namaku teuchi, seorang mahasiswa semester tengah yang baru saja lulus dari kursus barista. yap dan seorang barista ternyata tak semudah menuang air panas kedalam gelas, diperlukan ketepatan racikan ketepatan timing dan juga ketepatan dalam sikap karena selama aku magang banyak sekali sikap sikap para penikmat kopi yang random. mulai dari mereka yang datang ke kafe untuk bucin hingga mereka yang pendekar datang untuk mengetes keahlian barista, mereka semua menyebalkan menurutku dan aku tidak menyukai mereka. selesai magang diriku kemudian mencari cari sebuah pekerjaan dikarenakan tempatku dulu bekerja sudah bangkrut, maka dari itu aku mulai mencari lagi yang ada hubungannya dengan ijasahku sebagai mantan barista entah itu peramu saji ataupun seorang bush boy tidaklah apa yang penting bisa menghasilkan pundi uang untukku.
"haaahhh.. percuma saja, mencari cari pekerjaan amatlah sulit."
"tidak ada yang akan mau menerima ku jikalau aku tidak ada orang dalem, lagi pula aku mempunyai pringkat 2 dari bawah mana mau ada orang yang melirik surat lamaranku"
lelah aku mencari cari pekerjaan lalu ku temui sebuah tempat coffe shop tua yang nampaknya sepi, lagipula diriku juga harus melatih "latte art" yang telah ku pelajari. teknik ini juga yang menjadi andalanku dalam mencari pekerjaanku
"permisi..."
kulihat ada pria tua yang nampaknya sedikit lemas
"ahh iya mau pesan apa dek ?"
"pak saya pesan caffe latte satu tapi saya yang steam yah..."
pak tua itu lalu menyiapkan peralatan untuk membuat esspreso ada grinder, tamper, dan juga esspreso machine.
sebuah peralatan yang basic jikalau ingin membuat coffeshop yang standar
namun kulihat lagi ternyata dari semua peralatan tersebut rupanya bermerk mahal
*punya selera tinggi nih orang hihi* gumamku dalam hati
esspreso sudah jadi dan aku ijin untuk mencicipinya terlebih dahulu
*luar biasa dari segi aroma dan rasa merk mahal memang tiada duanya takarannya pas dan sempurna dari segi accidity maupun strongnya*
"merk mahal memang hebat ya pak hehe" candaku
"hahaha kamu bisa aja tapi yang paling penting dalam pembuatan essoreso bukanlah dari segi kecakapan mesin pembuatnya tetapi dari kemahiran sang pilot itu sendiri"
aku mengangguk, ku sadari pak tua ini rasanya sudah lama berpengalaman dalam bidang kopi makanya dia bisa berkata seperti itu
"ini kalo kamu mau nge steam susu sudah saya siapkan buat kamu"
ku ambil jug yang sudah terisi oleh susu lalu aku melatih satu satunya keahlian ku dalam coffe shop yaitu latte art.
ku nyalakan steamnya lalu ku atur tiap posisi dari waktu ke waktu, supaya bunyi desisnya persis seperti yang guru kursusku ajarkan
steam susu sudah jadi, kuhentakan lalu memulai art. seperti biasa gambar favoritku adalah tulip
"gambarmu bagus nak, kamu pasti banyak latihan ya"
"ahh nggak juga pak. ini emang andalan saya saat membuat latte art"
"tapi sayang tadi steaman kamu terlalu tebal, jadi sisanya terbuang"
"tapi tak apa nak seiring berjalannya waktu kebiasaan burukmu pasti akan menghilang"
aku mengangguk.
*orang tua ini cerewetnya sama dengan guru kursus ku dulu*
aku lanjut menyeruput kopi ku, memikirkan rencana kedepannya.
seketika terdengar suara dari belakang
GUBRAKKKK....!!!!
aku langsung respon ke belakang dan ku lihat pak tua tadi telentang tak berdaya
*bersambung ~~~