Alaska Fragrance. Dua buah kata yang mewakili nama panggilan dari seorang cowok berwajah tampan dan sifat yang sangat cuek. Awalnya dia tak secuek sekarang, sebelum ia menemukan seseorang yang singgah di hatinya. Namun apakah dia akan kembali cuek ketika menemukan seorang yang telah membuat hatinya bergetar? namun....LDR.
CERITA!!
Tap Tap Tap
Suara langkah kaki berhamburan keluar dari sebuah ruangan atau rumah. Tak hanya 1 atau 2 orang yang keluar, namun ada banyak yang keluar dari rumah tersebut. Tak kecuali, Alaska Fragrance.
"KAA" Panggil seseorang dari luar pagar rumah itu. Alaska menoleh, ia menghampiri teman nya.
"Kenapa?" Tanya Alaska.
"Udah selesai belom urusan Lo?"Tanya balik teman Alaska yang bernama, Devan Mahendra.
Alaska menoleh kebelakang sekilas. "Udah. Kenapa emang?" Tanya Alaska lagi.
"Anak-anak ngajak ngumpul di tempat biasa" Jawab Devan.
Alaska mengangguk."Abis ini gue ke sana. Lo duluan aja" Ujar Alaska lalu meninggalkan Devan tanpa persetujuan Devan.
Devan berdecak malas. ingin rasanya mulutnya mengeluarkan kata-kata kotor, namun ia mengingat masih di tempat yang tidak pas buat mengeluarkan kata-kata kotor nya itu. Tak mau kebablasan, ia segera mengendarai sepeda motor CRF berwarna hijau dan segera pergi dari tempat itu.
••••
Alaska sudah sampai di tempat biasanya ia berkumpul dengan para teman-temannya. Tadi ia sempat pulang ke rumah untuk mengganti pakaian terlebih dahulu lalu ke tempat kumpulan.
Mereka menamakan tempat tongkrongannya dengan sebutan JAMKATI. Entahlah, kenapa tiba-tiba satu kata yang keluar dari bibir tipis Alaska bisa-bisa di buat nama tempat tongkrongan.
"JAMKATI itu apa sih bang?" Tanya Gilang Rajendra. Adik kelas Alaska. Hanya beda taun tapi anak nya yang buat Alaska dan teman-temannya tertawa kadang juga pengen buang hidup-hidup.
Alaska menoleh menatap Gilang malas. "Jauh di mata dekat di hati" Jawab Alaska membuat semua teman-temannya terdiam sejenak.
Ingin tertawa?tidak! GIlang merasa pertanyaannya menyinggung hati Alaska. Di antara yang lain, hanya Alaska yang berbeda.
"Bang Ke, gue haus. Pesenin gue minum dong!" Pinta Gilang santai seperti meminta kepada asisten nya saja.
"Jangan panggil gue Bang Ke kenapa sih Lo? Nama gue aslinya bagus kalau Lo nggak kasih embel-embel Bang" Ucap Kevin Aprilio Ketus.
"Gini ya bang. Gue itu menghargai yang lebih tua, tapi bukan membeli karena gue masih doyan yang imut-imut nggak kayak Lo amit-amit"
"GILANG SINI LO ANAK SETAAN"
(cerita lengkap ada di versi Novel)
••••
Vebyola Annamarie. Beby. sosok gadis cantik dengan wajah polos tanpa makeup, putih alami dan bibir cantik mata lentik. Apalagi jika tiada sehelai rambut pun yang kelihatan di area kepalanya.
"Beb, Lo jadi ke luar negeri?" Tanya Kanaya Tabitha salah satu sahabat Beby.
"Iya, masak Lo tega sih ninggalin kita di sini" Saut Amaya Salsabila.
Beby tersenyum simpul. "Gue nggak jadi pergi Minggu depan. Ta__"
BRAKK
"WHAT?EXCUSE ME? REALLY?" Teriak Kanaya menggebrak meja sembari berdiri, senyum senang bahagia mengembang di wajah nya.
"Dengerin dulu" Ujar Beby menyuruh Kanaya untuk duduk dulu.
"Gitu dong, baru namanya Beby yang cantik" Goda Amaya.
Beby menghela nafas. "Dengerin gue dulu. Gue emang nggak jadi pergi Minggu depan, tapi gue tetep bakal pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studi gue yang orang tua gue dan juga gue inginkan. Orang tua gue mendukung mimpi gue, dan mereka nyuruh gue untuk belajar di luar negeri sambil jaga nenek gue di sana yang sendirian. Tapi gue janji, gue bakal balik kesini kok setelah gue lulus dan mendapatkan apa yang gue ingin kan. Dan juga, gue nggak bakal lupain kalian walaupun gue udah lama disana" Kanaya dan Amaya terharu dengan kata-kata Beby.
"Semoga mimpi Lo terkabulkan" Doa Amaya.
"AMINNN" Jawab mereka serempak dan berpelukan.
"Bukan cuman kalian yang bikin gue berat meninggalkan tanah air gue. Tapi ada sosok laki-laki yang sangat gue cintai yang membuat gue berat pergi dari tanah air" batin Beby.
•••
DEG
"Ja-jadi ka-kamu?" Ucap Beby terbata-bata. Ia terkejut dengan apa yang ia lihat sekarang.
Alaska terdiam sejenak. Rasa sesak di dada membuat ia susah sekali bernafas setelah ia berkata jujur di depan gadis yang paling ia cintai.
Hati Beby begitu hancur berkeping-keping mendengar kenyataan dari Alaska. Panas, air mata Beby mengalir setetes demi setetes dari matanya cantik nya. Alaska mendekati Beby dan memeluknya erat. Beny semakin menangis menjadi-jadi, bukan hanya Beby saja yang menangis, namun Alaska juga menangis di pundak Beby.
"Maaf, Maaf, Sekali lagi maaf" beribu kali kata itu keluar dari mulut Alaska. tapi rasanya hanya kata itu tak cukup untuk membuat hati gadis yang ia peluk menjadi tenang.
Beby masih menangis di dalam pelukan Alaska. Malam ini, adalah malam terpahit bagi Beby. Sebelumnya Beby ingin mengatakan kepada Alaska kalau ia akan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studi, tapi kenyataan dari Alaska sudah membuat nya hancur.
Setelah beberapa saat,Beby sudah lebih tenang. Alaska melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Beby dengan ibu jari nya.
"Sekali saja, aku mau egois ke kamu. Jangan tinggalin aku walaupun aku tidak bisa bersama mu hingga menua" Ucap Alaska.
"Ke-kenapa kam-kamu nggak jujur dari dulu, Ka?Hiks, aku udah terlanjur sayang sama kamu, tapi Hiks kamu" Beny tak mampu melanjutkan kata-katanya.
Alaska kembali merengkuh tubuh mungil Beby. "maaf. Kalau aku jujur dari dulu, aku nggak bakal bisa kenal sama kamu seperti sekarang ini. maaf, aku nggak bisa bohongin perasaan ku sama kamu. Aku tau hubungan kita tidak sah, tapi aku nggak bisa, by, aku nggak bisa" Jelas Alaska.
"Be-besok aku akan ke luar negeri untuk lanjut study" Ucap Beby. Alaska menggeleng-gelengkan kepalanya di ceruk leher Beby yang tertutupi oleh kain.
"Tolong jangan pergi" Lirih Alaska.
••••
"BEBY JANGAN TINGGALIN GUE" Teriak Alaska di bandara internasional Soekarno Hatta.
Bayu, Kevin dan Gilang terus menahan Alaska yang memberontak ingin menyusul Beby. Amaya dan Kanaya ikut menangis melihat Alaska yang begitu mencintai Beby walaupun mereka tidak di perbolehkan bersama.
"LEPASIN BANG*AT" Teriak Alaska terus memberontak.
"BEBY JANGAN PERGI. BEBYYYYYYYYY" Rasanya tidak peduli lagi tatapan semua orang kepada nya. Tenaga Alaska sudah mulai melemah setelah punggung Beby sudah tidak terlihat lagi.
Orang tua Beby ikut terharu melihat kisah cinta manis yang berubah menjadi pahit Beby dan Alaska. Beby tak berhenti menangis di dekapan papa nya. Papa Beby mengusap air mata nya sekilas, lalu mengusap punggung Beby dengan lembut.
sedangkan Alaska. Dia terdiam. Pandangan kosong menatap ke arah di mana Beby meninggalkannya.
"gue akan tunggu Lo, Vebyola Annamarie"
END--
(VERSI LENGKAP BAKAL DI BUAT NOVEL YA)