Joshua hendak membacakan sebuah surat untuk Hana, wanita yang baru saja menikah dengannya. Mengikat janji sehidup semati.
Joshua sedikit gugup. Pandangan para tamu menuju ke arahnya. Hana tersenyum ke Joshua. Memberinya semangat.
Joshua mengambil sebuah amplop dari saku jasnya. Mengambil surat yang ia tulis. Surat yang berisi cintanya untuk Hana. Dan membacanya.
Hana ...
Dulu aku mengira aku akan bisa menjalani hidupku seorang diri. Tapi aku salah. Sejak bertemu denganmu, aku tahu hidupku berubah.
Tiada hari tanpa memikirkan dirimu.
Tiada hari tanpa melihat foto dirimu yang kuambil diam-diam.
Aku mendekatimu dan tak menyangka kalau kau juga punya rasa yang sama denganku. Aku merasa sudah memiliki seluruh dunia saat kau berkata ya saat aku mengajakmu berpacaran.
Dan sekarang aku merasa sudah memiliki seluruh galaxy.
Terima kasih telah mau menerima diriku dengan segala kekuranganku sebagai suamimu.
Terima kasih telah berada di sampingku di saat terburukku. Aku tidak bisa menjanjikan hidup yang berlimpah harta. Tapi aku yakin akan bisa menjadikanmu wanita yang paling berbahagia di dunia ini.
Aku mencintaimu hari ini lebih dari kemarin dan kurang dari esok.
Dari Joshua.
Pria yang selalu mencintaimu dulu, sekarang dan selama-lamanya.