Setiap manusia ingin selalu bisa hidup dengan bahagia, damai dan sejahtera. Begitu pula impian seorang wanita bernama Desi Indrayani.
Setelah tiga bulan yang lalu dirinya di per sunting oleh seorang pria yang bernama Yudi Oktavianus. Hal yang paling dia harapkan adalah bisa langgeng menjalani rumah tangga dengan pria itu.
Namun kenyataan tak bisa sejalan dengan apa yang dia harapkan. Berbagai kejadian membuat hubungan mereka semakin merenggang seiring seringnya terjadi pertengkaran dalam rumah tangga mereka.
Awal pernikahan mereka begitu indah, Yudhi memperlakukan Desi dengan sangat baik dan romantis. Namun lambat laun seiring dengan saru gari dimana Yudi baru saja menerima gaji bulanannya. Pertengkaran mulai terjadi di antara mereka.
"Mas, tapi kita juga butuh uang untuk memenuhi keperluan rumah tangga kita lho!" ujar Desi pada suaminya.
"Kan bisa pakai gaji kamu dulu. Ini mama lagi butuh uang buat bayar hutang kak Indah." ucap Yudi.
Desi terpaksa menghela nafasnya panjang. Dia tidak bisa membantah lagi. Bagaimana pun juga meskipun sudah menikah tapi Yudi harus bertanggung jawab juga kepada ibunya.
Tapi yang jadi pertimbangan bagi Desi adalah, uang itu dipakai untuk membayar hutang kakak iparnya.
"Kalau aku boleh tahu, kak Indah sampai berhutang sebanyak itu untuk apa?" tanya Desi lembut.
"Beli hape buat Dian, kan sekolahnya daring jadi Dian butuh hape baru!" jawab Yudi enteng sambil merapikan isi tas kerjanya bersiap untuk pergi bekerja.
Desi berfikir, jika hanya untuk daring apakah harus dengan ponsel semahal itu.
"Mas, bahkan ponsel kita saja tidak sampai segitu lho harganya?" tanya Desi lagi.
"Ya sudah sih, kan yang penting kebutuhan kita bisa terpenuhi. Bulan ini pakai gaji kamu dulu, bukan depan pakai punya aku!" jelas Yudi.
Tak ingin memperpanjang masalah, Desi memilih diam. Tapi bulan berikutnya sama saja, Bahkan Kakak iparnya itu marah ketika Desi beralasan untuk tidak meminjami nya uang lagi.
"Pelit banget sih, aku tuh tahu ya berapa gajinya Yudi. Jangan banyak alasan deh. Aku kan janda punya anak pula, masa iya kamu gak kasihan, kalo aku gak bayar kontrakan aku sama Dian bisa di usir!" seru Indah.
Dan pada akhirnya, karena Desi tidak mau meminjamkan uang karena mang tidak ada uang sebanyak itu untuk membayar kontrakan. Yudi mengajak Indah dan Dian tinggal bersama dengannya dan Desi.
Desi harus mengalah lagi, tapi kejadian saat Dian mencuri uang Desi dan malah menuduh Desi memfitnah nya karena alasan tidak suka mereka tinggal bersama sudah benar-benar tidak bisa di terima.
"Gak gitu mas, aku beneran lihat Dian keluar dari kamar kita tadi!" jelas Desi yang sudah berkaca-kaca.
"Tante tega bener sih, kalo Tante emang gak mau nerima Dian sama mama disini ya udah, biarin aja Dian sama mama jadi gembel di jalan!" ucap Dian yang sudah berderaian air mata.
Mata Yudi jelas sekali menatap marah pada Desi.
"Kamu gak boleh gitu dong, masa iya kamu nuduh Dian. Coba cari lagi!" seru Yudi.
"Mas, aku tuh gak sekali ini aja kehilangan uang tapi karena aku memang gak lihat langsung aku gak pernah bilang sama mas, tapi tadi..."
"Cukup, lebih baik kakak dan Dian pergi saja. Istri kamu itu memang gak pernah suka sama kakak!" ucap Indah menyela Desi dan menambah kesalah pahaman.