Namaku Mia audina, usia pernikahan ku baru seumur biji jagung. Kami baru saja menikah 3 bulan yang lalu, harusnya di masa-masa ini kami berbahagia karena bisa menikah tetapi itu terbalik.
Kami malah pisah ranjang, sudah seminggu kami pisah ranjang karena mas Retno ketahuan jalan dengan sahabatku sendiri. walau baru 3 bulan menikah aku sudah tidak tahan dengan sikapnya dan ingin segera ( bercerai ) tetapi aku akan menahannya.
" hari ini aku lembur jadi pulang agak malam mas" ( ucapku )
"ya, gak pulang juga gapapa"
"iya biar kamu puas berduaan sama Lala kan?" (cetus ku)
"jangan sok tau kamu"
"Harusnya mas yang kerja bukan aku"
" ( uang ) mu kan banyak ngapain aku kerja segala, kamu kerja aja udah cukup, kita kan kaya, jadi aku hanya bersantai saja di rumah"
"kurang ajar banget, jadi kamu nikahin aku cuma gara-gara uang? iya?"
"sudah sana pergi, malas ladenin orang gila kek kamu"
BRAK...
akupun membanting pintu dan segera menaiki mobil dan tancap gas ke perusahaan.
aku bekerja sebagai direktur di sebuah perusahaan ternama. aku menikah hanya karena perjodohannya yang diminta oleh nenekku sebelum dia meninggal. awalnya mas Retno laki-laki yang baik, perhatian, pekerja keras, tetapi hari demi hari sikapnya semakin berubah drastis dia menjadi suka bermain judi, mabuk-mabukan dan main perempuan.
setelah aku mengurus beberapa pekerjaan ku yang tertunda aku bakal mengurus surat cerai secepatnya tetapi aku harus mendapatkan buktinya lebih dahulu.
sesampainya di perusahaan...
aku langsung berjalan masuk ke ruangan ku
TOK..TOK..TOK
"iya masuk aja"( ucapku )
Salah satu pekerja magangku ternyata yang datang
"Bu Mia, bisa tolong koreksi dokumen ini?"
"Taruh saja di meja, sebentar saya periksa"
"baik Bu" ( pergi meninggalkan ruangan )
Mia pun mengoreksi dokumen tersebut.
Tiba-tiba Handphone Mia berdering...
mia pun mengangkatnya
" Halo Mia, makan siang yuk"
" aduh la, aku masih ada kerjaan nih "
"ih ayolah Mia, aku sudah pesankan makanan kesukaan mu loh di restoran sebelah, pokoknya cepet datang yah"
"iya iya deh ,15 menit lagi aku otw ya"
"Oce"
Mia pun menutup telepon.
~~~
Lala adalah sahabat terbaikku sejak SMA, tetapi semua berubah. saat kulihat kemarin malam mas Retno dan Lala di sebuah Motel. Lala tidak mengetahui bahwa aku sudah tau kalo dia adalah selingkuhan mas Retno.
aku akan mencari bukti lain agar cepat-cepat cerai dari mas Retno.
setelah menyelesaikan pekerjaannya Mia langsung menghampiri Lala di restoran pas sebelah perusahaan Mia bekerja.
oh iya Lala bekerja sebagai pelayan di sebuah bar malam. walau begitu kami tetap berteman baik.
"wah Lala lu nungguin gue yah"
"iya nih lu lama amat, bunyi nih perut gua"
"hahaha, makan yuk"
merekapun makan
~~~~~
Setelah makan
"eh Mia kok gue gak pernah liat suami lu yah?"
"hehehe ada kok di rumah, emang kenapa la?"
"iya gpp ko nanya aja"
"ya udah yah la, gue harus balik nih, apa lagi gue lembur malam ini"
" oh oke beb"
"bye"
"see you"
Setelah kepergian Mia, Lala mendapat telepon dari Retno.
"Halo mas"
"Halo Lala sayang, malam ini ke rumah mas yuk"
"ntar ketahuan sama Mia loh mas, apa kita gak jujur aja mas"
"udah ah yuk malam ke rumah yah sayang"
"iya mas"
Lala pun menutup telepon dan bergegas pulang. karena kebetulan malam ini juga hari liburnya Lala.
Sementara Mia di kantor
Tok..Tok..Tok
"iya masuk aja" (ujar Mia)
"Mia lu gak kenapa-kenapa kan?"
"Loh bang Seto udah balik dari luar negeri? Mana kak diani?" (tanyaku)
" Diani masih di luar negeri, gue tadi ada urusan sebentar disini, eh kebetulan lewat jalan ke perusahaan lu , Jadi gue mampir, gimana kabar lu Mia"
" Gak baik-baik aja bang " ( mata berkaca-kaca )
"Sini cerita sama Abang yuk"
Merekapun duduk di sofa dan Mia menjelaskan semua apa yang terjadi dan keinginannya yang ingin (bercerai) . Seto yang mendengarnya pun merasa geram dan tiba-tiba berdiri.
" gak bisa dibiarkan Retno ini "( emosi meluap )
" udah bang ,biar aku aja yang urus, aku gak ingin Abang ikut campur" ( menenangkan )
"baiklah jika itu maumu Mia, kali ini Abang gak bakal ikut campur"
" makasih bang" ( sambil memeluk )
"iya sayang "
"Bang langsung balik nih ke Australia?"
"iya Mia, penerbangan nya 25 menit lagi" ( sambil melihat jam di tangannya )
"buruan dah bang, makasih udah mampir ke sini yah bang,,,"
"kamu hati-hati yah Mia ,kalo dia macam-macam hubungi gue "
"siap Abang"
Abangnya pun meluncur ke bandara menuju Australia.
~~~~
Tak terasa waktu menunjukkan Pukul 18.09
"Ah gak kerasa udah hampir magrib aja" (ujarku)
" Bu gak pulang?" (tanya salah satu karyawan)
" masih banyak yang harus di selesaikan nih wan "
" mau saya bantu Bu?"
"Boleh jika kamu tidak keberatan"
Wanda pun membantu Mia menyelesaikan pekerjaannya malam itu juga.
Setelah selesai mengerjakan nya merekapun makan. Mia sudah memesan Gofood.
"ah enakk"
"makasih Bu Mia"
"iya sama-sama"
Setelah selama makan Wanda pun berpamitan pulang duluan karena sudah selesai semua.
Tinggallah Mia sendiri membereskan mejanya dan bergegas pulang juga.
dia melihat jam menunjukan pukul 22.00
sudah malam banget gak terasa deh.
Mia pun menaiki mobilnya dan tancap gas pulang.
~~~
Sementara Retno dan Lala sedang berduaan di kamar. mereka tidak tau kalo Mia bakal pulang sebelum jam 00.00. Mereka menikmati berduaan di kamar.
"ah mas Retno, genit ih"
" La, pengen nih " ( sambil menunjuk buah dada Lala )
" mas Retno gak boleh ah, ntar mas gak nikahin aku juga "
" ayolah la " ( sambil melepas kancing baju Lala )
" ah..." ( pasrah )
dan seterusnya kalian bisa bayangin apa yang di lakukan???
Sementara Mia sudah sampai di depan rumah dan memarkirkan mobil miliknya.
memasuki rumah.
pas sampai depan kamarnya dia mendengar suara mendesah.
" Ah..ah..ah"
Mia pun mendekati telinganya ke pintu kamarnya.
dan benar saja suara itu dari dalam kamarnya.
Mia yang merasa kesal langsung menciduknya.
BRAK!!!!
Pintu kamar Mia dobrak paksa.
Retno dan Lala yang sudah setengah telanjang seketika kaget ketiak Mia mendobraknya.
"Oh bagus yah la, gini caramu?"
" diam kamu Mia " ( membentak Mia )
" oh ternyata yah mas Retno juga?"
"aduh Mia ,,, maaf yah aku sudah sayang sama suamimu dan suamimu juga lebih sayang kepada ku daripada ke kamu"
" ambil aja sana gue gak peduli ,lu kan suka yang bekas "( ucapku)
"Mia Jaga mulutmu" ( teriak Retno )
" udah deh mata duitan sama ( pelakor ) cocok kok hahaha, tenang aja mas besok aku bakal ngurus surat cerai "
" wah bagus tuh mas " ( kata Lala)
" Tapi gue gak mau cerai Mia"
"bodo amat dah,,, lu cuma mau uang gue aja, lagian juga gue yang nafkahi lu, harusnya kan lu yang kerja bukan gue, Paham?"
" Mas nikah aja sama aku "( ajak Lala )
" Emang lu punya apa la? lu kan gak punya apa-apa gak kaya Mia yang banyak (uang) "
"( menampar Retno)"
"hahaha pelakor nya marah nih"
~~~~~
Keesokan harinya Mia langsung membuat surat cerai dan menyuruh Retno menandatangani nya.
setelah itu Mia membereskan barang-barang nya dan pergi meninggalkan rumah serta Retno.
Mia pun semakin bersinar dalam karirnya dan menemukan pasangan hidup yang benar- benar menerimanya apa adanya.
Sedangkan Retno dan Lala Jatuh miskin karena ditipu oleh ayah Lala sendiri.
merekapun menjalani kehidupan dipinggir jalan sebagai pengemis.
✓ Tamat ✓