Ini sudah ketiga kalinya Bayu di bohongi oleh calon tunangannya. Padahal Bayu sampai bela belain ijin pulang awal dari kantor, supaya bisa tepat waktu datang ke wahana Aquarium di pusat kota, demi sang calon istri. Tapi kenyataan nya dia malah dikecewakan begitu saja oleh Naila, sang calon istri.
Bayu membuang setangkai bunga mawar yang sudah di belinya tadi sewaktu dalam perjalanannya menuju kemari, ke tong sampah. Lalu dengan frustasi mengacak rambut yang tadi sempat disisir rapi, lalu merogoh saku celananya, mengambil handphone.
tut.. tut.. tut..
Bayu berdecak sebal, karena ibunya tidak mengangkat panggilan telepon darinya.
" Kemana sih... " guman Bayu semakin membuat amarahnya akan meledak.
Bayu kembali melakukan panggilan, tetapi tiba -tiba, suara di belakang nya membuat Bayu terganggu dan spontan menolehkan kepalanya melihat ke belakang.
" Bunganya harum sekali " ucap seorang wanita cantik dengan kostum pegawai wahana Aquarium tersebut, sedang mencium bunga mawar yang sudah Bayu buang ke tong sampah.
" Eh.. kenapa di ambil! " respon Bayu melihat perbuatan itu segera.
wanita cantik yang ada di hadapannya dan menunduk menikmati wangi bunga mawar, kini menengadah, mengadukan pandangannya ke Bayu, yang sedang berwajah kesal juga serius itu.
wanita itu terlihat kecewa dan sedih, kemudian berucap.
" Bukankah ini untuk ku? "
Bayu sedikit melebarkan mata, dan kini menatap wanita itu dengan penasaran.
" Itu milikku dan bukan untuk kamu" sahut Bayu, jadi tambah kesal.
" Kalo milik kamu, kenapa kamu buang ke tong sampah, itu sama juga kamu sudah tidak menganggapnya sebagai milik kamu. " jawab wanita itu bawel.
" Hhhhh" Bayu menghela nafas kasar, dan kemudian hatinya mengeluh.
"Ada apa dengan hari ini, apakah hari ini hari sialku, di bohongi calon tunangan, di abaikan sang ibu, dan kini bertemu dengan wanita cerewet. "
Bayu menutup handphone nya, memutar kedua bola matanya.
" Bodoamat " decak dia lagi, sambil mengedikkan bahu, sebelum berlalu meninggal kan makhluk super aneh itu.
****
Sesampainya di tempat parkir, Bayu merogoh saku baju, mencari kontak mobil. Dan alangkah sialnya, kontak mobil pun tidak ada dalam saku,
" Hhhhh... " lagi lagi Bayu jengah, dan Ia yakin, kontak mobilnya tertinggal di dalam.
Bayu sedikit berlari kembali memasuki wahana Aquarium itu, dan langsung menuju ke kursi yang dia duduki tadi.
" Nah.. betulkan" guman dia. Bayu mengambil kontak mobil yang tergeletak di kursi lalu mengayukan kakinya meninggal kan bangku tersebut.
Dari arah belakang, ada beberapa pegawai wahana, berlari dengan wajah cemas. Sedikit rasa penasaran ada dalam diri Bayu, walaupun itu hanya sejenak. Setelahnya Bayu melangkah dengan mantap, berjalan menuju luar.
***
Lalu lintas petang ini sangat padat, Bayu memukul setir dan frustasi.
" Ck.. " pria itu berdecak dengan frustasi.
" kenapa sih, semua seperti ini" lanjut dia berguman dan mengeluh.
"Drrrtttt"
Handphone dalam sakunya bergetar, Bayu segera mengambil dan menerima panggillan tersebut.
" Halo... " sapa Bayu, tak lama terdengar sahutan setelahnya.
" Bayu, kamu sudah ketemu sama calon tunangan mu? "
" ck... " decaknya kesal, apalagi mendengar kata calon tunangan nya. Dalam pikiran Bayu, Naila tak menyetujui perjodohan mereka.
Bayu menghela nafas, lelah sudah dia dengan hari ini. Dengan persoalan yang membuat emosinya meledak ledak.
" Bu,.. jelas jelas dia tidak menyukai aku, kenapa gak di batalkan saja sih perjodohan ini! " Balas Bayu dengan nada emosi.
" Kata siapa Naila tidak menyukai kamu, dia suka dan setuju bertunangan dengan kamu kok, Ibu dengar sendiri dari mulut dia waktu itu" balas ibunya dengan sedikit bersabar.
" Omong kosong, buktinya dia gak datang 3 hari berturut turut menemui saya! "
" Masak sih, Naila gak datang? " jawab sang ibu, tak percaya.
" a'ahhh... terserah " balas Bayu kasar. Segera di akhirnya panggilan tersebut, lalu melempar hape ke samping.
****
Jam 5 pagi pemuda itu membuka kulkas mengambil air mineral dalam botol.
Dilihatnya sang Ibu dan Bapaknya berpakaian rapi dan terlihat berjalan terburu buru dari kamar mereka.
" Mau kemana?" tanya Bayu seketika, dengan wajah santai, lalu kembali meneguk air dalam botol.
Sang ibu tidak merespon, seolah tidak mendengar sapaanya.
Bayu mengedikkan bahu, memaklumi sang ibu yang kadang penyakit pikun nya kambuh.
" Mau ke kantor Pak? " Bayu melemparkan pertanyaan nya kembali, karena Bayu mulai sedikit penasaran.
" Bapak mau mengantar ibumu ke rumah sakit, habis itu sekalian berangkat ke kantor".Balas sang Bapak sambil berjalan sedikit terburu buru menyusul istrinya.
" Siapa yang sakit? " lanjut Bayu sedikit berteriak , sebab jarak mereka sudah lumayan jauh.
" Naila... " jawab sang Bapak sembari berteriak pula.
" Naila.. " guman Bayu, rasa penasaran mulai menghinggapi.
***
Dalam perjalanan dan sesampainya di kantorpun, Bayu masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada calon tunangan nya itu.
pukul 15.00 kembali sang Ibu menelpon. Dari seberang sana, terdengar suara rame dari orang orang.
" Sepertinya Ibu ada di suatu acara" bathin dia, pikirannya gundah.
" Nak, segera datang ke rumah pak Roy, Naila meninggal dunia" suara sang ibu membuat badan gagah pemuda itu merasakan limbung. Dia syok mendengar kabar dari sang Ibu.
Segera diambilnya tas, kontak mobil dan langsung terburu buru keluar dari ruang kerjanya. Tak dihiraukannya pertanyaan pertanyaan yang di lontarkan rekan sekantornya. Pikirannya sibuk dan hanya ada satu hal di otaknya saat ini, yaitu segera sampai ke rumah Naila.
***
Bayu semakin merasa penasaran, dan perasaan bersalah pun hadir dalam dirinya, ketika sampai di rumah yang bernuasa duka itu.
Bayu menelpon sang ibu, setelah memarkirkan mobilnya. Sang ibu menjemput nya sambil berlinang air mata.
" Siapa yang meninggal ibu? " tanya Bayu dengan tak sabar.
" Naila yang meninggal nak, hiks.. hiks... " jawab sang ibu dan segera Bayu memeluknya, membiarkan bajunya basah karena airmata wanita yang melahirkan nya itu.
Bayu merasakan kesedihan atas kepergian Naila, padahal mereka belum pernah ketemu.
" Innalillahi wainnailaihi rojiun" ucap pemuda itu seketika.
" Naila sakit kah, kenapa bisa meninggal? " lanjut Bayu ketika tangis dan kesedihan sang ibu mereda.
" Tidak, Naila tidak sakit, dia kecelakaan di tempat kerjanya. "
"Naila kerja di wahana Aquarium itu nak, makanya ibu nyuruh kamu temui dia di sana, dan kemarin dia jatuh terpeleset ke kolam yang dalam, tempat dimana Buaya di tempat kan" jelas ibunya Bayu.
" Apa? " Bayu kaget mendengar penjelasan dari sang Ibu.
"Berarti yang kecelakaan kemarin adalah Naila.. dan jangan jangan.. wanita yang aku temui itu adalah Naila? "
Sang ibu membelalakkan mata, terkejut dengan pengakuan Bayu.
" Bu.. coba lihat foto Naila, apakah ibu menyimpannya? "lanjut Bayu dengan badan sedikit bergetar.
Sang ibu menurut i permintaan nya, memperlihatkan kan Foto calon tunangan nya.
" Naila... " pekik pemuda itu dengan nada menyesal..
*** tamat..