"Intan!!! bangun!!!" teriak sang ibu yang bernama Mila itu membangunkan putri nya yang masih setia memeluk guling nya.
Karena kesal, anaknya itu tak kunjung bangun. Mila memutuskan untuk menarik selimut yang dipakai oleh Intan lalu menarik kaki anaknya itu hingga hampir jatuh dari tempat tidur.
Merasa tidurnya terganggu, Intan pun terbangun dan membuka matanya. Sambil menguap dia melayang kan protes pada Ibunya itu.
"Ibu, ngapain sih Bu teriak pagi-pagi. Nanti tetangga pada keganggu!" ucap nya santai.
Mila pun berkacak pinggang dan memasang wajah menyeramkan. Nyali Intan pun menciut dan memilih menutup rapat-rapat mulutnya yang tadi sempat melayangkan protes pada ibunya.
"Pagi darimana? ini jam 7 Intan. Ibu bahkan sudah membangunkan mu sejak tadi. Ini sudah ke empat kali nya!" seru Mila yang matanya sudah hampir lepas karena melotot kesal pada anaknya itu.
"Bukannya sekarang kamu harusnya mulai masuk kerja?" tanya Ibunya.
Intan malah cengo.
"Hah, sekarang tanggal berapa Bu?" tanya Intan memastikan.
"Tanggal 17!" jawab ibunya singkat.
Akhirnya Intan harus menepuk jidat nya sendiri karena merutuki kebodohan nya. Dia bergegas turun dari tempat tidur nya lalu berlari dan masuk ke dalam kamar mandi.
Hari ini tanggal 17 adalah hari dimana Intan harus masuk kerja untuk pertama kalinya, beberapa hari yang lalu dia sudah melakukan wawancara, dan pihak perusahaan memintanya masuk kerja tanggal 17.
"Bu, tolong siapin baju kerja Intan ya!" teriak intan dari dalam kamar mandi.
Sang ibu harus ikut menepuk jidatnya, karena kelakuan Intan itu.
Namun tidak ingin anaknya terlambat bekerja di hari pertamanya, Mila membantu Intan menyiapkan segala keperluan nya. Dari mulai pakaian dan segala macamnya. Tas, sepatu semua sudah Mila siapkan di tempat dimana Intan bisa melihat dan menemukannya dengan mudah.
Mila lalu keluar dan pergi ke dapur, dia menyiapkan sarapan untuk anaknya yang sedang bersiap itu. Mila juga membuatkan segelas susu coklat kesukaan Intan.
Semua sudah di siapkan di atas meja. Sang ayah Firman yang juga sudah bersiap untuk pergi bekerja menghampiri Mila dan duduk di kursinya di meja makan untuk sarapan.
"Intan belum siap?" tanya Firman.
"Huh, yah... anak itu. Dia yang akan masuk kerja. Kita yang di buat panik!"
Firman hanya terkekeh mendengar sang istri mengeluh, dia tahu dalam keluhannya itu Mila selalu berdoa untuk kesuksesan anaknya.
Yang dibicarakan pun akhirnya keluar dengan tampilan yang membuat kedua orangtuanya merasa bangga. Mila bahkan menyiapkan piring untuk Intan sarapan.
Intan duduk dan sang ibu membantu menyiapkan sarapan untuknya. Intan sangat senang.
"Hari ku akan sangat indah karena Ibu merestui ku!" pujinya pada sang ibu.
Setelah mereka sarapan, Firman mengantarkan Intan ke tempat kerjanya.
"Semangat ya nak, nanti sore ayah jemput!" seru sang ayah.
Intan menghadap ke arah kantor dimana dia akan memulai hari pertamanya sebagai karyawan di sana.
"Semangat!" seru Intan.