Begitu jam pelajaran selesai di SMK YPPL panjang, bandar Lampung. Semua orang sibuk berlalu lalang untuk menuju ke pintu gerbang. Tujuannya tentu saja tak lain untuk segera pulang ke rumah masing-masing menghilangkan penat dan beristirahat selama lebih dari delapan jam berada di sekolah dan berhadapan dengan buku tulis juga alat tulis.
Namun pemandangan lain terlihat di kelas XII Akuntasi 3. Tiga orang murid sedang membahas masalah penting. Seperti nya begitu, terlihat dari cara mereka berbicara yang sedikit berbisik dan lebih banyak menggunakan bahasa isyarat.
Momon, Yoga, dan Indri mendapat tantangan dari ketua OSIS untuk mengupas tuntas sebuah kasus yang selama ini menjadi teka teki di sekolah mereka. Sudah banyak siswa lain yang berusaha untuk mengungkap kasus ini tapi belum ada satu pun yang berhasil.
"Jadi gimana nih rencananya?" tanya Momon yang berbadan tegap dan besar.
Momon memang baru berusia 17 tahun tapi postur tubuhnya sudah seperti bapak-bapak. Badannya tinggi besar, kulitnya sedikit hitam karena dia memang asli dari Ambon.
Indri, satu-satunya siswi perempuan dalam tim ini mencoba untuk berfikir. Gadis berkaca mata dan berkuncir dua yang selalu menjadi juara kelas bahkan juara umum itu lebih dulu merencanakan segala sesuatu nya sebelum bertindak. Tubuh mungilnya dengan tinggi hanya 150 cm, lebih senang menggunakan IQ nya daripada tenaganya.
"Aku sudah buat rencana nya, kalian lihat dulu saja!" ucap Indri sambil memperlihatkan secarik kertas yang sudah bergambar.
Yoga sang ketua tim berusaha keras untuk memahami apa yang tersirat dalam kertas yang di perlihatkanlah oleh Indri. Tapi semakin dia mencoba berfikir, tak juga dia temukan jawabannya.
"Ini, gambar maksudnya apa sih dri?" tanya yoga pada Indri sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Siswa berambut keriting dan berkulit putih dengan wajah tampan mirip Rizky nazar tapi sayang kelakuannya abstrak.
Indri membenarkan kacamatanya sebelum menjelaskan gambar yang dia buat.
"Kalian kan bisa baca nih, ini namanya 'Plan, find the date of birth of Mr. Syaipul' masak iya masih kurang jelas. Ini tuh ya kita, yang ada bunderan sama lidi ini. Nah rencananya begini. Kamu momon jaga di pintu masuk ruang informasi. Aku sama yoga masuk dan nyari tahu dokumen pak Syaipul." jelas Indri pada kedua temannya itu.
"Lho, kok aku sih yang jaga di pintu masuk?" protes Momon.
"Iya ndri! badan si Momon kan gede kayak Hercules, yang ada kita bisa cepet ketahuan dong sama guru!" tambah Yoga.
"Ck!" Indri berdecak kesal pada kedua temannya.
"Ya karena badan dia gede, kalo ada yang lihat dia berdiri disana kan gak ada yang berani negor dia, apalagi nyuruh dia pergi. Satpam sekolah kita kan badannya tipis banget kayak Dede Sunandar!" tegas Indri.
Setelah mendengar penjelasan Indri kedua temannya itu mengangguk-angguk mengerti.
Misi yang diberikan oleh ketua OSIS adalah mencari tahu tanggal lahir dari guru paling killer di sekolah ini. Mereka ingin memberi kejutan pada guru itu, karena semua guru sudah di beri kejutan ulang tahun kecuali pak Syaipul. Dia adalah sosok guru yang tertutup dan pendiam.
Sudah beberapa siswa mencoba menyelesaikan kasus ini tapi belum juga ada yang berhasil. Lalu tibalah mereka bertiga di depan ruang informasi.
Momon sudah bersiap dengan posisinya berjaga.
"Buruan, aku dah siap nih!" ucap Momon penuh percaya diri.
Yoga dan Indri melangkah menuju pintu.
"Yah, ndri! di gembok. Bagaimana bukanya?" tanya Yoga di ikuti ekspresi tepok jidat oleh Indri.