Suatu ketika ada anak laki-laki bernama dere
ia adalah seorang anak desa yang sangat biasa-biasa saja.
ia biasa membantu ibunya mencari daun untuk dijadikan herbal di hutan. pada saat sedang mencari dedaunan ia menemukan seekor hewan yang sedang kesulitan "hm... apa itu?" Kata sere sambil mendekat "ah apa dia terjebak? " katanya sambil melepas ranting yang menjepit makhluk tersebut, lalu dere berbicara "apa kau terluka? " kata dere memastikan, lalu hewan itu menjawab "tidak!" dere terkejut makhluk itu bisa bicara "apa kau bisa bicara?.....makhluk jenis apa kau aku belum pernah melihatnya" kata dere sambil terheran-heran "ehm kau manusia yang baik" katanya memuji dere "baiklah perkenalkan namaku emely, aku adalah peri di hutan ini" kata emely memperkenalkan dirinya kepada dere "PERI" dere yang terkejut mendengar perkataan emely "ya, aku seorang peri, siapa namamu? " emely bertanya "ah... manaku dere" dere menjawab "terima kasih sudah menolongku, dere" emely tersenyum "ah bukan apa-apa kok" dere menjawab dengan pipi yang memerah.
"ehm mengapa kau ada disini dan mengapa kau menunjukan dirimu kepada manusia seperti aku? " katanya sambil terheran-heran "ehm... sebenarnya aku hanya sedang berjalan-jalan saja, namun satu kakiku terjebak di ranting dan kau menyelamatkan aku" emely menjelaskan "mengapa kau menunjukan dirimu? " dere masih bertany-tanya "yaa... aku tidak tahu mengapa tetapi saat kau menolongku, aku merasa kau bukanlah orang yang jahat" emely berkata "ooh... namun aku sungguh tidak percaya aku bertemu seorang peri, sebelumnya aku hanya tahu dari buku cerita tapi ternyata peri itu sungguhan" dere berkata dengan nada yang semangat.
"lalu, sedang apa kau di hutan ini? " tanya emely "ahk... aku sedang membantu ibuku mencari daun untuk di jadikan herbal yang akan di jual di desaku" jelas dere "ah baiklah aku akan membantumu" emely pun ikut membantu dere mencari dedaunan.
Setelah matahari mulai terbenam emely berkata "ah hari sudah sore aku harus kembali" katanya "ah iya yah, baik selamat tinggal" dere mengucapkan selamat tinggal kepada emely "TUNGGU! " emely menghentikan dere "ada apa? " dere bertanya "sebelum kau pulang aku akan menghilangkan ingatanmu" emely berkata dengan nada yang agak sedih "memang kenapa?" dere menjawab "kau tahu bukan, bahwa peri tidak boleh terlihat oleh manusia? walau aku tahu kau orang yang baik namun aku tidak bisa mempercayai kamu, dere" emely berkata sambil menyiapkan sihir di tangannya "baiklah, tapi berjanji kau tidak akan melupakan aku, aku emely" kata dere "baiklah" emely berkata sambil mengulurkan jari kelingkingnya, dere juga mengulurkan jari kelingkingnya, mereka berdua pun saling tersenyum.
Setelah kejadian itu pun dere mendapati dirinya duduk di bawah pohon "ahk.. apa aku tertidur? " dere berkata sambil melihat keranjangnya yang sudah penuh dengan daun. dere melihat tangan kanannya ada gambar setengah sayap, sayap itu terlihat seperti sayap peri.
dere yang bingung dan tak ingat apa-apa sambil melihat gambar yang ada di tangannya lalu mendengar teriakan seorang perempuan "DERE....ayo cepat pulang hari sudah sore" itu adalah suara ibunya yang menyuruh dere cepat kembali. Derepun mengambil keranjangnya dan menghampiri ibunya. merekapun berjalan pulang dengan di iringi matahari yang perlahan mulai tenggelam.
namun ada sesuatu yang sedang mengintip dari balik pohon yang sedang memperhatikan dere berjalan pulang. Ah apa itu emely? peri yang bersama dere tadi? oh tentu saja, emely pun menggerakan sayapnya lalu pergi dan meninggalkan serbuk berkilau yang keluar dari kepakan sayapnya.
TAMAT
MAKASIH YANG UDAH BACA SAMPAI AHKIR.
♡♡♡