"Cepat tanda tangani surat perjanjian itu atau aku akan segera berubah pikiran!" tegas Abi seorang pemuda yang sedang bicara pada Emily.
Emily adalah seorang mahasiswa semester 1 yang baru saja melakukan kesalahan tidak sengaja nya. Saat dia keluar dari sebuah toko buku tiba-tiba tali sepatunya terlepas.
Dan yang paling dia sekali adalah ketika dia berusaha untuk membenarkan tali sepatunya dia menunduk hingga tidak sengaja bokongnya menyenggol deretan sepeda yang terparkir di depan toko buku tersebut.
Sialnya, sepeda terakhir jatuh hingga membuat sebuah mobil yang berada tepat di sampingnya terbaret sangat lebar dan panjang.
Emily membulatkan matanya, dia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan nya.
"Bagaimana ini?" tanya Emily cemas dan panik.
Tiba-tiba dari kejauhan Emily melihat seorang pria dengan jas warna abu-abu sedang di kejar oleh seorang wanita cantik yang memakai dress warna hijau tua.
Pemuda itu membuka pintu mobil, dia melirik ke arah baretan di mobilnya. Emily juga bukan orang yang akan lari dari tanggung jawabnya. Karena sudah mengetahui siapa si pemilik mobil, Emily memutuskan untuk bicara baik-baik dan meminta maaf atas kejadian yang tidak sengaja dilakukannya.
Ketika Emily mendekati pemuda itu, dirinya dikejutkan karena sang pemuda menarik tangannya dan tiba-tiba menciumnya.
Mata Emily membulat sempurna, namun ketika Emily akan mendorong si pemuda tersebut. Pemuda itu malah berbisik di telinganya.
"Aku tahu baretan di mobil ku ini adalah ulah mu, menurut lah atau akan ku laporkan pada polisi!" bisik pemuda itu.
Mendengar si pemuda mengucapkan kata polisi membuat Emily tidak bisa berkutik.
"Abi!!" teriak seorang wanita yang sejak tadi mengikuti sang pemuda yang bernama Abi itu.
"Kenapa? belom jelas. Dia pacar ku. Jadi jangan lagi kamu ganggu aku. Pergi sana!" usir Abi pada perempuan bergaun hijau itu.
Emily mendapatkan lirikan tajam sebelum wanita itu pergi meninggalkan mereka berdua. Abi melepaskan Emily dari pelukannya.
"Masuk mobil!" perintah Abi.
Emily terhenyak, dia kaget mendengar teriakan Abi yang tiba-tiba. Namun Abi malah mendorong Emily agar masuk ke dalam mobilnya.
Dan akhirnya mereka berakhir di ruangan kerja Abi.
"Masih bengong buruan tanda tangan!" perintah Abi lagi.
"Tapi isi surat perjanjian ini kenapa harus jadi pacar rahasia sih?" protes Emily.
"Kalo gitu bayar Sepuluh juta!" balas Abi.
Emily membulatkan matanya, darimana dia akan dapat uang sebanyak itu.
"Gak ada kontak fisik kan?" tanya Emily memastikan.
Abi malah bangun dan pindah duduk di sebelah Emily, Abi memandang Emily dari atas sampai ke bawah.
"Gak ada yang menarik dari kamu, jadi gak akan ada kontak fisik!" jelas Abi.
'Gak ada yang menarik, kok tadi main cium aja!' kesal Emily dalam hati.
"Selama kamu jadi pacar rahasia ku, tugas mu hanya menjauhkan aku dari wanita-wanita yang coba mendekati ku!" seru Abi.
"Hah, kenapa tidak sewa bodyguard saja sih?" tanya Emily.
"Mereka gak mempan di usir sama bodyguard!" jawab Abi.
"Aku gak bisa karate lho, gimana bisa aku jauhkan mereka dari kamu?" tanya Emily.
"Seperti tadi lah!" jawab Abi dengan enteng nya.
Emily membulatkan matanya lagi.
"Terserah kamu, kalau gak mau juga tinggal bayar aja sepuluh juta, atau aku tuntut kamu ke pengadilan!" seru Abi.
Emily menelan saliva nya dengan cepat, mendengar kata tuntut dan pengadilan membuat wajahnya pucat.