Berpetualang ke area Kyoma Mononobe di Shinjuku. Sekalian cari informasi, hahaha.
Di sini jam setengah tujuh, masih pagi. Sambil minum kopi good day vanilla latte, nulis cerpen di Noveltoon :9 Sebelumnya main game juga, Transient Stone semakin mahal setelah first paid promo, duh... Jadi agak sulit buat gacha lagi...
Yuk mulai cerita~
***
Berkeliling kota di Jepang yang berbeda. Keito melihat ternyata banyak sekali transient yang hidup di Roppongi, Shinjuku dan Tokyo. Mungkin masih banyak lagi di luar sana. Bentuknya beragam, ada yang seperti humanoid hewan, manusia bertanduk, memiliki sayap, bahkan demon. Jika beruntung, Keito dapat melihat titan yang mampir ke taman Roppongi untuk tidur siang.
Pada hari-hari sebelumnya, Kyoma datang menemui Keito di Roppongi Academy. Ia mengaku sebagai orang yang mengenal Keito. Segera ia kembali melihat surat yang diberikan Kyoma. Disana tertulis alamat tempat tinggalnya, dekat Shinjuku Academy.
Keito bersama Cait Sith datang menuju alamat yang di berikan Kyoma.
Sesampainya disana, berbeda dari bayangan Keito. Shinjuku Academy tidak seperti Roppongi Academy. Disana terlihat seperti sekolah biasa saja, ya seperti SMA biasa.
Keito menanyakan alamat yang diberikan Ryoma kepada salah satu murid Shinjuku Academy, karena alamat itu berhenti disana. Tidak menjelaskan lebih detail. Ia menanyai seorang murid laki-laki yang terlihat begitu berandal, bernama Kengo.
"Wah! kamu dari Roppongi? Kamu ingin bertarung denganku?" Ajak Kengo, yang seharusnya menjawab pertanyaan Keito, soal alamat Kyoma.
Keito menolak, "Hei, Bukan... Kenapa aku harus bertarung denganmu? Aku mencari alamat tempat tinggal Kyoma Mononobe."
"Ya, Ya, Ya... Bertarung dulu baru ku beri tahu." Jelas Kengo.
Keito merasa Kengo adalah orang idiot, tipe orang yang tidak menyukai konversasi yang ia sukai, hanya melakukan apa yang ia suka, tebaknya.
"Ya baiklah, aku akan melakukannya dengan cepat." Jawab Keito menuruti ajakan Kengo.
Bruaaaaaak! Bunyi dentuman Kengo yang baru saja terlempar ke udara dan jatuh ke tanah tak berdaya.
"Barbar sekali murid ini..." Ejek Cait Sith.
"Sekarang aku mengerti kenapa, Roppongi Academy dan Shinjuku Academy tidak begitu akrab..." Jelas Keito.
Kengo yang bangkit, lalu menanyai bagaimana bisa Keito melakukannya, menyerang tanpa menyentuh, tetapi Keito tidak menjawab, dan meminta jawaban soal alamat. Kengo memberi tahunya, bahwa Kyoma tinggal di kantornya di Shinjuku Academy. Sungguh sangat tidak membantu.
Kengo mengatakan, "Baiklah, Bocah Roppongi. Lain kali kita bertemu lagi, aku akan bertarung denganmu."
Sambil berjalan menjauh, Keito menjawab, "Ya, sampai jumpa," Keito mempelankan suaranya, "Semoga kita tidak pernah bertemu lagi."
Keito memasuki bangunan sekolah Shinjuku. Disana banyak murid yang memperhatikannya. Itu karena Keito adalah Murid Roppongi Academy.
Ada seorang guru laki-laki, berambut hitam, dengan janggut yang tumbuh dari cambang hingga dagunya, mengitari bagian rahangnya. Mengenakan kemeja putih dasi hitam, Ia bernama Sandayu.
"Kenapa ada anak murid Roppongi disini?" Tanya Sandayu.
Keito menjawab dengan sopan, "Selamat siang, Aku datang kemari untuk menemui Kyoma Mononobe?"
"Oh!" Ucap Sandayu sambil menepukan tangannya, lalu kembali mengatakan, "Kamu anak tuan Mononobe?"
"Bukan! bukan... Aku kenalannya." Jelas Keito buru-buru, sebelum terjadi kesalah pahaman yang tidak ia mengerti.
"Hmm... Begitukah? Rumah tuan Mononobe ada di ujung sana, lihat tangga di sebelah kiri? turun, lalu ruangannya di sebelah kanan... Ya keluar bagian gedung dulu, lalu melewati lorong, hanya tinggal lurus, di sana lah, ruangannya." Jelas Sandayu, walau tiba-tiba dia mengajukan diri, "Aku akan mengantarmu."
Keito tentu menerima tawaran Sandayu, memudahkannya mencari rumah atau ruangan Kyoma. Selama berjalan bersama Sandayu, Keito mengobrol dengannya.
"Apa Kyoma Mononobe tinggal di sekolah ini?" Tanya Keito, kepada Sandayu.
"Bekerja, makan dan tidur... Hm, dia tinggal disini..." Ucapnya, sambil menambahkan lelucon, "Apa aku boleh mengatakannya, buang air juga?" Sandayu tertawa sendiri.
Keito merasa aneh dengan Sandayu. Sandayu juga, menanyai soal Cait Sith yang adalah pembimbing Keito.
"Cait Sith adalah pembimbingku disini." Jelas Keito.
"Dia berguna?" Tanya Sandayu.
Keito berfikir sejenak, mengingat-ingat, "Lumayan."
"Nyaaaan! Tuan Muda!!!" Teriak Cait Sith tidak terima.
Sandayu tertawa terbahak-bahak.
Blakang gedung sekolah. Disana terlihat seperti rumah tradisional jepang, yang laintainya masih menggunakan tatami dan pintunya di geser.
Kyoma tidak ada disana. Tetapi, Sandayu meminta Keito menunggu. Segera ia membawakan jus jeruk dan camilan, kue beras.
Keito merasa Sandayu, seperti tuan rumah di rumah Kyoma. Aneh.
Tak lama, suara pintu tergeser, dan Kyoma datang.
"Wah, Keito datang." Sapa Kyoma. Melihat Sandayu, "Hai, Sandayu."
"Aku mensuguhinya jus jeruk dan kue berasmu, tidak masalahkan?" Jelas Sandayu.
"Terima kasih Sandayu, tidak masalah." Jawab Kyoma, lalu duduk, melihat Keito bertanya, "Senang akhirnya kamu datang kemari, ku pikir, kamu tidak akan datang," Jelas Kyoma diikuti tawa kecil. Kembali bertanya, "Apa yang mebuatmu datang kemari?"
Keito melihat Sandayu, lalu melihat Kyoma. Kyoma sadar, bahwa pembicaraan yang ingin Keito tanyakan mebutuhkan privasi.
"Maaf sandayu, aku ingin berbincang dengan anakku, sebentar saja." Jelas Kyoma.
Sandayu lalu bangkit, "Baiklah," Melihat kearah Keito, "Jika ada yang kamu perlukan, katakan saja padaku. Aku akan pergi merokok di depan." Lalu ia pergi meninggalkan ruangan, begitu juga Cait Sith yang di tarik Sandayu, meronta-ronta ingin tetap berada di ruangan.
Sekarang Keito hanya berdua bersama Kyoma.
"Aku akan langsung saja ke intinya, maaf paman... Sebenarnya siapa anda? anda bukan ayah saya... Aku mengetahuinya." Jelas Keito.
Kyoma menjawab dengan tenang, "Selama kamu berada disini, aku adalah ayahmu, pendampingmu dan penjagamu. Seperti sebelumnya yang ku katakan."
"Selama aku berada disini..." Bisik Keito kepada dirinya sendiri.
Kyoma hanya mengangguk kecil.
Keito kembali bertanya, "Jika, anda mengenalku, apa yang anda ketahui tentangku, bagaimana aku bisa datang kesini... Aku bahkan tidak mengingat siapa diriku sebelum aku datang kesini... Dan apakah, anda seorang transient?"
"Bagaimana kamu datang kemari ya? Hmm... Itu karena kamu menginginkannya. Aku akan menjelaskan semuanya dengan mudah. Saat kamu datang kemari, semua ingatan dari dunia asalmu akan menghilang hari demi hari, yang kamu ingat hanya, bahwa kamu datang dari dunia yang entah darimana asalnya. Selama disini, kamu sudah melihat 23 pilar cahaya pada masing-masing kota di jepang kan? Sangat memungkinkan pilar itu ada juga di belahan dunia lainnya, yang menghubungkan duniamu dengan dunia disini. Dari pilar itu juga, transient muncul, seperti Cait Sith milikmu, atau Sandayu. Dan dirimu adalah Summoner yang mebawa Transient untuk melawan transient jahat yang datang kedunia ini, singkatnya, kamu adalah penyelamat di dunia ini... Kamu bertanya aku adalah transient? Hahahaha Bukan, aku manusia sama sepertimu."
Keito berusaha mencerna semua penjelasan Kyoma, lalu berkata, "Jadi, sebelum aku datang kesini. Aku memiliki pilihan untuk datang atau tidak... Dan aku memilih untuk datang... Apa aku bisa kembali pulang?"
Kyoma menjawab, "Tentu bisa, tetapi aku tidak tahu bagaimana caranya, kamu akan mengetahuinya saat game berakhir."
Keito selalu mendengar ucapan game dari beberapa orang, seperti Ose, Lucifuge, Ophion bahkan lawannya Noden. Membuat Keito kembali mempertanyakannya, "Game, apa aku berada di sebuah game?"
Kyoma tertawa, menjawab, "Hidup itu seperti game, bukan?"
Sangat tidak terduga, Keito mendapatkan jawaban seperti itu. Bukan jawaban yang ia harapkan.
Terdengar suara bising di luar rumah Kyoma. Bahkan ada suara dentuman. Membuat Keito dan Kyoma berlari keluar untuk melihat, apa yang terjadi.
Disana... Ose dewasa muncul, sedang bertarung melawan Sandayu. Sementara Cait Sith duduk di sebuah tong yang dibuat menjadi pot tanaman.
"Kau menculik Bos ku!!!" jelas Ose Dewasa.
Sandayu, mengatakan, "Ya, aku akan membuat Bosmu, berada disini, Hwa Ha Ha Ha~"
Mereka kembali bertarung, Sandayu mengeluarkan jurus yang unik, bagian tangannya terpotong dalam api biru. Lalu menembus di tempat lain memukul Ose dewasa.
Keito yang melihatnya akhirnya meneriaki, "Kalian berhentilah!"
Ose dewasa melihat Keito, "Bos!!!" Lalu mendekati Keito mengeceknya dari atas sampai bawah, lalu berkata, "Bos, baik-baik saja... Aku khawatir Bos akan dipaksa menjadi murid di sekolah kotor ini."
Keito menjawab cepat, "Ose, jangan mengatakan seperti itu!"
Ose dewasa terkejut, "Jadi... Bos akan pindah ke Shinjuku Academy? Bos! sekolah ini tidak bagus untukmu!"
Sandayu membuat suasana semakin keruh, dengan mengatakan, "Ha! Ha! Bosmu sudah menentukan!"
Kyoma meminta Sandayu pergi, "Sandayu, cukup candaanmu."
Segera Sandayu pergi menghilang tertelan api biru, "Baiklah, Bye!"
Keito menjelaskan kepada Ose dewasa, "Aku tidak pindah kesini, Aku datang hanya mampir bertemu tuan Mononobe... Lihatlah. Aku akan segera pulang sekarang... Maaf atas kekacauannya tuan Mononobe."
Ose dewasa merasa bersyukur. Keito lalu pamit kepada Kyoma untuk kembali menuju Roppongi Academy.
...
Saat di Asrama, Keito memikirkan tentang, bahwa ia memilih untuk berada disini. Memungkinkankah, apa ia tidak perlu kembali? Ia merasa senang juga sejujurnya disini. Tetapi apa yang terjadi, di dunia aslinya yang membuat dirinya memilih untuk datang ke dunia ini. Sekali lagi, Keito memikirkannya.
Selesai.