Saat itu aku tersenyum cerah memandangi pria yang duduk berhadapan denganku yang tak lain adalah orang yang paling aku cintai.Rasa pedas dari hot pot yang aku makan bersamanya pun tak terasa pedas lagi dilidahku, saking aku menikmati pandanganku padanya.Ia seorang pria yang manis,romantis,dengan wajah yang begitu memesona.Aku terhanyut dalam pesonanya untuk beberapa lama di meja makan restoran China tersebut.Aku terus terpaku pada Feng Xi,kekasihku sampai akhirnya tangan Feng Xi menggapai pipiku dan menatapku sembari berkata.
"Hei,apa kamu baik-baik saja,Qian sayang?"tanyanya seketika membuyarkan lamunanku.
Aku menggeleng sembari tersenyum dan kemudian meraih tangannya.
"Tidak,aku tidak baik-baik saja karena aku sangat bersyukur memilikimu!"jawabku penuh kelembutan.
Ia tersenyum,kemudian mengambil daging dengan sumpit dan mencelupkannya ke panci hot pot mendidih yang menjadi pemisah kami.Ia meniupinya supaya tidak terasa terlalu panas dan kemudian menyuapiku.Begitu pun sebaliknya,aku juga menyuapinya.Sesekali ia mengelus kepalaku dengan penuh kasih sayang.Dan walaupun wajah kami memerah karena rasa panas dan pedas dari hot pot tersebut.Namun hati tetap merasakan manis karena momen romantis yang kami alami
Namun,sayang.Kenyataannya kejadian manis "hot pot" itu terjadi tiga tahun yang lalu.Saat dimana aku dan dia baru berpacaran.
Kami banyak menghabiskan waktu di restoran ini dan tak lupa memesan hot pot,hidangan yang paling aku dan dia sukai.Bahkan sesudah menikah pun kami masih sering mengunjungi dan menikmati hot pot disini.Secara tidak langsung,restoran China dan hot pot disini menjadi saksi dimana cinta kami berjalan dan berkembang sampai ke pernikahan.
Tapi kini berbeda,aku direstoran China ini hanya datang memesan hot pot seorang diri.Sekarang aku dan dia adalah pasangan yang bercerai.Yang tersisa hanyalah kenangan manisku dengannya yang kini berubah cita rasanya menjadi pahit dan masam.Cinta yang ku agungkan,kehidupan pernikahan yang aku bangun bersamanya dan kebahagiaan yang kuimpikan kini hancur sudah.Semuanya porak-poranda ketika aku melihat kenyataan dan kebenaran terungkap bahwa pria manis,romantis dan memesona itu rupanya seorang serigala berbulu domba yang licik dan tidak benar-benar mencintaiku.Dia hanya memanfaatkanku untuk keuntungan perusahaan nya.Tidak hanya itu,rupanya dia juga menjalin hubungan dengan sekertaris pribadinya.Aku hancur dan bercerai dengannya.Dan hari ini adalah hari dimana perceraian kami genap satu bulan.
"Kenapa kamu tega melakukan ini padaku,Feng Xi!"jeritku dalam hati sembari berurai air mata.
"Aku mengorbankan semuanya untukmu.Bahkan aku rela kehilangan Qingqing sahabatku hanya demi kamu.Namun cintamu yang aku banggakan rupanya cuma kebohongan!".
Keluhku terus menerus sembari memasukkan potongan daging dengan keras ke dalam didihan hot pot yang berwarna merah.Air hot pot yang mendidih itu menciprat ke tanganku dan meninggalkan bekas merah berbintik-bintik saking panasnya menempa kulit.Tapi,aku tak peduli,yang kurasakan sekarang hanyalah rasa sakit karena perceraian dan rasa penyesalan karena tak menghiraukan larangan sahabat sekampusku dulu, Qingqing.
Qingqing merupakan sosok perempuan yang baik,bijak,ramah dan dewasa.Aku memang mengenalnya saat aku memulai kuliah di kampus IX.Tapi siapa sangka hubungan pertemanan kami semakin hari semakin dekat.Kami berbagi susah dan senang dan sampai akhirnya kami saling menganggap sahabat kepada satu sama lain.Hubungan persahabatan kami begitu baik.Sampai akhirnya kami memasuki semester akhir perkuliahan dikampus IX untuk S1 kami.Saat itu pula adalah saat dimana aku mengenal Feng Xi dan tiga bulan kemudian berpacaran dengannya.Dan Qingqing pun tidak menyetujui hubunganku dengan Feng Xi saat itu.
"Qian,Feng Xi bukanlah pria yang baik.Percayalah,kumohon!"ujar Qingqing berusaha meyakinkanku disaat aku dan dia pulang dari kampus 3 tahun yang lalu dan sampai kini suaranya masih terngiang dan menjadi penyesalan terbesarku.Saat itu,aku yang dibutakan cinta dengan bodohnya mencercanya,menolak keras nasihatnya dan meninggalkannya.Aku terlalu percaya pada pria yang aku cintai dan baru ku kenal tiga bulan lalu.Dan semenjak hari itu,aku kehilangan sahabatku yang berharga.Yang tersisa hanyalah kenangan manis masa kuliahku dan waktu yang kami habiskan bersama-sama baik susah maupun senang.
"Seharusnya aku mendengarkan Qingqing"sesalku dalam hati dan tak hentinya terdiam dengan tatapan kosong dihadapan hot pot yang airnya masih menciprat ke tanganku.
"Sampai kapan kamu akan bertindak bodoh seperti ini?!apa pandanganmu pada pria brengs*k itu masih belum berubah?!'"Seseorang tiba-tiba datang dan memarahiku sembari menghentikan tanganku yang mencelupkan potongan daging.
Aku tersadar dari lamunanku ketika mendengar suara dan melihat tangan putih yang tidak asing menggenggam pergelangan tanganku.Aku mendongkakan wajahku,melihat kearah orang tersebut.Dan dengan perasaan terkejut,sedih,bercampur bahagia tak percaya dengan apa yang aku lihat.Aku melihat Qingqing sahabatku tengah berdiri di hadapanku dengan sorot mata sendu.
"Bukalah matamu,Qian.Feng Xi laki-laki brengs*k tak berhak mendapatkan air matamu.TIDAK BERHAK!.Kau tidak pantas menangisinya!"ujar Qingqing seperti masa kuliahku dulu,dia memarahiku dengan rasa sayang dan pedulinya.
Aku menatapnya dengan air mata berlinang.Aku juga melihat mata Qingqing juga membendung tangis.
"QINGQING!!!"Aku segera memeluknya dan menangis didekapannya.
"Maafkan aku, Qingqing!aku mungkin tak pantas mendapat maaf darimu karena perbuatanku dulu.Tapi aku benar-benar meminta maaf padamu.Kumohon maafkan aku.Maafkan aku Qingqing,karena sudah bertindak bodoh dan bersikap tidak pantas padamu,aku benar-benar menyesal!aku tidak berfikir panjang dan malah bersikukuh untuk mencintai pria yang baru aku kenal dan meninggalkan mu,orang yang paling berharga.Aku selamanya ini sangat merindukanmu.Tapi aku tak berani menemuimu karena kufikir kau akan marah.Maaf,maafkan aku!"Ujarku diperlukannya yang benar-benar aku rindukan.Aku merasa sangat bersalah padanya.Walaupun aku pernah membuatnya terluka,dia tetap peduli padaku.
Qingqing menggeleng.Ia melepaskan pelukannya dan menatapku.
"Kamu tidak perlu meminta maaf,Qian.Aku sahabatmu.walaupun kita bersahabat sejak kuliah di kampus IX.Aku benar-benar tahu tentang karaktermu,Qian.Kamu itu orang yang baik tapi kamu juga gadis yang begitu polos Dan aku tahu waktu itu kamu sedang mabuk akan cinta yang baru pertama kamu rasakan.Sama seperti orang yang memakan hot pot di restoran ini,dia tak peduli akan daging yang terasa panas dan pedas setelah dicelupkan kedalam air hot pot yang mendidih.Yang ia pedulikan adalah rasa enak daging yang dihasilkan dari mencelupkannya kedalam hot pot panas dan pedas tersebut."Tutur Qingqing kepadaku.
Ia juga menambahkan"Dan seperti itu pula orang yang jatuh cinta.Yang ia pedulikan hanyalah rasa cintanya pada orang yang ia cintai.Aku memahaminya.Maafkan aku juga karena aku tak berani bertemu denganmu setelah kamu dan Feng Xi menikah.Karena kurasa pendapatku salah,karena kulihat kau begitu bahagia.Aku takut aku mengusik kehidupanmu karena penolakan ku dulu.Tapi sekarang aku lihat lagi dan yakin bahwa pandanganku dulu itu benar.Dan aku tidak bisa membiarkanmu seperti ini"tutur Qingqing denga rasa kepedulian yang amat sangat
Aku menatap Qingqing.Air mataku kembali mengalir karena terenyuh akan friendship-nya.Aku benar-benar bertekad untuk terus bersamanya,melindunginya,mempercayainya,berbagi suka duka padanya dan berjanji takkan pernah meninggalkannya lagi.
"Sudah-sudah,jangan menangis.Aku dengar hot pot juga takkan enak jika dimakan sendirian.Ayo makan hot pot-nya sama-sama,sayang jika hot pot-nya tidak dimakan "ajak Qingqing,menghiburku.
Hari itu pun menjadi hari kembalinya persahabatan kami.Dan setelah hari itu,aku tak pernah dihantui rasa sakit karena perceraian itu lagi.Aku menghabiskan waktuku bersama Qingqing dan melanjutkan pendidikanku dengan berkuliah di kampus yang sama lagi untuk mencapai S2 tentunya juga bersama Qingqing dan teman-temanku yang baru dan lamaku di kampus.
Berbulan-bulan berlalu.Aku merasa bahagia karena mendapatkan sahabatku lagi.Sampai suatu hari ketika aku menikmati hot pot bersama Qingqing di malam hari setelah kuliah.Aku melihat Feng Xi masuk ke dalam restoran dan melihat isi ruangan mencari seseorang.Aku terkejut.Rasa sakit kembali menghantam hatiku.Namun,harus kuakui juga masih ada perasaan yang tertinggal dihatiku untuknya.
Dan mimpi burukku pun terjadi.Dia menghampiri meja yang aku dan Qingqing tempati.Dia benar-benar mencari ku.Aku terdiam menatap takut pada pria yang tak lain mantan suamiku tersebut.
"Qian,aku tahu kau pasti disini!"ujar Feng Xi yang sudah dekat.
Mendengar seseorang berbicara seperti itu Qingqing tersentak,curiga.Ia segera berdiri menghalangi pandangan laki-laki pembicara tersebut yang tak lain Feng Xi dan mencegahnya untuk mendekatiku dengan tatapan tajam.
"Jangan coba-coba mendekati sahabatku lagi.Kau tak pantas untuknya.PRIA BRENGS*K!!!"cerca Qingqing mencegah Feng Xi.
Mendengar cercaan Qingqing pada Feng Xi aku tersadar dan segera menyingkirkan rasa empatiku pada mantan suamiku tersebut.Aku berdiri dan memegang pundak Qingqing berisyarat padanya bahwa aku yang akan menghadapinya.
Qingqing menyingkir dari hadapanku.Aku kini melihat wajah mantan suamiku,si brengs*k yang menghancurkan diriku dan menjadikanku janda di usia yang begitu muda tersebut.
"Qian...aku tahu.Kamu pasti masih sangat mencintaiku.Kamu bahkan sering berkunjung kesini dan memakan hot pot untuk mengenang cinta kita bukan?.Qian,dengarkan aku,aku juga masih sangat mencintaimu.Kembalilah bersamaku.Perceraian kita itu hanya kesalah pahaman dan kekhilafanku.Aku berjanji aku akan menjadi suami yang baik terhadapmu"ujar Feng Xi dengan tidak tahu malu sembari memegang kedua tanganku penuh harapan.
Namun,aku tidak akan mau tertipu lagi untuk kedua kalinya.Karena aku sudah mengetahui semuanya.
'PLAK!!'
aku menamparnya dihadapan banyak orang.
"Kau fikir aku selamanya akan terus menjadi gadis bodoh?"cercaku kemudian sembari menatapnya dengan tatapan tajam.
"TIDAK!!.Aku tak akan tertipu lagi oleh siasat murahanmu itu!.Kau fikir aku tidak tahu bahwa perusahaan yang kau banggakan itu bangkrut?!apa kau fikir aku tak tahu bahwa sekertaris tercintamu mengkhianatimu dengan berselingkuh dengan orang lain?!kau salah Feng Xi.Aku mengetahui segalanya.Dan aku takkan mau kehilangan Qingqing sahabatku yang paling berharga lagi hanya untuk pria brengs*k sepertimu!"cercaku panjang lebar.Orang-orang di restoran itu juga mendengarnya dan ikut mencaci Feng Xi.Pria itu kini nampak tak berdaya dan merasa sangat malu.
"Kenapa?kau merasa malu atas apa yang kau lakukan?kau tak tahan dengan cercaan semua orang ini?.Tapi maaf,kenyataannya kau pantas mendapat penghinaan ini sebagai karmamu atas apa yang telah kau lakukan padaku.Dan aku sarankan,kau cepatlah bertaubat dan introspeksi diri sebelum Tuhan menambah karma untukmu lagi!"lanjutku dengan tegas tanpa peduli lagi.Rasa cintaku padanya tak tersisa lagi setelah itu.
"Qingqing ayo kita pergi.Aku sudah kenyang!"kataku pada Qingqing,mengajaknya untuk segera pergi meninggalkan tempat tersebut.
Qingqing menganggut dan kami pun segera meninggalkan restoran tersebut dan Feng Xi mantan suamiku dengan rasa malu dan terhinanya.Sekali lagi,restoran,hot pot dan waktu pulang dari kampusku menjadi saksi bersejarah bagi hubunganku dengan Feng Xi.Tapi bukan untuk mengingat cintanya yang membuatku sedih dan hancur karena perceraian yang tak kuinginkan.Melainkan untuk menjadi saksi pembalasanku terhadapnya,membuatnya menanggung rasa malu dihadapan banyak orang dan menegaskan bahwa kami sudah bercerai.
Aku pastikan kali ini,aku tidak akan termakan cinta lagi dan berhati-hati untuk mencintai seseorang.Karena mungkin saja cinta itu hanyalah sebuah topeng dan pion untuk merenggut kebahagian dan apa yang aku miliki.Dan aku takkan langsung menilai orang dengan nilai baik maupun buruk lagi sebelum aku benar-benar mengenalnya untuk waktu yang lama.
Dan yang terakhir,aku tidak akan pernah lagi meninggalkan sahabatku yang sangat menyayangiku hanya untuk pria yang baru ku kenal.
.
.
.
.TAMAT