Jam 22.00
Hari itu aku pulang dari pekerjaan .Setelah menahan penat selama seharian,diriku ini lelah dengan kehidupan di dunia.Seketika aku pun santai di kamar, sambil mendengarkan musik yang selalu aku dengar setiap aku akan tidur .
Tiba-tiba , diriku kaget dengan suara ketokan pintu dari luar kamarku . Aku pun bangun mengelus-elus kepala ku sembari bergumam.
"hoammm...ah padahal masih pagi, ada apa sih pagi-pagi udah ngetuk pintu."
" Tok....Tok....Tok....Reza,bangun loh ini sudah pagi.Kita harus siap-siap menuju ke pernikahan loh."Kata Ibu sambil senyum-senyum sendiri.
Sambil membuka pintu aku berkata kepada Ibu." Bu,siapa yang mau nikah loh,aku kan capek Bu. Kemarin kan aku kerja seharian mumpung hari ini saya di kasih libur sama atasan."Berkata diriku kepada Ibu.
"Loh,kan kamu yang mau nikah hari ini. Itu si Bapak sudah menunggu loh dari tadi udah gak sabar katanya."Ujar Ibu.
"Hah,aku?. Hey Bu,jangan ngehina aku dong .Aku kan masih lajang jomblo beberapa tahun ini loh.Masa aku tiba-tiba nikah segala.Pasti Ibu bercanda kan biar aku cepat bangun di pagi hari."Jawab diriku sambil tersenyum aneh.
Bapak pun dari luar berjalan sambil berkata dengan nada tinggi."Heh Reza anak bapak,cepetan mandi loh .Itu anak orang udah nungguin kamu datang loh malah nyebut bercanda sama si Ibu. Euh kamu mah mentang-mentang udah jomblo bertahun-tahun malah pas mau akad nikah kok di bercandain.Buruan cepetan mandi.Itu orang-orang yang mau nganterin ke prnikahan kamu sudah pada nungguin kita di depan rumah loh. Ayo cepet mandi dasar si kelamaan JOMBLO."
Aku pun langsung ke kamar mandi sambil berkata dalam hati."Ah masa bangun tidur tiba-tiba langsung disuruh nikah sama Ibu dan Bapak.Mungkin mimpi kali ah gua". Dengan refleks akupun mencubit paha ku dengan sekeras-kerasnya sambil menjerit-jerit kesakitan.
"AAKKKKHHHHHHH..... Astaga ini sakit beneran loh.Tapi aku masih bingung lah,kenapa gak ada adegan bertemu dengan si perempuan nya terlebih dahulu.Entahlah mending aku buru-buru mandi ajalah daripada si Bapak marah-marah nggak jelas mending langsung mandi." berkata diriku sambil mengambil gayung.
Setelah mandi selama 10 menit lebih, aku pun langsung pergi ke kamar bergegas mengambil baju pengantin yang sudah Ibuku siapkan.
Akupun langsung memakai baju itu sambil bercermin di lemari sambil berkata."Eh, rupanya diri ini ganteng juga ya.Tiba-tiba aja udah mau jadi suami dalam beberapa jam lagi.Eh tapi,si cewek nya apakah dia terpaksa atau gimana yah."
Tiba-tiba suara ketukan pintu pun kembali terdengar di telinga ku.
Dan terdengar suara dari luar pintu yang tak asing lagi di telinga ku yaitu sahabat karib ku sedari kecil yaitu si Dede.
"Za, cepetan loh orang-orang sudah pada nunggu di luar rumah hey."Dede berkata.
Aku pun sambil bersiap-siap mengambil peci dan membuka pintu sambil berkata."Iya De,udah siap nih gua."
"Widihhh,ganteng juga kau ya kalo pakai baju beginian.Gua kira elu gak ganteng ya.Baru nyadar gua kalau elu itu ganteng. Ahahahahaha." Berkata Dede sambil tertawa.
"Eiittsssss...elu baru nyadar sekarang? Waduh ini anak satu baru nyadar ya kalau gua itu tampan dan pemberani."Jawab diriku sambil menyombongkan diri.
"Ahahaha bisa aja lu.Gua turut berbahagia loh.Bersyukur banget temen gua satu ini sebentar lagi akan jadi suami.Heh ngomong-ngomong entar kalau udah pas malam pertama kasih tau gua ya hihihi."Ujar si Dede dengan nada yang halus.
"Woy,itumah privasi pribadi lah jangan diomongin gak baik ahahaha."Jawab diriku.
"Gua bahagia banget Za.Elu udah mau ke jenjang pernikahan aja.Gua cuman pesen sama elu kalau nanti udah ijab kabul serta sah,itu artinya anda telah memulai awal dari perjalanan hidupmu yang baru.Dan inget jangan sia-sia kan dia yang udah mencintai mu sepenuh hati."Ucap dengan nada yang serius.
"Makasih De atas saran dan kata-kata dari kamu.Semoga saya bisa menjaga amanah ini dari-Nya."Berkata diriku sambil menangis.
"Eh,malah nangis elu mah.Udah cepetan ah udah pada nungguin tub di luar ah." Ujar Dede.
"Iya iya gua langsung keluar nih."Ujar diriku.
Akupun keluar dari rumah dan tiba-tiba semua orang tertuju padaku melambaikan tangan dan berkata"Calon imam masa depan nihhh..."
Saya pun tidak terlalu menanggapi karena hari menunjukkan agar diriku cepat sampai ke tempat si mempelai wanita.
Sampai lah diriku bersama rombongan mempelai pria ke tempat mempelai wanita.Dan saat itu banyak sambutan yang sangat meriah. Dan saat diriku turun dari mobil, seseorang menyambut diriku dengan ramah yaitu sang kakak pertama dari mempelai wanita.
"Saudara Reza,saya meminta izin untuk menggandeng tangan anda."Ucap sang Kakak.
Seketika diriku meraih tangan si kakak.Sambil berjalan menuju tempat ijab kabul diiringi suara marawis yang membuat ku tenang menghadapi bapak penghulu nanti.
Diriku langsung sampai dan duduk disebelah mempelai wanita yang tertutup kain baju pengantin.
Sang penghulu pun langsung memberi aba-aba kepada diriku."Saudara mempelai pria,apakah anda sudah siap mengucap ijab kabul?"
Aku pun berkata dengan nada siap."InsyaAllah,saya siap Pak."
"Oke kalau begitu.Diawali dengan pembacaan basmalah,Bismillahirrahmaanirrahim.Hai Reza Ardiansyah bin Fulan,saya nikahkan dan saya kawinkan ananda dengan putri saya yang bernama Adinda Putri binti Fulan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang senilai 5 juta rupiah di bayar tunai."
Aku pun sigap menjawab."Saya terima nikah dan kawin nya Adinda Putri binti Fulan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai."
"Bagaimana para saksi sekalian? Sah??."
"SAH....SAH..."
"ALHAMDULILLAHIRABBIL'ALAMIIN."
"Baarakallahu likulii wahidimmingkumaa fii shaahibihi wa jama'a bainakumma fii khayrin."
"Mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan."
Ucap para saksi setelah sah akad nikah ini.
Setelah itu aku pun langsung membuka sehelai kain dari seorang wanita di samping ku sambil menahan tangisan seorang lelaki yang mencintai wanita yang sudah halal hukum nya.
Aku pun langsung mencium kening dari istri ku sambil memanjatkan do'a di dalam hati
"Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih."
"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya."
Aku pun langsung memasangkan cincin kawin yang merupakan identitas sepasang suami istri.
Sambil menangis bahagia,istri ku berkata pada diriku."Aa, semoga Allah senantiasa melindungi kita sekeluarga,semoga Aa bisa menuntun Neng menuju syurga-Nya.Semoga Aa selalu istiqamah dan selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita ya."
Aku pun langsung terharu mendengar perkataan dari istri ku."Neng, insyaallah kita saling berdo'a bersama ya.Semoga Aa bisa membimbing Neng menuju syurga-Nya.Semoga Aa bisa menjadi imam untuk Neng dan keluarga kecil kita nanti ya.Do'akan Aa ya.Karena, dengan do'a dari Neng semoga Aa selalu istiqamah mencintai dan menyayangi mu karena-Nya."Ucap diriku sambil menangis.
Dia pun langsung meraih tangan ku dan mencium nya dengan lama.
Setelah acara selesai,sesi foto pun mulai.
Aku yang menahan gugup langsung mencari segelas air untuk diminum.
Tiba-tiba.......
Air itupun tumpah dan basah mengenai baju ku.Akupun kaget dengan keadaan ini.Dan secara tiba-tiba,adanya suara yang memanggil ku entah dari mana itu berasal.Seakan-akan aku sedang di bangunkan oleh seseorang.
"Kak,bangun kak .Sudah masuk waktu shubuh ini."
Pikiran ku langsung terguncang hebat seakan-akan mengisyaratkan bahwa ini hanya mimpi belaka.
Adikku pun menampar aku sekencang-kencangnya ke pipi kanan ku.
"Heh Kak,bangun ini udah shubuh loh bentar lagi kita harus ke pasar buat nyari kebutuhan makanan."
Akupun kaget bukan kepalang sambil berteriak
"ASTAGHFIRULLAH YA ALLAH.Apaan tuh."
"Buruan cepat bangun .Entar kesiangan di marahin bapak loh."Berkata si adik.
"Kakak ipar mana dek? udah bangun?."Tanya diriku sambil membuka mata.
Adikku kaget dan mencubit tangan ku sambil berkata."Hah? kakak ipar? sejak kapan aku punya kakak ipar loh.Kakak jangan kebanyakan ngimpi.Mentang-mentang udah jomblo bertahun-tahun.Sadar kak dunia belum menerima mu untuk menikah."
"Berarti tadi itu aku mimpi dong dek?padahal udah sah loh dek."Jawab aku dengan raut muka yang sedih.
"Astaghfirullah kak.Sampai segitu nya loh kakak dengan kemalangan hidup kakak ini."Ujar adikku sambil tertawa.
"Ya Allah,pantesan mimpi itu serasa ada yang kurang gitu dek.Mana kakak lupa wajah dan nama perempuan nya lagi.Oh,diriku yang sangat malang."
"Sudah lah kak,jangan terlalu dipikirkan.Kan kakak belum punya jodoh yang tepat.Sekarang bangun,ambil air wudhu dan kita sholat shubuh berjamaah."Berkata adikku sambil tersenyum aneh kepadaku.
"Gini amat jadi jomblo ngenes . Aneh cuman gara-gara mimpi doang kakak bisa baper tiada tara."Jawab aku dengan nada sedikit sedih.
"Gak enak kan kak? makanya yang berlalu biarlah berlalu.Sebab jomblo kakak sudah tidak bisa dipungkiri."
"Mungkin itu isyarat dari-Nya sebentar lagi kakak bisa menemukan jodoh yang baik." Berkata diriku di dalam hati.
Setelah kejadian itu aku pun paham.
Bahwa persoalan nikah itu tidaklah mudah.Karena,harus bisa menjaga hati,perasaan dan kesiapan untuk menuju masa depan yang lebih baik dari masa lalu.
Ikhtiar pun masih berlanjut dan bertahap.
Karena bukan perkara yang mudah untuk memulai sebuah hubungan Samapi ke jenjang pernikahan.
Semoga jodoh ku baik-baik saja disana .
Aku selalu mendo'akan dirimu.
Jaga dirimu baik-baik entah dimana kau berada.
Semoga kita dipertemukan di waktu yang tepat serta diriku sudah mapan menjalaninya.
Aamiin..