"Emm.. Banyak cewek tuh dok" ucapku dalam bentuk pesan chat.
"Iya emang kebanyakan cewek. Tapi dokter ga bakalan ninggalin Riri.. Beneran deh"
Malam kemarin. Aku tak tau perasaan apa yang merasuk dalam diriku. Sudut hati kian memanas, disaat siang kemarin.. Ku lihat Hamdan sudah mulai masuk kuliah (Tatap muka).
Entah bagaimana harus ku utarakan... Ini rumit. Aku seketika menjadi orang yang egois. Apa ini yang dinamakan cemburu dan takut kehilangan??
Tidak!! Kurasa apa aku salah? Apa justru ini yang dinamakan dengan ambisi??
Atau justru sekedar obsesi? Nafsu? Aku tidak tau.. Aku masih terlalu awam untuk benar benar memahami `Apa itu cinta yang tepat? `
Seharusnya.. Waktu itu aku tak perlu mengungkapkan perasaanku yang sesungguhnya padanya kalau ujungnya harus pedih nantinya..
Seharusnya, biarlah aku menjadi ruang sepi yang selalu mengidolakannya. Mendambanya dalam diam.. Aku belum siap kehilangan dia.. Andaikan waktu bisa kuputar.
Aku ingin sekali tetap menjadi pengagum rahasia. Agar aku tak kehilangan dia..
Tak kehilangan cintanya. Agar aku bisa bebas mengekspresikan cintaku padanya dalam sepi.. Agar aku dapat menggenggam erat tangannya, menatap dirinya, walau sekedar angan semata (semu)... Mimpi.
Aku trauma.. Hanya trauma. Sebab laki laki yang seharusnya dekat denganku dari dulu (Kakak dan Ayah) ternyata meninggalkanku dengan menggores luka yang dalam untukku.
Aku sempat berpikir untuk tidak `menikah`
Itu konyol. Tapi bagaimana lagi?! Aku takut... Aku takut laki laki yang aku cintai akan selalu berakhir pergi...
Mulai detik ini... Aku akan terus memahami perasaanku. Jangan sampai cintaku menjadi obsesi, ambisi, dan egois. Aku harus seperti dulu.. Riri yang selalu mengidolakan Hamdan dalam diam..
Biarkan saja bila nantinya Hamdan punya pilihan sendiri. Riri akan tetap menjadi Riri yang selalu menyukai Hamdan dalam sepi. Biarkan saja jika nanti ada wanita yang lebih baik dari Riri yang menjadi pilihan Hamdan.
Hamdan berhak memilih, berhak bebas. Berhak menentukan siapa yang pantas buat disandingnya. Aku bukan siapa siapa...
Aku hanya pasien yang bercerita keluh kesahku padanya. Pasien yang selalu merindukannya tanpa harus memaksanya merindukanku kembali.
Mulai detik ini! Ya di detik ini, hingga nanti!! Berhentilah untuk berambisi, egoisme. Jadilah diri sendiri Riri...
Kendalikan emosi. Semua akan ada waktunya. Percaya pada diri sendiri Riri.. Bahwa Tuhan akan menjawab apa yang kamu ikhlaskan dihari ini untuk hari esok.
Riri tetap cintailah Hamdan meski kelak ia tak bersamamu. Jadilah orang yang waras dalam mencintai. Kamu berhak mencintai Hamdan selamanya. Tapi jika dia memilih bersama orang lain... Ikhlaskan. Kamu harus tetap mencintainya dalam diam! Ingat itu! Ingat!! Catat dalam memorimu Riri!!