergi kamu sebelum aku panggil orang tuaku " bentak anak berambut panjang
anak pembully itupun pergi
" kamu gak apa apa kan? " tanya anak berambut panjang
" iya aku gak apa apa " sahut Nia
" namamu siapa? namaku Nia " tambah Nia
" namaku Lula salken ya " kata Lula
mereka menghabiskan waktu bersama hingga 10 thn lamanya
" Lula aku udah punya pacar " teriak Nia senang
" siapa pacarmu? " tanya Lula
" pacarku Nino La " kata Nia senang
" Nino dia kakak kelas kitakan? " tanya Lula lagi
" iya, dia itu udah ganteng, baik, pokoknya sempurna deh " tambah Nia senang
" ya ampun aku keduluan sama Nia, aku udah naksir Nino udah lama kenapa harus Nia yang ngerebut" marah Lula dalam hati
" kamu kenapa ngelamun? " tanya Nia
" eh, gak apa apa kok" jawab Lula
beberapa hari kemudian
" aku mau ke taman ah, kan biasanya Nino disana " kata Nia senang
sesampainya Nia di taman
" eh itukan Nino kok sama Lula? " tanya Nia dalam hati
" Nino kamu jangan mau sama Nia, Nia itu siluman lihat matanya kan gak normal gitu" hasut Lula
" tapi aku suka sama Nia karena sifatnya yang baik hati " puji Nino
" itu yang kamu gak tahu, Nia kalau sendirian suka bunuh kucing lewat lho" hasut Lula lagi
" tapi aku agak ragu kalau Nia ngelakuin itu" kata Nino ragu
" udah kamu sama aku saja, lihat aku " kata Lula menggoda
" tapi kalau dilihat kamu cantik juga ya" jawab Nino yang mulai terhasut
" oh, jadi ini yang kalian lakuin kalau dibelakangku " tanya Nia tegas
" Nia, kamu ada disini? " tanya Nino
" ngapain kamu nanya kayak gitu ke aku, kan kamu suka sama Lula sahabatku " jawab Nia mengejek
" Nia kamu gak usah ganggu kita kalau kamu masih mau temenan sama aku " ancam Lula
" hei Lula kamu itu gak usah sok ancam aku, aku masih punya banyak teman disana emang kamu aja ha" ejek Nia
" dasar siluman kamu Nia " marah Lula
" nih rasain nih " kata Lula sambil mengayunkan pisau ke arah mata Nia
" ah, sakit " rintih Nia dengan mata berdarah
" rasain tuh temanku yang paling baik " ejek Lula
" Lula kamu keterlaluan " kata Nino
" apanya yang keterlaluan kan memang Nia itu siluman " ejek Lula lagi
" awas kalian " marah Nia
" memang kamu bisa apa hah siluman " ejek Lula
tiba tiba mata Nia yang berdarah tadi bercahaya dan mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata
" ah, mataku kenapa bercahaya" tanya Nia dalam hati
" ah, Nino tolong aku, mataku silau " rintih Lula
" sekarang rasain pembalasanku Lula" marah Nia
mata Nia semakin bercahaya dan 5 menit kemudian cahaya itu berhenti
" kenapa aku gak bisa lihat,kenapa gelap sekali? " rintih Lula
" itu pembalasan atas apa yang kamu lakukan tadi, sekarang kamu buta Lula, hahahaha" kata Nia puas
" Nia tolong aku, aku janji gak bakal ngulangin lagi " mohon Lula
" tapi terlambat Lula, aku udah berubah dari gadis manis menjadi siluman di matamu hahahaha" kata Nia sambil tertawa
TAMAT