"Hana ... Pulang sekolah nanti kita ketemuan di lapangan basket," ucap Joshua.
"Ada apa?"
"Pokoknya kita ketemuan."
Mereka lalu bertemu di lapangan basket.
Joshua memegang bola basket.
"Jika aku bisa memasukkan bola, kau akan jadi pacarku."
"Jika tidak?"
"Aku pasti bisa."
Setahu Hana, Joshua jarang bermain basket. Dan sekarang ia mencoba memasukkan bola basket three poin.
Apa Joshua bisa?
Joshua merasa yakin. Ia sudah sering berlatih beberapa hari ini. Sampai kemarin ia selalu berhasil memasukkan bola ke ring.
Joshua mulai memantulkan bola. Lalu ia melempar bola menuju ring. Bolanya hanya menyentuh lingkaran ring. Joshua gagal.
Joshua mencoba lagi. Kali ini ia gagal lagi. Keringat mulai menetes dari pelipis Joshua.
Yang ketiga tidak boleh gagal.
Tapi ternyata gagal lagi.
Aku nggak bisa jadi pacar Hana?
Hana lalu mengambil bola basket. Ia melemparnya ke ring. Masuk.
"Josh ... Sekarang kau resmi jadi pacarku."