Para pembaca semua, penulis mau menyampaikan terlebih dulu ya bahwa semua yang ada dalam cerita ini, baik itu nama tokoh, nama tempat dan alir cerita nya benar-benar seratus persen karangan penulis semata.
No baper ya guys...
***
Di tengah rintik hujan, di suatu sore yang hening. Klara berjalan kaki membiarkan seluruh tubuhnya terguyur air hujan. Dia berjalan di pinggir jalan yang sepi, tanpa memakai jas hujan ataupun payung.
Dengan gaun yang indah, dia bahkan memilih untuk menenteng kedua sepatunya di tangan kanannya.
Samar terdengar dia terisak, namun deraian hujan menyamarkan tangis yang terus mengalir di pipinya.
Dan beberapa menit kemudian, Klara tiba di rumah kecil nya, rumah sederhana yang hanya dirinya dan Citra sahabatnya tinggali selama ini. Rumah peninggalan neneknya.
Citra, sahabatnya bisa tinggal bersama dengannya karena mereka bekerja di tempat yang sama, kedua orang tua Citra tinggal di luar kota dan saat mencari tempat kost, Klara menawari Citra untuk tinggal bersama.
Kehidupan mereka sangat damai, sampai saat Klara mengenalkan Ivan pada Citra. Ivan adalah teman Klara sejak SMA. Dan poin terpenting nya adalah Klara menyukai Ivan.
Tapi sayang nya hari ini, segalanya sungguh sangat berbeda. Pagi tadi Klara dan Citra berangkat bersama memakai gaun yang cantik, karena mereka berdua akan menghadiri pesta perayaan ulang tahun Ivan.
Senyuman tergambar dari kedua sahabat itu, tapi sayang sesuatu di luar dugaan terjadi.
Saat akan memberikan potongan kue pertama Ivan, memberikannya pada Citra. Mata Klara membulat sempurna, Ivan bahkan melewatinya. Seharusnya hari ini Klara juga akan menyatakan perasaannya pada Ivan. Tapi sepertinya semua akan berubah.
Klara memilih pergi dari pesta itu, bahkan karena kebahagiaan mereka, Citra dan Ivan tidak menyadari kepergian Klara.
Klara mengganti pakaian nya lalu berdiri di depan jendela, dia masih memandangi hujan yang turun dengan sangat deras di luar.
Dia menatap nanar ke arah depan, siapa yang harus di persalahkan? jawabannya adlah tidak ada.
Bagaimana Ivan dan Citra bisa tahu jika Klara mencintai Ivan, sedangkan Klara memang tidak pernah mengatakannya. Klara hanya mencintai Ivan secara diam-diam. Bahkan dia juga tidak pernah menceritakan pada Citra tentang perasaan nya itu.
Lalu apakah yang harus dia lakukan saat Ivan lebih memilih Citra dari pada dirinya.
Klara lagi-lagi harus menghapus tangisnya, dia duduk berjongkok sambil memegangi dadanya.
"Kenapa aku tidak mengatakan tentang perasaan ku sejak awal!" sesal Klara di sela tangisan nya.
Namun Klara juga tidak bisa menyalahkan Citra, sahabatnya itu sangatlah baik padanya. Bahkan tak jarang dia yang melakukan semua pekerjaan rumah tanpa protes pada Klara. Dia juga selalu menyiapkan sarapan sebelum mereka berangkat bekerja.
Klara bahkan sempat berfikir, wajar saja kalau Ivan lebih menyukai Citra daripada dia. Karena memang Citra begitu sempurna.
Klara bangun lalu menghapus air mata yang mengalir di pipinya. Dia memutuskan untuk memendam cintanya dalam diam. Dia tidak akan mengatakannya pada Ivan maupun Citra. Dia tidak akan menghalangi kebahagiaan kedua sahabatnya itu.
Klara hanya akan mencintai Ivan dalam sepi dan keheningan, biarlah Klara mencintai Ivan secara diam-diam. Seperti yang sudah dia lakukan selama ini.
***
Terimakasih buat yang sudah meluangkan waktu memberikan hati kalian. Jangan lupa kasih komen kalian ya...