" Kenapa dunia tak adil kepadaku , aku ingin bahagia , aku mempunyai keluarga yang lengkap tetapi kenapa kebahagiaan seperti mereka sangat sulit ku dapat "
Sapina duduk termenung di taman rumahnya . Seraya memandang keluarga tak lengkap tetapi sangat bahagia . Banyak senyum terukir di bibir mungil mereka .
Ia adalah sapina anak konglomerat dari keluarga giorghi winst . Dan ibunya liamlonde winst. Kakaknya bernama marwayna winst .
" Daarrrr " Liza mengagetkan Pina .
Liza ialah adik sepupu sapina . Centil , dan sangat emosian.
" Kebiasaan deh , kalo bertamu ke rumah orang itu ucap salam , bukannya ngagetin " kesal sapina pada Liza.
" Iya iya maaf " Liza mengaruk-garuk kepalanya tak gagal.
" Lo udah belajar buat ujian " Liza mengerutkan keningnya , melihat Pina cuman santai .padahal besuk ujian
" Males buat apa juga belajar , toh dengan belajar nggak bakal ngerubah apapun kan ."
Jawab Pina tak menengok pada Liza di sampingnya. Ia terus menatap anak kecil bermain bersama ibunya di teras rumah mereka . Anak kecil itu sangat bahagia senyum manisnya selalu terukir di bibirnya.walaupun ia tak mempunyai ayah tetapi ia sangat bahagia.berbeda dengan sapina walaupun keluarganya lengkap tetapi ia tak pernah ada di antara mereka.
Ia sapina dari kecil terlahir dengan otak pas Pasan . Tidak seperti kakaknya terlahir dengan otak jenius .
Dari itu dirinya selalu di bandingkan dengan kakaknya.ia pernah mendapat juara 3 waktu kelas 1 SMP tetapi semuanya tak berubah. Tetap kakanya yang selalu di banggakan .
" Lo kalo liat kek begituan Mulu , nggak bakal ngobatin sakit hati Lo . Malahan nih ya Lo makin sakit ati kalo liat kek begituan Mulu , mending kita jalan aja yuk " tawar Liza karna ia bosen terus melihat temen sekaligus kakak sepupunya . Terus bersedih.
" Lo kaya nggak tau gue aja . Kalo gue melangkahkan kaki satu langkah aja keluar dari pager itu . Lo tau kan gue bakal kenapa " tunjuk Pina ke pagar tinggi menjulang.di jaga 2 budigord .
" Gue punya ide . Gue telpon om bilang kalo Lo ada tugas sama gue. Ngamatin alam gimana ide gue " Liza menurun naikan alisnya.
" Jangan seneng dulu , buruan coba , gue juga bosen di sini lama lama kek dalam penjara "
" Oke gue coba "
Tuuttt ttuutt
" " di sebrang telpon itu.
" Om Liza minta ijin mau ngerjain tugas sama Pina boleh , tapi ngerjainnya di luar om " Liza dan Pina tampak tegang menunggu jawaban giorghi
" boleh tapi ingat , jaga jarak dengan laki - laki " ucap giorghi karna ia sangat percaya dengan Liza . anak dari adiknya.
" terimakasih om . Liza akan ngasih tau kalo Pina macem - macem " mereka berdua senyum - senyum mendengar Dedy Pina setuju Pina keluar rumah tanpa di jaga bodigurd.
" yyyyyeeeee " mereka berdua berteriak dengan kencang . saking senengnya . bisa lepas dari dua bodigurd selalu di perintahkan dedynya menjaganya .
tentunya mereka berteriak setelah telpon itu terputus.
" kenapa non " dua bodigurd di depan gerbang kek patung . menghampiri mereka .karna mereka berteriak lumayan kencang.
" nggak ada apa-apa kok , mendingan kalian kembali bekerja sebelum ada maling masuk kerumah Lo " ucap Liza menakut - nakuti mereka .
" iya bener juga kalo sampe rumah ini kecolongan bisa bisa nyawa kita juga ikut kecolong " mereka saling menatap takut . badan aja yang besar tapi otak agak sedikit.
" ya udah gue siap - siap dulu " Pina berjalan memasuki rumah , di ikuti Liza .
" gue tunggu 5 menit , kalo sampe 5 menit nggak keluar gue tinggal " ancam Liza .
" oke - oke " jawab Pina tersenyum pada Liza
4 menit kemudian.
" gimana tepat waktu kan gue " Pina mengagetkan Liza asik dengan layar ponselnya.
" ini jantung ya bukan mainan " ketus Liza kesal
" ye bisa - bisa nya Lo ngomong kek gitu . gimana gue tiap hari Lo kagetin nggak mati juga gue " Pina tertawa lepas . akhirnya dapat membalas perbuatan Liza .
" ya udah ayo , gue udah nggak sabar nih " rengek Pina menarik - narik lengan Liza . sedang asik rebahan.
" iya iya bentar Napa , nggak sabaran . elo yakin mau ke ..... pake kek gitu . ini cuaca sangat panas Lo malah pakai jilbab . nggak gerah apa " Liza mengerutkan keningnya tak habis pikir dengan kakak sepupunya itu sangat suka memakai hijab.
" gue nggak mau debat , cepetan "
Liza dan Pina menaiki motor metik . melaju meninggalkan rumah besar bak istana . walaupun bodigurd udah ngelarang Pina naik motor . tetap aja menang Liza kalo udah main kata - kata siapa aja luluh .
" kita mau kemana ?! " tanya Pina heran jalannya cukup sepi .
" Lo tenang aja . gue punya tongkrongan baru lebih seru dari biasanya . dan pastinya bokap Lo nggak bakalan tau keberadaan Lo , percaya aja sama gue "
Liza melajukan motornya bak pembalap . sangat kencang membuat Pina berantakan tak karuan di belakang .
hampir satu jam mereka melajukan motor . kini mereka masuk ke sebuah jalan sempit penuh bunga dan pohon tetapi itu sangat sepi .dan Ter tera di depan TPA .
" Lo nggak salah tempat kan Liz " heran Pina .
" setau gue TPA tempat pembuangan akhir kan , ini tempat pembuangan sampah "
" emang ini tempat pembuangan sampah di daur ulang . Lo liat aja sekeliling Lo banyak botol bekas di olah menjadi pot bunga , nah menurut Lo itu kreatif ato engga , kan gue nggak boong kalo kita lagi ada tugas mengamati alam " Liza tertawa lepas langsung meninggikan laju motornya tanpa ba Bi Bu Bi Bu .
sontak Pina tak pegangan hampir saja kejngkal kebelakang akibat ulah Liza .
" Liz pelanin jilbab gue hampir lepas " Pina berteriak pada Liza . tetapi Liza tak menghiraukannya.
ssyyuuuttt . brruuggkkk
seiringan jilbab Pina terbang , ada suara keras di belakang .
" Liz berhenti , ada orang kecelakaan akibat ulah Lo " Pina menabok - nabok punggung Liza , karna Liza tak kunjung berhenti .
" gue lompat " ancam Pina karna Liza sama sekali tak peduli.
" ya udah gue ngalah ." Liza putar balik . ia kaget ternyata beneran ada orang kecelakaan akibat ulahnya. ia pikir kakak sepupunya itu cuman becanda karna takut ngebut.
" maafin kita ya " Pina mengambil jilbabnya sedikit sobek langsung mengenakannya.
" wah gampang banget ya ngomong maaf , " jawab peria itu dingin , sama sekali tak menatap mereka .ia sibuk membersihkan luka lututnya.
" biar saya bantu " tawar Pina mengarahkan sapu tangannya ke luka di dahi peria itu.
tetapi langsung di tepis oleh nya .
" sombong banget , masih untung kakak ku mau bantuin kamu , kalo aku udah ku tendang kau " nada suara Liza meninggi , sikap peria itu , tak menghargai sikap sopan kakak sepupunya.
di ambil Liza sapu tangan milik Pina di lemparkannya tepat di wajah peria itu.
" tuh makan " Liza langsung menarik lengan Pina . naik kemotor .
" za itu nggak sopan " saat motor liza berangsur menjauh dari peria itu. peria itu tak kunjung melirik ke arah mereka .
" pin orang kek gitu sekali - kali di kasarin , kalo engga dia akan ngerunjak " ketus Liza karna sipat ramah Pina .
saat sampai di tempat tujuan .
Pina sangat kagum emang benar di sini tempat pembuangan sampah . terlihat jelas banyak truk sampah masuk . sampah seperti gunung anak sangat banyak.
tetapi itu tertutupi dengan pengrajin yang ada di sini mampu menyulap tempat sampah menjadi taman sangat indah.
Liza hanya asik tebar pesona . karna kebanyakan pengunjung di saat sore adalah peria dan pasangan .
Pina hanya berkeliling taman itu . sesekali risih karna banyak melihat sepasang kekasih bermesraan sebelum waktunya.
Pina bersenandung kecil . memasuki kebon tomat , cili dan apel ada di taman itu .
" woooww ini sangat hebat " Pina sungguh terpukau dengan apa yang ia lihat ,
" Bu apakah apel ini boleh di makan ? " Pina bertanya sama perempuan separuh baya , membersihkan taman itu.
" boleh ko , tetapi harus di habisin di sini " ucap perempuan itu dengan sopan .
Pina memetik satu buah apel . berjalan mundur ia baru sadar kalo di atas ada bunga sangat indah .
bughk
Pina terjatuh . menimpa sesuatu yang bergerak.
" maafkan saya " ucap Pina lirih . ia tak tau siapa yang ia tiban .
" apakah kau akan terus - terusan seperti ini "
Pina langsung bangun ia ingin tau siapa yang ia tiban.
" kau " saat Pina berbalik melihat siapa yang ia timpa , tak bukan peria yang kecelakaan gara - gara hijabnya.
" cciihh " ucapnya berlalu meninggalkan Pina .
" pria aneh " ucap Pina karna 2 kali ia ketemu , tak bisa melihat wajahnya . bicaranya pun sangat dingin.
" ilang kan mood gue , dasar peria aneh , awas aja Lo muncul lagi di hidup gue , gue gampar Lo " maki Pina sama peria itu . bisa bisanya ia pergi begitu saja .
Pina berjalan mencari keberadaan Liza . karna ia sudah sangat bosen di sini . kejadian tadi bener - bener membuat moodnya hancur.
" za pulang sekarang " saat Pina menemukan Liza , lagi bermesraan dengan entah siap Pina tak tau.
" bentar lagi Napa sih , ganggu orang aja , makanya cari cowo.jangan ganggu orang " ketus Liza , memasang wajah kesal karena Pina menganggu aktivitas Liza dan gebetannya.
" lanjutin , gue pulang sendiri " Pina menjauh dari Liza . ia dengan niat ingin bersenang senang malah kena masalah kek gini .
" bisa mati gue kalo tuh ank pulang sendiri " gumam Liza langsung pamit sama gebetannya itu.
" pin jangan ngambek dong ." bujuk Liza karna ia tak mau kalo sekolahnya terganggu nggak ngejalanin tugasnya buat selalu mantau dan jagain Pina .
" pulang sekarang " Pina memasang wajah cemberutnya .
" buruan naik " kini gantian Liza memasang wajah cemberut kesal .
di perjalanan pulang , mereka tak berbicara sepatah kata pun . mereka diam dengan pemikiran masing - masing.
sekitar 1 jam lebih . motor liza berhenti di rumah besar milik giorghi selaku pamannya. karna keluarga nya bergantung hidup dengan giorghi ia harus jadi bodigurd simpenen omnya itu . buat selalu mantau pina tanpa sepengetahuannya.
" mau mampir " tawar Pina saat turun dari motor liza .
Liza tak menjawab langsung melajukan motornya meninggalkan Pina .
" tuh anak kenapa lagi , semuanya bikin bed mood "
gumam Pina , ia tak mau kedua patung hidup di hadapannya tau kemana ia tadi pergi.
" sore non " ucap keduanya seraya menunduk .
" pa udah Pina bilangin Pina nggak suka di gitukn , bapa lebih tua daripada Pina , nggak seharusnya bapa membungkuk kek begitu sama saya ."
" EEHHEEMM , bagus ya baru pulang , belajar engga , malah keluyuran." momi Pina berada tak jauh darinya .
" maaf mom , Pina tadi ngerjain tugas sama Liza "
" masuk , masakan makan malam buat saya " perintah mominya tak dapat Pina bantah.
" baik mom " Pina beranjak memasuki rumah , besar memang besar dengan pasilitas sangat wah , tetapi bagai neraka .
pina menghempaskan tubuhnya di kasur begitu empuk .
" kenapa kami sangat berbeda , padahal orang tua kita sama , kenapa otak ku tak berkembang seperti kakak . " hiks
seketika air mata Pina tumpah . ia mengingat ia selalu di bandingkan dengan kakaknya . bahkan dengan anak tetangganya . karna Pina nggak pernah dapet juara semasa sekolah hanya satu kali itupun tak di hargai sama orang tuanya.
Pina orang nya sangat tidak percaya diri . karna dirinya sangat berbeda dari keluarga nya .
Dedy mom dan kakaknya .mempunyai kulit putih bersih , sedangkan ia kulitnya hitam kasar .membuatnya tak percaya diri , di tambah selalu dapat ejikan dari tetangga dan teman temannya di manapun.karna ia seperti bukan ank orang tua mereka.
" iiisss kenapa Lo keluar tanpa di suruh " gerutu Pina dengan air matanya sendiri.
pina masuk kedalam kamar mandi , karna ia tak mau kena semprot lagi sama momnya , hari ini cukup melelahkan baginya.
selesai mandi Pina langsung turun ke dapur.
" huuhh, akhirnya " Pina tersenyum puas melihat deret masakannya .
Pina sangat suka memasak dari kecil . jadi ia dengan senang hati mengerjakannya .
" mom kak makannya udah siap " Pina memanggil kakak dan momnya lagi santai menonton tv , sambil kaknya curhat kepada momnya .
" ayo sayang makan dulu mom udah laper " momnya membangun kan kaknya rebahan di paha mom .
itu juga membuat dada Pina sesak .
" mom Pina juga kepengen " gumam Pina ia sangat ingin berbagi cerita , keluh kesah kepada momnya.
" ayo mom aku juga sangat laper "
mereka menuju meja makan , tanpa menghiraukan Pina masih mematung di tempat.
setiap harinya Pina di perlakukan seperti pembantu . hanya karna ia berbeda kehadirannya di keluarga itu tak pernah di anggap .
hingga suatu ketika Pina menangis sambil berlari . ia tak tau arah tujuan kemana ia harus melangkahkan kakinya . semua orang mengejeknya tak ada satu pun orang memandanginya dengan senyuman . hanya makian cibiran dari orang orang harus ia rasakan tiap harinya .
hingga malam menjelang Pina tak tau harus kemana lagi . ia duduk di taman .
Pina kaget seseorang menutup matanya .
" Liza jangan becanda , gue nggak lagi mau becanda " kesal Pina karna Liza lah yang sering mengusilinya .
" ini bukan Liza " gumam Pina saat meraba kepala orang yang menutup matanya itu .
sekuat tenaga Pina membuka tangan itu dari matanya .
" maaf anda salah orang " ucap Pina gelagapan .
tanpa menghiraukan perkataan Pina laki - laki itu melepaskan tangannya di mata Pina . lebih mengagetkannya lagi bagi Pina . lelaki itu memasangkan kalung di lehernya .
" apakah kamu suka " ucap laki - laki itu . mendekatkan mukanya pada Pina .
karna taman itu gelap remang - remang Pina melihat wajah laki - laki itu . tetapi pandangannya tak bisa mengenali wajah peria itu .
Pina merasa ada yang tidak beres ingin beranjak dari sana tapi . lelaki itu langsung memeluknya erat .
" tolong lepaskan saya " rengek Pina .
" sebentar saja , biarkan begini " ucap laki - laki itu .
" pelis lepaskan saya, kamu lagi mabok " teriak Pina . seraya minta tolong . tetapi tak ada seorangpun di taman itu . itu taman rumah orang bukan taman umum .
tanpa banyak kata . laki - laki itu langsung menyibak rok Pina .
ia meraba tiap inci tubuh Pina tanpa ampun sedikit pun . Pina berusaha berontak dengan menggigit lengan peria sedang kurang ajar dengannya .
tapi usahanya tak berhasil .
Pina merintih sakit nangis tetapi peria itu tak memberikan celah baginya kabur .
" aaaaaa " teriakan panjang . Pina merasakan benda tumpul memasuki tubuhnya .
setelah mendapatkan pelepasan peria itu langsung pergi begitu saja . tanpa menghiraukan Pina .
2 Minggu berlalu . Pina menjalani harinya dengan sangat berat . ia membatin karna perlakuan peria tak ia kenal itu .
di mana kesucian yang selama ini ia jaga dengan sangat baik harus di renggut begitu saja . masalah itu harus ia tanggung sendiri tanpa bisa meluapkan amarahnya kepada siapa pun .
" dasar anak tak tahu di untung "
palak , plak .
2 tamparan mendarat di pipi Pina . sampai sampai Pina tersungkur ke lantai merasa wajahnya panas.
" ded " pekik Katrin sambil memegang kedua pipinya .
" heh , masih berani kamu menginjakan kaki di rumah saya , wanita kotor "
deg . seperti di sambar petir di sore hari . jantung Pina serasa tak berdetak mendengar Dedy menyebut wanita kotor .
" maksud ded " pekik Katrin gemetar
Dedy giorghi membuka ponselnya . menyodorkan tepat di wajah Pina .
di dalam ponsel itu terdapat Vidio di mana kesuciannya di renggut begitu saja .
" ded maafkan Pina " tangis Pina pecah , kejadian itu terngiang ngiang terus di kepalanya .
rahasia yang ia jaga terbongkar dengan sendirinya . ia tak tau siapa yang membocorkan masalah itu .
Pina di seret paksa masuk kedalam mobil . walaupun Pina memohon agar tak di keluarkan dari
rumah itu . tetapi usaha nya sia-sia .
" mom , ded pliss . Pina tidak tau siapa laki - laki itu. tolong jangan usir Pina. Pina tak bisa jauh dari mom dan ded. ded lepasin Pina , Pina janji Pina akan jadi anak yang pintar . Pina akan merawat tubuh Pina sama seperti kak marwa .biar ded dan mom tak malu mempublikasikan Pina "
" saya mempublikasikan perempuan hina seperti kamu , heh , " Dedy Giorgi tertawa sinis mendengar pinta Amel .
" ini baru tempat cocok buat kamu " ucap mom Lia
tanpa banyak kata , Dedy Ambar langsung menyeret Pina keluar dari mobil . langsung melajukan mobil . meninggalkan Pina .
" ded , mom , kak " Pina terduduk lemas di depan gerbang sebuah kampung sangat kumuh.
" desa pemulung " itu tertulis di depan gerbang .
dengan langkah gontai Pina masuk kedalam desa kecil itu . di penuhi sampah di mana mana .
di sini lah kebahagian Pina di mulai .
" udah pagi aja " ucap Pina
Pina keluar duduk di teras . melihat banyak anak - ank bermain di sekitar rumah yang ia tinggali saat ini .
" bahagianya jadi mereka " lirih Pina
" nih nak minum dulu obatnya " seorang perempuan separuh baya . dengan senang hati menerima Pina tinggal di rumahnya .
" terimakasih Bu " akhirnya Pina bisa tersenyum tanpa beban .
bulan tahun berlalu .
kampung itu telah berubah derastis . nama kampung itu bukan lagi desa pemulung .
" bank sampah " itu lah nama sekarang .
Pina sangat telaten mengajari warga ada di desa itu . mengelola sampah menjadi barang bernilai tinggi .
Pina . mampu mengolah sampah menjadi . tas , dompet , keranjang , mainan anak , anak .
" tidak sia - sia . aku dulu menyukai seni " Pina tampak tersenyum melihat - lihat warga mengolah sampah itu .
" Bu , terimakasih ibu selalu ada buat Pina " Pina memeluk ibu angkatnya. seperti ibu kandungnya sendiri .
" ibu mau makan apa biar Pina masakin . " tawar Pina karna hari ini hari pusat perbelanjaan ya di buka .
" tak usah sayang , kita makan bareng aja " tolak Bu Siti .
" ibu yang terbaik " ucap Pina memeluk Bu Siti mencium tanpa henti .
saat ia masuk kedalam rumah . melihat berita di televisi .
"perusahaan Giorgi di ambang kebangkrutan . putri semata wayang dari giorghi wits dan liamldon wits akan bertunangan dengan pengusaha muda sangat kaya raya . "
deg . jantung Pina berdetak kencang melihat kalung yang selama ini iya cari di kenakan kakak nya sendiri .
" tuan , apakah alasan anda memilih nona mawra ?" ucap wartawan sedang mewawancarai mereka .
" marwa wanita yang saya cari bertahun - tahun lamanya ." ucap Reza dengan senyum di wajahnya .
" bagaimana anda bisa mengenali . non marwa sebagai wanita waktu malam itu , bukankah Anda pernah mengatakan wajah wanita itu tak terlihat " ucap wartawan lagi .
" jawabnya simpel .ini " ucap Reza mengangkat kalung ada di leher marwa . kalung itu simbol bintang terbelah dua . satu milik Reza dan satu milik wanita ia renggut mahkotanya .
" kalian sangat jahat , pantas kalian mengusirku . kalian ingin mengambil hak ku . apa kalian tak sadar selama aku tinggal sama kalian aku di jadikan budak , sekarang kalian menikmati hak ku " tangis Pina pecah . ternyata lelaki yang merenggut mahkotanya mencarinya .
" nak kamu kenapa " Bu siti kaget melihat Pina menangis tanpa henti . memandangi layar televisi .
" sayang " lirih Bu Siti memeluk tubuh Pina .
" Bu mereka sangat jahat " lirih Pina menunjuk layar televisi .
Bu Siti yang tak paham memilih menenangkan Pina .
" cerita sama ibu " ucab Bu Siti terus memeluk Pina .
" Bu Pina pernah cerita , kesucian Pina di renggut laki laki berengsek . "
" eemm " jawab ibu Siti sambil mengangguk mata terus menatap layar televisi.
" dia orang nya Bu . dan itu kakak kandung Pina , mereka mengusir Pina suapaya bisa . menikahkan kakak Pina sama lelaki itu . bahkan nama kakak di rubah jadi nama Pina " Pina bercerita air mata terus menetes .
" mereka mengambil hak Pina kan Bu , Pina tak akan tinggal diam . hari ini kita harus kejakarta bu "
" ibu selalu mendukung kamu sayang . kamu gak salah karna peria itu harus bertanggung jawab sama kamu " ucap Bu Siti menghapus air mata Pina .
" pak mun . tolong siapkan mobil saya mau ke Jakarta . " ucap Pina pada supir pribadinya .
" siap non "
setelah menempuh perjalanan begitu melelahkan . Pina terlelap dengan wajah pucat berkeringat dingin .
" sayang , bangun nak , Pina bangun " ibu angkat Pina terus membangunkan Pina . melihat kegelisahan terus datang di setiap malam saat Pina baru ia angkat menjadi anak nya .
Pina setres berat . di mna ia kehilangan segalanya . dan perlakuan keluarganya sangat membuatnya defresi . ia beruntung menemukan sosok seorang ibu sangat sabar menghadapinya . sosok ibu yang ia inginkan selama ia hidup .
" kamu mimpi buruk lagi " ucap Bu Siti melihat Pina mulai membuka mata . memeluknya sangat erat .
" pina takut ,hiks " ucap Pina setiap ia mimpi buruk nyalinya yang kuat sekilas hilang .
" kamu harus kuat ibu ada bersama kamu , kamu jangan mau di tindas . rebut apa yang berhak kamu rebut . ini semua bukan kesalahan kamu . kamu berhak bahagia . jangan biarkan mereka semakin semena mena sama kamu . tapi ingat jangan pernah melibatkan orang lain dalam masalah kamu . hadapi sendiri jangan pernah merugikan orang lain , "
" terimakasih Bu , ibu selalu menjaga Pina , ibu selalu sabar , Pina sayang ibu "
" ibu juga sayang Pina "
Bu Siti seorang janda di tinggal suaminya memilih daun muda . Bu Siti seolah merasakan apa yang Pina rasakan . ia tak bisa tinggal diam melihat keluarga Pina semena mena sama dia . Bu siti tak ingin Pina bernasib sepertinya . hanya bisa hidup dalam keterpurukan , hidup dalam bayang-bayang selalu menghantuinya . takut akan laki - laki .
" pak kita ke hotel dulu " ucap Pina , ia merasa sangat lelah ,perjalanan begitu lama .
" baik non "
" semuanya tak ada yang berubah , itu tawa terakhir kalian " ucap Pina menatap sekilas empat orang tertawa riang di taman rumah .
saat menuju hotel Pina sengaja mengarahkan jalan melewati bekas rumahnya dulu .
mereka tampak bahagia setelah kepergian Pina .
☘️☘️
" saya permisi " ucap Reza berpamitan sama kedua orang tua marwa .
" aku tunggu besok " ucap Reza mengecup puncak kepala marwa .
besok pernikahan Pina dan Reza . tetapi keluarga yang licik itu telah merenggut hak Pina . dengan mengubah nama marwa menjadi Pina .
" mom tadi marwa seperti melihat Pina " ucap marwa gemetar , karna ia takut Pina muncul di saat tidak tepat .
" ada ada kamu sayang , mana mungkin kamu hanya halusinasi , mana mungkin anak itu bisa kembali ke sini . paling paling ank itu sudah menjadi gembel " mom Liam tertawa terbahak bahak mendengar marwa melihat Pina ada di ibu kota Jakarta .
" ia juga sih mom , mungkin marwa hanya halusinasi soalnya marwa takut Reza akan di rebut Pina "
keesokan paginya. marwa telah di rias karna ini hari paling bahagia untuknya .
" kamu tak memakai hijab lagi " ucap Reza melihat marwa di ruang riasnya .
" gerah " jawab marwa singkat .
" kenapa ia tidak mengenakan hijab , seingat ku Pina mengenakan hijab . apakah setelah kejadian itu ia melepas hijabnya. karna merasa dirinya tak pantas memakai hijab " Reza terus bergumam dalam hatinya .
" maafkan aku , aku akan memperbaiki semuanya " bisik Reza di telinga marwa , berlalu pergi meninggalkan ruang rias hanya ada marwa .
Pina melihat semua yang mereka bicarakan , Pina mengangkat sudut bibirnya , mendengar laki - laki itu masih mengingat Pina yang ia tiduri menyukai hijab sedangkan marwa tak pernah menyentuh hijab . " saatnya di mulai " ucap Pina melancarkan aksinya .
" hello kakak ku yang cantik , apa kabar " Pina bicara lembut sambil bertepuk tangan .
" mmaauu , appaa kaammuu kesini " gemetar marwa melihat Pina dengan memakai gaun sepetinya .
" jangan cemas kak , aku tak akan menggantikan posisi mu menjadi pengantin , tetapi aku akan menggantikan Kaka menjadi istri nya. kakaku yang cantik . di mana mana kalo menikah itu nama Pina yang di sebut bukan nama kakak kan. jadi istri mas Reza siapa coba Pina kan bukan kak marwa " Pina menaiki turunkan alisnya . sebenarnya ia tak ingin berlama lama menemui kakak tak tau diri itu. tetapi ia takut ketahuan ia memilih jalan cantik ...
di saat marwa lengah dengan kemampuan yang Pina punya , Pina membuat marwa pingsang mengantikan kakak nya menuju tempat akad .
" kenapa kamu mengunkan cadar , bukankah kamu tadi gerah " ucap Reza melihat wanitanya memakai hijab juga cadar .
" aku ingin menjadi diriku sendiri " ucap Pina
sah . kata itulah menggema di ruangan itu . senyum tampak terukir di bibir wanita separuh baya , tak lain Bu Siti .
setelah tamu undangan pergi . kekacauan kembali terjadi .
" mom ded " teriak marwa terikat di ruang rias .
" itu seperti suara marwa " ucap mom Liam , heran karna pernikahan sudah di langsungkan .
" temui anak kalian " ucap Pina melepaskan cadarnya .
" nggak mungkin nggak aku pasti salah liat " mom liam histeris melihat Pina yang di nikahi Reza bukan marwa .
lain halnya dengan ded giorghi hanya diam membisu.
" anak tak tau di untung beraninya kamu menggantikan posisi kakak kamu dasar " mom liam melayangkan tangan nya ingin menampar Pina tetapi di hentikan sama Bu Siti .
untung Bu Siti datang tepat waktunya . pipi mulus Pina tak tersentuh sedikitpun .
" jangan pernah menyentuh anak saya , bukankah ini adil untuk kalian , di mana mana yang berhak lah yang akan mendapatkannya . "
sinis Bu Siti melihat perlakuan kedua orang tua Pina sudah salah masih ngegas.
" auuuaaaa " teriak marwa di dorong Bu Siti dengan tangan masih terikat .
" sayang " mom liam membantu anak kesayangannya berdiri melepaskan tali mengikat tangan marwa .
" sayang " lirih marwa memegang tangan Reza hanya diam terpaku .
" singkirkan tangan kamu dari suami ku " Pina meninggikan suaranya menghempaskan lengan marwa.
" kenapa mas tak mencari ku , kenapa mas pergi begitu saja . kenapa mas mempercayai dia sebagai aku kenapa mas ." lirih Pina dadanya serasa sakit mengingat berita di televisi waktu itu .
" kamu tenang sayang , ini hanya permainan " ucap Reza santai menarik lengan Pina juga Bu Siti meninggalkan marwa mom liam dan Dedy giorghi mematung .
" nanti ibu jelasin " ucap Bu Siti .
marwa histeris pingsan meratapi nasibnya tak jadi menikah dengan anak orang kaya , Dedy Giorgi masih diam membisu terduduk lemas .
" ini tak adil , liat aja pembalasan dari saya " teriak mom liam
di seret pengawal Reza keluar dari hotel .
" duduk dulu " Bu Siti menepuk shopa
" sebenarnya Reza adalah keponakan ibu , maaf ibu tak memberitahu kamu soal ini , ibu tak tau yang di maksud Reza adalah kamu . maafkan ibu "
" terus rencana ibu kemaren membawa Pina kesini dan merias Pina memakai gaun pengantin . " heran pina krna Bu Siti membawanya ke butik membeli gaun pengantin .
" itu semua rencana ibu , dan Reza menyetujuinya , kamu tau siapa donasi terbesar di toko kamu , itu Reza . ibu pergi dulu kalian selesaikan urusan kalian " Bu Siti beranjak pergi dari kamar pengantin mereka .
" bukannya mas tak mencari kamu , mas sudah lama tau tentang kamu , mas tau bagaimana sulit nya kamu setelah kejadian itu . ini hadiah untuk kamu , kamu berhak atas ini "
Reza memberikan sebuah map berwarna coklat .
" iiinnii pperrusahhaann papa kan " gemetar Pina membaca isi map itu
" sebelum ayah kamu hadir dalam kehidupan keluarga mas , bunda dan Tante Siti saudara kembar . mereka sangatlah dekat . suatu hari bunda mencintai Giorgi Dedy kamu , karna mereka kembar Tante juga memiliki rasa sama Dedy kamu , tetapi demi kebahagian bunda Tante mengalah . pernikahan pun terjadi , satu tahun pernikahan itu baik baik saja , tetapi setelahnya . Dedy kamu memperkosa Tante dan menceraikan bunda , di situ keluarga mas hancur nenek sering sakit sakitan . kakek meninggal karna serangan jantung . dan Tante di usir karna telah merebut suami bunda .
hingga akhirnya bunda bisa membuka hati sama laki laki lain . hingga terlahir lah mas , saat itu juga perusahaan yang bunda kelola dari nol di rebut Dedy kamu secara paksa .
tetapi sekarang sudah imbang perusahaan itu ada di tangan mas , itu hadiah buat kamu , karna kamu kuat menghadapi ini semua "
cerita Reza panjang lebar . Pina tak dapat berkata apa apa lagi hanya air mata yang dapat bersuara .
" Pina sayang mas " Pina memeluk Reza dengan erat .
" mas juga sayang sama kamu " cup satu kecupan mendarat di puncak kepala Pina .
" ibu nggak di ajak nih " ledek Bu Siti menghampiri mereka berdua .
" ibu " ucap Pina malu - malu . mereka berpelukan
🍁🍁jangan pernah membedakan anak satu dan yang lain , memang ia tak bisa menjadi apa yang kita harapkan , tetapi kita harus mendukung menguatkan dan terus menyemangati apa yang mereka suka ,mereka akan sukses dengan sendirinya . 🍁🍁🍁
☘️☘️kalo anak kita suka dengan seni dukung lah , jangan mengekang mereka untuk suka sesuatu yang mereka tak suka , bisa bisa otak mereka tak sanggup 🍀🍀