Nama saya ๐๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ง ๐๐ง๐๐ข๐ช๐๐๐, laki-laki yang bertubuh tinggi, berkulit putih, hidung mancung, alis tebal, memiliki bola mata warna coklat muda, berambut agak pirang, dan mempunyai gigi gingsul disebelah kanan. saya berumur 17 tahun atau kelas 11 SMA, saya dari keluarga bisa dibilang kelas atas.
Saya terbaring dibrankar/ranjang rumah sakit, tidak bisa apa-apa bahkan duduk saja susah, tapi kalau bicara dan menggerakkan tangan bisa tentunya, saya sedang sakit yang diharuskan dirawat di tempat yang berbau obat-obatan ini.
"๐๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ง mamah mau pulang dulu yah, mamah ada sedikit kerjaan di butik, sekalian ambil baju buat kamu, nanti malem mamah kesini sama papah kamu" ucap mamah ๐๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ง atau sebut saja namanya ๐ผ๐ฃ๐๐ฉ๐.
"Iyah mah" ucapku dimulut tapi di dalam hati berkata "๐๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ ๐ต๐ถ๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต" Kedua orang tua saya orang yang gila kerja, mungkin bisa dibilang sayang kerjaan dari pada anak satu-satunya.
Setelah mamah saya pergi tidak lama kemudian temanku datang,
"Giamana keadaan lu?" ucap temanku yang bernama ๐๐๐ฏ๐๐ก, cowok bertubuh tinggi berkulit putih, berhidung mancung, berambut hitam, mempunyai bola mata berwarna coklat pekat.
"Yah gx gimana-gimana, masih kaya gini" ucapku sambil tersenyum
"Gx usah senyum, nanti gw dibetes lu mau tanggung jawab?" ucap temanku sambil terkekeh yang bernama ๐ผ๐๐ cowok bertubuh tinggi dan tapi agak berisi, berambut hitam, berkulit putih, hidung mancung dan memiliki bola mata berwarna Coklat pekat.
"Saking manisnya sampai bikin orang diabetes hahaha" ucapku sambil tertawa.
Mereka berdualah yang selalu nemenin saya disaat sakit, sedih dan di keadaan apapun, kita berteman sudah lama.
"Lu cepet sembuh napa ๐๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ง kasian tuh sekolah sepi dan bu kantin juga kangen katanya" ucap ๐๐๐ฏ๐๐ก
"Gw sih pengennya cepet sembuh, tapi belum diizinin sama Allah" ucapku tersenyum tipis
"Lu sih kenapa waktu itu nyebrang jalan udah tau ada mobil" ucap ๐ผ๐๐
"Bukan nyebrang jalan tapi mau nyelametin anak kecil yang waktu itu sedang menghampiri kucing kesayangannya yang berada ditengah jalan" ucap ku
"Terus itu si anak kecilnya gimana?" ucap ๐๐๐ฏ๐๐ก
"Dia hanya luka ringan di kakinya" ucapku
"Terus?" ucap ๐ผ๐๐
" Apanya yang terus? "ucapku
" Lanjutin ceritanya b*g*"Ucap ๐ผ๐๐ kesal
"Kan gw udah tadi, cuman yang terluka parah gw karena tertabrak dan anak kecil itu untungnya gw dorong ke pinggir biar terhindar, dan alhamdulillah dia cuma luka kecil" ucapku
"Terus itu orang yang nabrak giamana? " Ucap ๐๐๐ฏ๐๐ก
"Dia tanggung jawab tapi gx sepenuhnya" ucapku
"Kenapa" ucap ๐๐๐ฏ๐๐ก dan Adi
"Gw juga kurang tau, coba kalian tanya sama orangnya" ucapku
"Ck" decak kesal mereka berdua
"lu udah lama di sini lukanya juga udah kering tapi kenapa lu masih disini? " ucap ๐ผ๐๐
"Ntah lah gw juga kurang tau" ucapku
"Besok jalan-jalan yuk, deket sini ajah gimana?" ajak ๐๐๐ฏ๐๐ก
"Gw sih mau tapi ini...?" ucapku lirih sambil melihat kakiku
"Tenang ajah nanti pakai kursi roda, dan kita berdua yang akan ngawal lu, sekalian lu belajar jalan dan masalah tante ๐๐๐ฉ๐ Nanti gw yang izin" giamana ucap ๐ผ๐๐ penuh harapan
"Hmmmm.... " ucapku atau deheman
"Udah lu mau yah, lu gx bosen apa disini, sekali-kali lu keluar biar gx pengap sama tuh obat" ucap ๐๐๐ฏ๐๐ก
"Baiklah" ucapku tersenyum
Dan benar saja mereka datang lagi keruangan ku sambil mendorong kursi roda kosong untuku, dan aku yang melihat mereka tersenyum bahagia.
"๐๐ฐ๐ณ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ ๐ฎ๐บ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ต ๐ง๐ณ๐ช๐ฆ๐ฏ๐ฅ" ucap ๐๐๐ฏ๐๐ก dan ๐ผ๐๐ dengan senyuman bahagia
"๐๐ฐ๐ณ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ" ucapku
"Yuk waktunya kita Jalan-jalan lagi" ucap ๐๐๐ฏ๐๐ก
"Ayok kita bantu lu turun" ucap ๐ผ๐๐, dan mereka pun membantuku turun dan duduk di kursi roda
"Kita jalan ke taman deket sini ajah yh, dan nanti sambil makan siang" ucap Rizal, dan saya pun hanya menganggukan kepala
.Mereka membawa ku di taman...
"Huuhhhhh... Terimakasih" ucapku
"Sama-sama " ucap mereka berdua kompak
Seperti yang dikatakan mereka kemarin kalau mereka mau mengajariku berjalan kembali walaupun agak sulit untukku
"Ayooo... Guntur ayooo... jalan kesini... cepat...." ucap mereka sambil teriaki aku yang sedang berdiri dan mau melangkahkan kaki
"Ayooo... Guntur Bisa... semangat..." teriak mereka menyemangati ku.
kini kita bertiga sedang duduksambik minum karena capek teriak-teriak bagi mereka dan capek menggerakkan kaki untukku, walaupun tadi beberapa kali aku hampir jatuh dan untung saja mereka siap siaga.
Kini kita sedang jalan menuju restoran.
"๐๐๐ก lu bawa ๐๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ง duluan gw kebelet mau ke kamar mandi" Ucap ๐ผ๐๐ dengan muka merah karena menah sesuatu
"Oke tapi lu cepet yah" Ucap ๐๐๐ฏ๐๐ก
Kini tinggal ๐ผ๐ ๐ช dan ๐๐๐ฏ๐๐ก, ๐๐๐ฏ๐๐ก setia mendorong kursi roda yang aku duduki, tapi tiba-tiba berhenti dan aku menengoknke ๐๐๐ฏ๐๐ก dan ternyata ๐๐๐ฏ๐๐ก sedang mengikat tali sepatunya.
"Bentar" kata ๐๐๐ฏ๐๐ก
Dan aku hanya fokus pada HP yang ku pegang, dan kini sudah jalan kursi roda ku dan aku berkata pada ๐๐๐ฏ๐๐ก "Bentar banget lu" tapi mataku masih fokus dengan HP, tapi kursi roda yang aku duduki makin lama makin cepat jalannya dan kebetulan itu pas jalannyang turunan, "Jangan cepet-cepet dorongnya" ucapku tapi masih fokus dengan HP, tapi makin lama makin nambah cepet akupun menengok ke belakang dan ternyata ๐๐๐ฏ๐๐ก masih berada di tempat tadi dan jauh, akupun panik dan berteriak "๐๐๐ฏ๐๐ก๐ก๐ก๐ก... Woy tolongin gw... " Teriak ku "๐๐๐ฏ๐๐ก.. .. ๐ผ๐๐๐๐๐.... " masih teriak memanggil nama temanku, di tambah makin panik karena didepan sana ada tembok pagar. *
๐ฅ๐ช๐ด๐ช๐ด๐ช ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ: "๐๐ฐ๐บ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ง?" ๐ต๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ผ๐๐ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฑ๐ถ๐ฌ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐จ ๐๐๐ฏ๐๐ก, "๐๐ข๐ฉ... ๐๐ฏ-" ๐ถ๐ค๐ข๐ฑ ๐๐๐ฏ๐๐ก ๐๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐จ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ๐ณ๐ด๐ช ๐ณ๐ฐ๐ฅ๐ข ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฌ๐ข๐จ๐ฆ๐ต ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ง ๐จ๐น ๐ข๐ฅ๐ข, "๐๐ข๐ฏ๐ข? " ๐ต๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ผ๐๐ ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ฌ๐ฉ๐ข๐ธ๐ข๐ต๐ช๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ช๐ฏ๐จ๐ถ๐ฏ๐จ, "๐๐ข๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช" ๐ถ๐ค๐ข๐ฑ ๐๐๐ฏ๐๐ก.
"woyyy.... ๐๐๐ฏ๐๐ก... ๐ผ๐๐... Tolong.... " ucapku teriak kenceng, dan mereka pun melihat kuyang duduk dikursi roda dengan kecepatan penuh, dengan muka khawatir dan langsung lari, "Bego... lu nyuruh jagain malah lalai... " ucap ๐ผ๐๐ memarahi ๐๐๐ฏ๐๐ก sambil berlari,, "Tolong.... "aku terus teriak minta tolong.
Semakin dekat dengan tembok, "๐๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ง Awas" semakin dekat dan brukkk๐ฅ๐ฅ๐ฅTertabrak tembok.
"๐๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ง... ๐๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ง... " Ucap ๐๐๐ฏ๐๐ก dan ๐ผ๐๐ saat sudah sampai di kursi roda
"๐๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ง... ๐๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ง lu dimana" mereka teriak dan khawatir karena melihat kursi roda tapi tidak adanya aku.
"๐๐๐ฏ๐๐ก... ๐ผ๐๐... kalian beg*, kalian mau gw mati apa? mau kal-" ucapku terpotong
"๐๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ง lu bisa jalan" ucap mereka berdua melihatku yang berdiri dihadapkan mereka dengan wajah merah karena marah.
"Ap... apa.... gw bisa berdiri" ucapku sambil melihat kakiku, dan benar aku berdiri tegak dan bisa jalan. mereka berdua mengangguk.
"Gw bisa berdiri lagi gw bisa jalan lagi, terimakasih ya ๐ผ๐ก๐ก๐๐, terimakasih ๐๐๐ฏ๐๐ก, ๐ผ๐๐" Akupun berterima kasih dan sambil loncat-loncat kecil karena bahagia.
"Alhamdulillah,lu bisa jalan lagi, selamat" ucap ๐ผ๐๐
"Akhirnya lu bisa jalan lagi ๐๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ง" ucapa ๐๐๐ฏ๐๐ก
Kitapun bersorak bahagia,,,
"Gunturku" ucapan mereka