Jadi, disini ada yang main Housamo?
Aku baru mulai main dua minggu lalu. Walau faktanya aku di rekomendasi game ini sama teman, sekitar empat tahun lalu, hahaha. Ya, sangat lama sudah.
Setelah main game ini, aku mau buat fanfiction Housamo versiku. Sebelumnya, pembimbing MC/Protagonis yang sebenarnya itu Salomon. Dalam Fanfictionku, mugkin akan berbeda. Alur, pertemuan awal tokoh di main story gamenya dan latar protagonis. Tahulah~ inikan game Gacha, siapa karakter pertama yang akan keluar, maka ia akan jadi teman bermain kita selama menjalani main story di game. Yuk, mulai.
***
Keito, adalah anak SMA biasa yang menjalani kehidupan normalnya sehari-sehari. Mencoba menghilangkan rasa bosan dan kejenuhannya dari keseharian yang monoton, ia mendownload sebuah aplikasi game di handphonenya.
Tidak seperti yang akan ia bayangkan, ternyata aplikasi game itu tidak bekerja dengan baik. Karena setiap kali Keito mengetuk ikon game itu pada layar handphonenya, game itu tidak bereaksi.
Malam hari seperti biasa di kota Roppongi yang ramai penduduk hilir mudik. Keito dengan masih mengenakan seragam sekolahnya, berjalan-jalan tanpa tahu kemana ia akan pergi.
Dalam kerumuman masyarakat di kota yang ramai, Keito merasa kesepian, tidak ada teman yang ia bisa ajak untuk jalan-jalan bersama dengannya.
Hingga suatu kejadian merubah hidup Keito. Pilar cahaya muncul di langit kota Roppongi, menembus tanah.
Masyarakat begitu terkejut. Begitupun juga Keito. Melihat fenomena alam yang tidak biasa di hadapannya.
Berita pada layar besar yang terpampang di sebuah gedung bangunan menjelaskan, bahwa pilar cahaya terlihat di beberapa kota seluruh jepang, yang terhitung ada 23 pilar cahaya, termaksud Roppongi.
Tatapan mata Keito sangat kabur, tanpa sadari, ia terjatuh pingsan.
...
Tersadarnya Keito, ia berada di sebuah taman malam itu. Yang tidak asing baginya, bahwa ia masih berada di Roppongi. Seekor kucing hitam dengan pakaian aneh muncul di hadapannya. Membuat Keito terkejut, Kucing hitam itu memperkenalkan dirinya, bernama Cait Sith.
Cait Sith memanggil Keito dengan sebutan, 'Tuan muda.'
Tidak hanya itu, seekor Ogre merah muncul, menyerang beberapa masyarakat yang berada di taman. Cait Sith meminta Keito untuk membantu masyarakat.
Jujur, Keito merasa konyol. Bagaimana bisa ia melawan Ogre merah itu.
Cait Sith memberi tahu bahwa Keito mengantungi lima Transient Stone di saku kiri celananya. Segera Keito mengambil dan mengeluarkannya, bertanya pada Cait Sith, bagaimana menggunakannya.
Terlambat, Ogre merah itu menyerang Keito dengan brutal, membuat kelima Trasient Stone jatuh terpencar. Ogre merah itu akan menghantam Keito segera dengan pentungan besar yang ia bawa. Tetapi, ada gejolak energi yang mengaliri tubuh Keito. Keito menarik tanganya keluar dan mengarahkannya kepada Ogre merah yang akan menyerangnya.
Ogre merah itu mundur beberapa meter.
"Hebat tuan muda! anda memiliki kemampuan telekinesis!" Ucap Cait Sith bangga.
Meski memiliki kemampuan telekinesis. Keito tidak tahu bagaimana harus menggunakan kekuatannya untuk menyerang Ogre merah itu.
Cait Sith sudah mengumpulkan Transient Stone yang terjatuh, memberikannya kepada Keito, berkata, "Kita perlu bantuan, inilah tugas Tuan Muda sebagai Summoner. Panggilah Transient yang akan membantu tuan muda mengalahkan Ogre itu."
Keito tidak tahu bagaimana, tetapi saat kelima batu itu bersama. Sebuah cahaya muncul. Tanpa disadari, Keito mengucapkan, "Ku panggil wahai pelayanku, datanglah!"
Kelima batu itu, bercahaya dan menjadi satu, terhempas ke udara dan munculah seorang Transient.
Seekor humanoid Cheetah yang masih anak-anak, mengenakan jas putih, dengan membawa pistol emas di tangan kanannya. Sementara di tangan kirinya dikalungi sebuah mahkota emas. Ia memperkenalkan dirinya, "Namaku Ose, Aku datang untuk mematuhi perintah anda, Bos."
Tidak ada waktu untuk terkejut bagi Keito, karena mendengar seekor humanoid Cheetah memanggilnya bos. Ia meminta Ose segera menghabisi Ogre merah tersebut. Tanpa keluhan, Ose mengikuti perintah Keito, menembakan senjata api berwarna emas di tangan kanannya yang mengenai tepat di kepala Ogre merah itu.
Luar biasa, fikir Keito. Dengan satu tembakan, Ose dapat mengalahkannya. Sekarang Cait Sith memberikan perintah kepada Keito, untuk mensucikan Ogre merah itu kembali ke dunia tempat seharusnya Ogre merah itu berasal.
Hanya perlu mengarahkan kedua telapak tangannya di hadapan Ogre merah. Keito membuatnya menjadi partikel cahaya kecil. Cait Sith menyorakan kemenangan mereka. Ose yang akan pergi, berkata, "Baiklah Bos, Aku akan kembali. Panggil saja namaku jika membutuhkan sesuatu, aku akan segera datang." Lalu Ose menghilang dengan cahaya biru bersamanya.
Sekarang Keito hanya bersama dengan Caith Sith. Keito melihat jam tangan di tangan kirinya, yang menunjukan waktu pukul 22.00 malam. Segera ia berlari pulang menuju rumahnya. Caith Sith melayang mengejar Keito berlari.
Aneh, kali ini sangat aneh. Lokasi dimana rumah Keito seharusnya berada. Sekarang ia berdiri di sebuah lahan kosong.
"Rumahku... Seharusnya disini, kenapa lahan kosong? apa yang terjadi Caith Sith?" Tanya Keito gelisah kepada Cait Sith.
Cait Sith terlihat bingung, lalu menjawab, "Tuan muda, bukankah tempat ini memang hanya lahan kosong, sejak dulu? Anda baik-baik saja? Seharusnya, anda kembali ke asrama anda di Roppongi Academy."
Keito masih tidak percaya, dengan apa yang di katakan Cait Sith. Tak lama seseorang muncul. Seorang pria bertubuh besar, dengan seragam putih, Rambutnya hitam, ia memiliki tiga mata, hanya saja mata ketiga di keningnya, bentuknya berbeda dari kedua mata yang ia miliki. Lebih seperti garis kecil berwaena merah muda. Pria itu mendekati Keito.
"Disini kau rupanya!" Ucapnya dengan nada yang tinggi dan lantang.
Keito tidak mengenal siapa pria itu. Melihatnya keheranan.
"Aku, Aizen! Sebagai petugas disiplin Roppongi Academy, akan mengajarkanmu disiplin waktu kembali ke asrama pada waktu yang sudah di tentukan sebagai peraturan yang sah dan berlaku bagi semua murid!" Jelasnya yang masih berteriak di hadapan Keito.
Pria itu menyeret Keito dengan menarik kerah belakang seragam sekolahnya. Membawanya menuju sekolah yang di sebut Roppongi Academy. Membawa masuk Keito ke dalam dan menuju ruang kamar asramanya.
Aizen memperlakukan Keito seperti anggota militer, padahal hanya memperintahkan mengganti pakaian dan sikat gigi sebelum tidur.
Saat tertidur, ingatan Keito perlahan mulai menghilang, ia mulai melupakan darimana asalnya dan apa yang sebenarnya terjadi. Segalanya terlihat baru keesokan paginya.Yang ia ingat hanyalah ia baru datang ke dunia yang mirip seperti Roppongi tempat ia tinggal sebelumnya. Meski sekarang, Roppongi di penuhi mahluk-mahluk yang tidak biasa, seperti banyak humanoid yang hidup berdampingan dengan manusia.
Kisah Keito yang baru akan berjalan disini.
Selesai.
***
Begitulah kisahnya, lain kali ku tulis lagi lanjutannya disini sebagai cerpen. Kalau ada yang main Housamo juga, PM-PM ya Huehehe~ Aku mau dengar cerita dari kalian juga.
Team utamaku, di game. Horkeu Kamui, Daikuko, Shukuyu(Ketiganya karakter versi event Hot Paradise)
Kalau Favorite Team, semuanya masuk di 3 stars.
Ose, Aizen, Horus dan Cait Sith. Di team ini yang ku jadikan story fanfiction, plus sebagai kapalku yang ku gunakan untuk berlayar halu dalam imajinasiku, hahaha.