Tepat di sebuah taman yang indah, malam yang terang dengan cahaya dari bulan dan bintang, membuat dua sejoli ini sangat menikmati pemandangan langit hitam cantik itu.
Malam ini bulan dan bintang menjadi saksi kebersamaan mereka, dan baru kali ini mereka bisa bertemu secara langsung, dari dulu mereka hanya bisa saling menyapa lewat telpon, dan sekarang mimpi mereka tercapai, Bertemu langsung di sebuah taman yang menjadi tempat pertama mereka kunjungi.
"Malam yang indah, langit dan seisinya menjadi saksi kebersamaan kita sekarang, aku sangat merasa bahagia bisa bertemu langsung dengan mu. sungguh ini seperti mimpi namun mimpi ini sangat berasa hangat jika di dekat mu"
Rayuan manis Topan membuat Cinta semakin merasakan malu, hatinya sangat menggebu-gebu saat mendengar kata-kata itu saling menyatu, pipinya mulai berubah menjadi merah merona, Apalagi di tambah dengan senyuman kecil di wajahnya, membuat Topan yang menatapnya semakin merasakan nyaman.
"Kau sangat cantik, meski hanya di pandang dari samping, apalagi jika aku melihat wajahmu seluruhnya, pasti aku akan meninggoy melihatnya 😅"
Rayuan itu keluar kembali dari mulut kecilnya Topan, hati dan pikirannya cinta semakin merasa tidak nyaman, ia merasakan hawa panas penuh bunga-bunga dan cinta di dalam hatinya, sungguh dia hanya bisa tersenyum dan memejamkan matanya sangat senang, meski sekarang dia sangat ingin sekali untuk mengeluarkan rasa itu.
"Kenapa kau diam saja!! tapi tidak apa, hanya diam tidak menjawab saja, kau sangat terlihat lucu"
"Hmm" Gumam cinta yang sudah tidak kuat ingin menjawabnya, namun rasa malu itu terus menahannya, tapi ia memberanikan nya.
"Sudah cukup, aku merasa sangat malu, dari tadi kau memujiku, aku suka salting jika kau terus menatap ku dan merayuku"
Jawaban itu yang keluar dari mulut kecil Cinta dengan pandangan terus pokus ke langit lepas, dan wajahnya yang masih memerah, di tambah dengan sebuah senyuman manis membuat Topan yang melihatnya semakin gereget ingin mencubit pipinya yang merah itu.
"Bolehkah aku minta ijin padamu!!"
Tanya itu keluar dari mulut topan, Cinta berubah ekspresi, ia melirik topan yang berada di sisinya, topan yang masih saja dengan posisinya menatap Cinta, hanya bisa terdiam menatap mata bulat cantik Cinta.
"Ijin apa?" Jawab Cinta sedikit malu, lalu topan semakin mendekat pada cinta dan tersenyum, Cinta hanya bisa terdiam dan sedikit terkejut dengan wajahnya topan semakin mendekat, sedikit demi sedikit kepala topan menyerang mendekati wajah cinta, Cinta hanya diam membeku tidak bisa bergerak sangking ragu dan terkejutnya.
Tinggal beberapa sentimeter lagi Wajah mereka saling bertemu, Mungkin cinta terlalu suka menonton Drama dia serasa dirinya sedang berakting, dengan pelan Cinta memejamkan matanya layaknya di Drama romantis.
Topan melihatnya langsung berhenti dan terbengong, menatap mata cinta yang dia pejamkan, lalu Topan bertanya langsung pada Cinta.
"Apa yang kau lakukan!! apakah pikiranmu sedang berada di drama!!" Sekilas mata itu terbuka karena terkejut dengan pertanyaan pacarnya, ia langsung membulatkan matanya dan saling menatap.
"Kenapa? kau pasti sedang berkhayal jika aku akan mencium mu, iya kan" Ucap Topan menghentikan tatapan itu, dengan cepat Cinta membuang mukanya dan langsung menjawabnya.
"Tidak, aku tidak berfikir seperti itu, aku hanya.."
"Apa!! ini nih, kalo sudah buta karena drama, hal seperti ini saja ingin kau tiru" Memotong perkataan Cinta tadi.
"Lalu apa yang akan kau perbuat tadi padaku!!" Tanya Jeles itu keluar dari wajahnya, topan melihatnya tersenyum menatap cinta.
"Tadi aku hanya ingin berbisik saja, apakah aku boleh jika mencubit pipimu, eh tapi, yang di pikirkan pacarku yang imut lucu ini sedang traveling dunia😂" Tawa topan membuat cinta merasa malu dan tidak ingin menatap wajah pacarnya sangking malunya.
"Sudah kau jangan merasa malu, aku di sini hanya bercanda" Ucap topan menenangkan cinta, cinta yang mendengarnya masih tidak bisa terima dan benar-benar sangat malu, pandangan nya masih terus menunduk berlawanan.
Cinta berpikir bahwa topan akan membencinya karena perilakunya tadi, dia berpikir juga jika nanti dia memutuskan dirinya dia kan memberitahu kepada semua teman laki-lakinya.
"Sudah berbalik sini, jangan malu dengan ku, katanya malam ini adalah malam di mana hujan meteor akan tiba, kau inginkan melihatnya bersamaku??"
Seketika rasa malu itu hilang dan langsung berbalik badan menatap senyum topan itu, Cinta sangat suka jika melihat meteor berjatuhan, karena menurutnya apa yang di minta di saat meteor itu turun, permintaannya terkabul, dengan cepat cepat senyumannya ia lintangkan sempurna di depan topan dan mengangguk mau.
"Aku mau, aku sangat suka dengan pemandangan indah itu, kapan hujan meteor itu datang??"
"Sebentar lagi tinggal menghitung menit saja, mari kita saksikan nya di depan sana agar lebih nampak jelas meteor itu" Menjulurkan tangannya pada cinta, lalu cinta menerima pegangan itu, ketika mereka bangkit, meteor itu sudah mulai berjatuhan dan mereka dengan cepat berlari mendekati pemandangan indah itu.