Suara nyaring bel tanda pelajaran berakhir, memberi angin segar bagi para siswa di SMA 20. Setelah guru yang mengajar keluar dari kelas, mereka semua berlomba-lomba segera membereskan semua alat tulis masing-masing. Lalu, mereka akan keluar kelas bersamaan seperti laron yang terbang mendekati cahaya. Ya, mereka bagaikan laron. Namun, bedanya para siswa itu akan mendekat pada pintu gerbang.
Berbeda dengan Lita, hari ini dia mengikuti ekskul cheersleader terlebih dulu. Gadis itu memang telah mengikuti kegiatan itu semenjak duduk di bangku SMP, hingga saat ini dia duduk di kelas sebelas. Lita bersama dengan teman-temannya menuju ruang ganti untuk berganti seragam cheers mereka.
"Hari ini kita pakai lapangan outdoor, ya? Anak futsal lagi pinjem lapangan indoor," ucap sang ketua memberi informasi.
"Lho? Berarti kita latihan bareng anak basket?" tanya Lusi.
"Iya, tapi tenang aja kita latihan di pinggir. Biar nggak kena bola."
Mereka segera melakukan pemanasan sebelum mulai berlatih. Mereka harus melakukan pemanasan agar terhindar dari cedera ketika berlatih. Walau bagaimana pun, kegiatan cheers juga berbahaya jika dilakukan bukan oleh orang-orang profesional.
Melihat kedatangan anak-anak cheers, membuat para atlet basket itu memfokuskan diri pada ekskul itu. Tadi ketua ekskul basket sudah memberitahu bahwa mereka akan berbagi lapangan dengan anak-anak cheersleader. Tentu mereka tidak keberatan, malah merasa senang. Mereka akan diberi semangat oleh para anak cheersleader yang sebagian besar adalah anak perempuan.
"Ayo, fokus latihan!" teriak ketua ekskul basket membuat para anak basket seketika tersadar.
Dipinggir lapangan sudah ramai oleh anak-anak yang memutuskan menonton anak basket latihan. Walaupun hanya latihan, lapangan basket akan selalu ramai oleh penonton.
"Seven... Eight..."
Suara teriakan ceria itu sama sekali tidak mengganggu konsentrasi para atlet basket itu. Mereka malah tambah bersemangat memainkan bola oranye itu.
DUG!
Suara nyaring pantulan bola basket yang mengenai ujung ring membuat para anak basket itu terdiam menahan napas.
Mata mereka kompak memperhatikan kemana bola itu pergi. Spontan teriakan histeris para anak basket menggema melihat kemana bola tadi pergi setelah memantul cukup keras.
"Awas!" peringat salah satu di antara mereka.
Bruk!
Piramid yang sedang di susun anak-anak cheersleader ambyar seketika. Lita yang berada dipuncak piramid terkena bola basket dan menyebabkan dirinya hilang keseimbangan. Akhirnya piramid yang mereka buat ambruk, bersamaan dengan Lita yang terjun bebas.
Para penangkap yang belum siap menyebabkan Lita tidak jatuh dalam posisi yang menguntungkan. Lita meringis menahan sakit saat merasakan kakinya yang mendarat tidak sempurna, ditambah dengan kepalanya yang tadi terkena bola basket.
"Lita! Lo nggak papa?" tanya teman-teman Lita mendekat.
"Lo kalo nangkap yang bener dong," ucap Lusi pada seorang cowok yang harusnya menangkap Lita.
"Gue kaget tadi, tiba-tiba kalian bubar," ucap cowok itu berusaha membela diri.
Sementara itu para anak basket juga mendekat ingin melihat bagaimana kondisi korban. Seseorang yang tadi menembak bola tidak tepat sasaran pun mendekati Lita. Dia berniat meminta maaf pada gadis yang sedang memegangi pergelangan kaki kirinya itu.
"Maaf, gue nggak sengaja tadi. Gue anter ke UKS atau rumah sakit kalo luka lo ternyata parah," ucapnya dengan raut wajah sangat menyesal.
"Nggak apa-apa. Lo nggak sengaja, kan? Gue bisa pergi sama temen-temen gue," jawab Lita mendongakkan wajahnya untuk menatap sang lawan bicara.
Mata mereka bertemu dan keduanya kompak terdiam. Deg. Deg. Deg. Suara detak jantung terdengar dari dada Lita maupun cowok itu. Keduanya masih terdiam, melupakan banyak orang yang berdiri mengelilingi mereka dengan raut wajah khawatir. Bahkan, untuk saat ini Lita melupakan rasa sakitnya.
"Ayo, gue antar ke rumah sakit!" ucap cowok itu.
Suara teriakan menggema memenuhi lapangan basket sore ini. Cowok itu menggendong Lita dan segera membawanya pergi dari sana. Sementara Lita masih berusaha mengontrok detak jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya.
💓💓💓