Karya Cerpen Buatan Yooo! Selamat membaca!
°•▪︎---▪︎•°
Di sore hari... hujan datang begitu deras, banyak kecelakaan terjadi pada hujan lebat tersebut, semoga semuanya baik baik saja... dalam batinku berkata seperti itu.
Dia pulang tepat waktu, membawakan makanan dan langsung pergi ke tempat tidurnya, dia tampak kedinginan, aku akan bantu sedikit untuk menyiapkan bak mandi yang hangat.
Namaku reze, umur ku 24 tahun berbeda 1 tahun lebih muda dari dia, dia suamiku, bernama arian, 1 tahun lebih tua dariku.
Sikapnya dingin, namun tampaknya dia berusaha sangat keras untuk memenuhi kehidupan kita berdua.
Selesai aku menyiapkan air untuk mandi aku pergi ke kamar suamiku, rian.
"Tok! Tok! Tok!" Bunyiku mengetuk pintu kamarnya. Dia langsung membuka pintu. "Air mandi sudah siap, mau mandi sekarang atau nanti? Kalau nanti, akan saya hangatkan lagi" Ucapku menawarkan. Tanpa basa basi dia langsung pergi ke kamar mandi dan langsung mandi, dia tidak menjawab ku 1 katapun. Aku pun menghela nafas lalu pergi makan makanan yang sudah dia beli.
Setelah dia mandi, dia melihatku sedang makan dengan agak tajam, aku takut melihatnya, dan berpura pura sudah kenyang, lalu sisanya aku taruh ke dalam kulkas, dan aku beranjak masuk ke kamarku.
Aku sedikit tidak nyaman dengan sikapnya itu, padahal dia lumayan ramah jika bertemu dengan teman kerjanya, apa dia tidak mencintaiku lagi? Aku segera membuang pikiranku itu dan langsung tidur.
Ke esokannya aku baru saja bangun tidur, aku melihat di rumah tidak ada siapa siapa, dia sudah pergi berangkat kerja, tetapi tidak pamit atau meninggal kan surat, aku agak emosi di pagi hari itu lalu bersih bersih rumah.
Setelah aku bersih bersih aku mendapat telepon dari seseorang, Oh! Ini suamiku, ini pertama kalinya dia menelpon ku tanpa basa basi langsung aku angkat telepon nya dengan gembira.
"Halo? Ada apa Rian?" Tanyaku dengan santai "Hari ini adalah keberangkatan ku pergi ke luar kota, aku akan pindah, tetapi kita akan tetap bisa bertemu disetiap sore, aku akan menunggu untuk menjemputmu pulang!" Jawabnya dengan santai.
Aku sangat terkejut mendengarnya, ternyata dia menelpon ku untuk memberi tau kabar buruk, dia juga santai sekali bicaranya. "Ah.. baiklah" jawabku pura pura santai, aku benar benar sakit hati, "Ada yang masih mau kau tanyakan?" Tanya dia dengan sedikit khawatir. "Tidak, tidak ada, aku akan pergi bersih bersih, lanjutkan pekerjaan mu, sampai jumpa..." pamit ku dengan rasa sedih, dan langsung menutup telepon.
Sore ini adalah jadwalnya pergi berangkat keluar kota dengan naik kereta, aku ketiduran di rumah, jadi tidak bisa mengantarnya, padahal ini adalah hari terakhir dia tinggal disini.
Ke esokannya aku ingin mulai membiasakan tinggal tanpa dirinya, aku masih saja sedih, aku menghela nafas, dan berusaha untuk tidak khawatir, karena aku akan bertemu dia lagi sepanjang sore.
Di sore harinya, aku baru saja membeli makanan, aku melihat dia berdiri sambil menunggu ku, dan dia mengantar ku pulang sampai di perumahan dekat dengan rumahku. Aku ingin sekali bicara, tapi mulut ku sangat berat, rasa sakit dihati ini juga tak hilang hilang.
1 bulan... 2 bulan... 3 bulan... sampai 9 bulan dia masih saja berada di luar kota dan tetap mengantar ku pulang setiap sore, aku sudah tidak tahan, hingga akhirnya, aku mengajak dia untuk bercerai, karna dalam pikiran ku berfikir untuk apa aku suami istri dengan nya kalau aku cuma akan diantar olehnya, hampir 2 tahun tidak punya anak, tak pernah saling menyentuh dan lain lain, jaraknya juga sangat dibatasi, jika melewati batas aku akan didorong. Dia tak seperti biasanya, dia malah menatapku dengan sedih campur khawatir, biasanya dia langsung mengangguk setuju tanpa berdiskusi apapun, lalu aku lanjut mengatakan "Aku sudah muak, jarak kita sangat dibatasi untuk apa kita suami istri?" Kataku dengan tegas, dia tentu kaget mendengarnya, dan pada akhirnya dia setuju untuk bercerai.
Setelah bercerai, dia akan kembali ke luar kota, dijalan dia seperti sedang bengong dengan tatapan kosong, dia langsung melepas cincin pernikahannya dan menyimpan nya dalam genggaman tangan.
Saat di stasiun, dia terdiam dan sedikit demi sedikit menangis, dia selalu berusaha untuk menerima kenyataan, karna semua perbuatan, ulah, dan aturan yang dibuatnya yang membuat penceraian.
Dia tidak sengaja melepas cincin itu dan bergelinding ke rel kereta, dia cepat cepat mengambilnya sebelum kereta datang, tapi sudah terlambat...
Dia tertabrak kereta itu sambil memegang cincin pernikahannya.
Berita tabrakan kereta api langsung menyebar luas dengan cepat, aku terkejut setengah mati melihatnya, hingga merasa tak mungkin dia menghilang dari kehidupannya.
Hari selanjutnya, aku duduk termenung dirumah yang kosong dan hanya ada aku seorang, tak ada lagi yang bisa aku sambut lagi di pagi hari, bersih bersih seperti biasa... dan menyiapkan makanan seperti biasa...
Besok adalah tahun baru, tahun baru dan kehidupan yang baru, tanpa siapapun, ah.. tak habis pikir, aku tak bisa melupakan hal itu, semoga besok adalah hari yang menyenangkan...
Malam berikutnya suasana sangat riuh, kembang api bertebaran dan menyala dilangit, semua orang berteriak gembira, ini rasanya tahun baru, dan memulai hidup baru...
Ditahun baruku yang ini, aku benar benar akan memulai hidupku yang baru... aku memelesetkan badanku dari atas rumah!, Terjatuh... Kepalaku rasanya seperti retak, Banyak darah yang berlumuran disekitar badanku...! Rasanya sangat sakit-, makin lama makin sulit bernafas!, hingga akhirnya aku menutup mataku.
Rasanya seperti mimpi, tapi ini adalah kematian. 1 tahun kamu menyukaiku, mencintaiku dan menikahiku, seperti di surga rasanya, namun kebahagiaan itu akan hilang, 1 tahun yang sangat hampa, tidak dipedulikan, bercerai, lalu kematian, 1 tahun yang hampa dan berarti untuk memulai hidup baru, hidup baru yang akan lebih bahagia, bahagia yang abadi, tertawa bersama, dan lain lain, aku berharap bisa bertemu denganmu dialam sana, bertemu dialam yang berbeda, dan akan tetap bersama sama. Atau kita akan memulai semuanya dikehidupan selanjutnya? Semoga tahun baru ini, adalah 1 tahun yang lebih berarti dan dapat mempelajari sesuatu dari semua kesalahan yang telah diperbuat, semua akan dimulai lagi... saling bersama dan membuat 1 tahun yang bahagia!
°•▪︎---▪︎•°
END
°•▪︎---▪︎•°
Terima kasih banyak sudah membaca! Semoga hari kalian menyenangkan! ^^