"Shut lihat, dia putri kejam yang selalu berusaha menyakiti adiknya!"
"Aku dengar, dia juga menggoda kekasih adiknya."
Bisik-bisik itu membuatku menoleh, bahuku bergetar, bahkan aku mencoba menutup mulut dengan tangan. Agar ta--
"Hahahaha!"
Sial, aku benar-benar tidak bisa menahan tawa. Wanita-wanita licik tukang gosip itu mematung, aku tidak peduli pada mereka yang akan mengangap aku gila. Pada dasarnya, rasa dalam hatiku sudah mati.
"Oh maaf, aku hanya merasa lucu melihat para bab* bisa berbicara!"
"Kau--" seorang wanita dengan geram mengangkat tangan.
Plak!
Bola matanya berpendar--spechles, kakinya melemas hingga ambruk ke lantai dansa. Mungkin, dia tidak menyangka putri duke yang di rumorkan bodoh dan lemah memiliki pukulan yang menyakitkan.
"Jangan lupa status mu hanya bangsawan rendahan, atas dasar apa kamu ingin menyakiti putri duke? Juga ... calon putri makhota!" Ujarku dingin.
Aku melewati mereka dengan anggun.
"Putri mahkota apaan? Pangeran Hans mencintai adikmu!"
"Hahahaha!"
Lagi, aku tertawa hingga meneteskan air mata.
"Siapa yang bilang aku suka pangeran bodoh itu?"
Tap
Tap
"Sayang, ayo pergi!"
Suho melambai, dia mengengam tanganku lembut. Aku menyungingkan senyum sinis pada mereka yang lagi-lagi membuka mulutnya kaget.
"Kekasihku calon raja dari kerajaan seberang, ketika aku menikah dengannya. Aku akan menjajah negara kecil ini hahah!"
Ya ...
Akulah si antagonis.
Tapi, sebelum ini aku adalah wanita biasa yang di benci ayahku, di rendahkan pelayanku, selalu di bandingkan dengan adik tiriku dan berkali-kali di sakiti tunanganku.
Aku mati untuk mengantikan kesalahan adik tiriku, lalu saat membuka mata aku kembali pada masa di mana aku masih berumur 12 tahun.
Di kehidupan kali ini, aku akan berubah. Menjadi antagonis sesungguhnya!!
~ Bersambung ~