Bilakah kita 'kan berbagi tawa, cerita, bersama habiskan waktu?
Perlahan buatku sesak di hati, pikiran itu.
Mungkinkah karenaku, atau ini karenamu? Atau karena ulah perasaan saling meragu?
Lama kudambakan tanda mata darimu.
Frasa yang menghembuskan semburat rasa, harap, dan damai.
Entah baru kali ini saja, mungkin cuma kali ini saja,
Meneteskan, mengalirkan segenap dalam sanubari, kesejukan.
Sejenak kumenjaganya, dalam takut, dalam kesah.
Tak mengapa, demi rona senyum terukir lembut di indah wajahmu.
Tetapi harus berakhir sampai di sini saja,
Sebab kusadari kini t'lah kau jadikan sia-sia.
Menjadi mimpi, ilusi di balik misteri "Kau tak menganggapku ada"
...Lantas, apa aku ini bagimu?
Mungkin aku saja yang sudah gila.
Bertemu binar matamu di setiap bias cahaya.
Mendengar ceria, suaramu memecah,
Di gelap mataku, di relung sepi,
Seakan tak ada yang lain lagi.
...Benar, mungkin hanya aku.
🥀